Bukan April Mop : Marak, Bilang Motor Hilang Akhirnya Ditangkap

lapor-polisi

Tentu saja bukan April mop namanya bila dibalik kebohongan ada maksud jahat yang termasuk ke dalam tindak kriminal. Tidak sedikit pelaku kejahatan sering memanfaatkan kesempatan sekecil apapun dari kelengahan kita. Pelaku kejahatan pun semakin cerdik dengan dijumpainya modus-modus kejahatan baru. Hal ini sempat dialami Bapak Polisi kita. Namun untungnya Bapak Polisi kita sangat telaten dalam menerima laporan pengaduan dan mengambil sikap berkaitan dengan kronologis kejadian perkara.

Belum lama ini Bapak Polisi kita menerima laporan kehilangan kendaraan bermotor yang menurut keterangan si pelapor (pelaku) motornya hilang diambil orang. Pelaku kemudian memberitahukan ke pihak asuransi atau pihak leasing bahwa motornya hilang dan harus diganti karena masih dalam cakupan asuransi.

“Kemarin kami baru saja menangkap pelaku pembuat keterangan palsu, mereka mengaku motornya hilang agar dapat pergantian dari pihak asuransi,” kata Kapolsek Tanah Abang AKB Johanson Ronald Simamora kepada media, Minggu (13/2). Pelaku yang bernisial ‘I’, 23 tahun, ini memiliki sepeda motor Yamaha Mio tahun 2010 yang dibeli melalui kredit. Menurut keterangan si pelaku, motor tersebut digunakan pamannya yang berinisial ‘E’ untuk mengojek. “Ketika dibawa pamannya itulah, menurut keterangan si pelaku, motornya dirampas orang di lapangan merah di daerah Condet pukul 18.00, dan  si pelaku melapor dan pamannya pun ternyata ada di depan Polsek,” cerita Simamora. Pelaku melapor dirinya kehilangan sebuah sepeda motor di daerah Tanah Abang, demi meyakinkan bahwa dirinya menjadi korban pencurian, pelaku melengkapi laporan dengan bukti kunci motor beserta STNK asli kendaraan.

“Anggota kemudian menindaklanjuti dengan menelusuri TKP, namun ketika di TKP pelaku tidak dapat menjelaskan secara rinci bagaimana kejadiannya, dia malah grogi,” terang Simamora. Di saat itulah, pelaku akhirnya mengaku membuat laporan polisi agar dirinya diberikan motor pengganti dari pihak asuransi dan leasing. “Dia cerita, motornya dibeli dengan cara kredit, lalu agar punya motor lagi, dia gunakan modus kesaksian palsu itu,” lanjutnya. Para pelaku yang bersaudara itu akhirnya mendekam di Mapolsek Tanah Abang.

Tak hanya di Tanah Abang, modus serupa juga terjadi di Jakarta Utara. Pelaku yang berinisial ‘N’ lapor ke Polsek Kelapa Gading dengan dugaan pencurian sepeda motor. Kendaraan yang menurut si pelaku dicuri orang, yakni sepeda motor merek Yamaha Mio warna putih tahun 2010 dari pelaku di jalan Inpeksi Kali Sunter, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading Jakarta Utara. Si pelaku mengaku dicuri motornya dengan cara ditodong menggunakan senjata api kemudian motor diambil paksa berikut STNKnya. Polisi yang menindaklanjuti laporan pelaku kemudian menyelidiki ke TKP. Namun, seperti yang terjadi di Tanah Abang, lagi-lagi pelaku tidak dapat menjelaskan kepada polisi rentetan peristiwa yang terjadi, pelaku grogi kemudian setelah didesak polisi akhirnya mengakui perbuatannya hanyalah untuk mendapatkan sepeda motor baru dari pihak asuransi.

“Di TKP rata-rata pelaku mengakui telah memberikan keterangan palsu bahwa motor pelaku sebenarnya tidak hilang, tetapi dibawa pelaku ke kampung dengan tujuan agar mendapatkan tanda bukti lapor dan motor tidak dicari leasing dan tidak membayar kredit, dan pelapor mendapatkan motor tersebut, padahal motor sebenarnya mereka simpan,” tutup Simamora. Pelaku kini ditangkap dan dikenakan Pasal 242 Jo 55 KUHP karena membuat keterangan atau laporan palsu. Mereka kini mendekam di mapolsek masing-masing.

Sumber : mediaindonesia.com

Tinggalkan Balasan