Safety Riding : Jarak Aman Pengereman Terhadap Kecepatan

jarak-aman-remAda anekdot yang menyatakan bahwa pengendara sepeda motor paling nekad adalah Tukang Gas, karena walaupun di tikungan atau jalanan yang menurun tajam seorang Tukang Gas akan selalu berteriak “Gas..Gass…” bukannya “Rem..Remm..”.
Berkaitan dengan anekdot tersebut, masalah pengereman dalam berkendaraan tentunya para Bikers sudah tahu, namun bagaimana cara pengereman sepeda motor yang benar belum tentu semua Bikers paham.Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Hurt Study, sebagian besar kesalahan pengendara motor adalah melakukan pengereman yang berlebihan saat mengantisipasi suatu kejadian yang menyebabkan sepeda motor menjadi selip dan terjatuh.
Untuk melakukan pengereman yang benar maka terdapat dua hal yang perlu diperhatikan para Bikers yaitu : Jarak Aman dan Teknik Pengereman.

1.    Jarak Aman.

Hal yang perlu diingat oleh para Bikers adalah dengan bertambahnya kecepatan sepeda motor maka jarak aman yang diperlukan untuk melakukan pengereman pun semakin membesar dan demikian pula sebaliknya. Berikut di bawah ini adalah tabel jarak yang aman untuk pengereman sesuai dengan kecepatan sepeda motor.

Kecepatan
Jarak Pengereman
90 MPH
300 kaki
80 MPH
238 kaki
70 MPH
182 kaki
60 MPH
134 kaki
50 MPH
93 kaki
40 MPH
59 kaki
30 MPH
33 kaki
20 MPH
15 kaki
10 MPH
4 kaki

Keterangan : 1 Mil = 1,61 KM , 1 Kaki = 0,3 Meter

Sebagai catatan, tabel di atas belum memperhitungkan kecepatan reaksi dari si pengendara yang tentunya semakin lambat reaksi pengendara akan menjadi faktor penambah terhadap jarak aman.

2.    Teknik Pengereman .

Penggunaan rem depan dan rem belakang dalam melakukan pengereman pun perlu untuk diketahui oleh para Bikers. Sebagai informasi, rem depan menyumbang daya rem bagi sepeda motor sebesar 70% sampai dengan 100%. Idealnya seorang pengendara harus menyeimbangkan penggunaan rem depan dan rem belakang dengan komposisi perbandingan 70% rem depan dan 30% rem belakang.
Teknik pengereman yang benar dan ideal dalam melakukan pengereman dapat dijelaksan dalam tiga tahap sebagai berikut :

1.    Tahap pertama, gunakan rem depan dan rem belakang bersama-sama dengan komposisi tekanan yang sama namun bertahap. Pada tahap awal ini beban sepeda motor akan bertumpu ke depan ditandai dengan adanya tekanan pada suspensi depan dan tumpuan beban pengendara berada di roda depan.

2.    Tahap kedua, segera lepaskan injakan padarem belakang dan bersamaan dengan itu naikkan cengkramanpada rem depan.  Pada tahap ini laju sepeda motor mulai melambat dan tekanan pada suspensi depan mulai berkurang.

3.    Tahap Ketiga, segera lepaskan cengkraman padarem depan dan kembali injak rem belakang untuk menghindari ban depan terkunci yang berakibat fatal pada pengendara.

Bilamana kondisi jalan basah akibat hujan, maka proses pengereman harus dilakukan lebih hati-hati daripada saat kondisi jalan kering karena respon kendaraan terhadap pengereman akan lebih lama.
Demikianlah tips untuk melakukan pengereman sepeda motor yang benar. Kami harapkan menjadi tambahan pengetahuan bagi para Bikers agar lebih aman dalam berkendaraan dan jangan sekali-kali seperti Tukang Gas yang setiap saat selalu “Gas…Gasss”.

Sumber : motorcyclesafetyinfo

Tinggalkan Balasan