motoGP Estoril 2011: 1 Puas, 11 Frustrasi

lorenzo-podium2Estoril, Pedrosa akhirnya dapat mematahkan dominasi Lorenzo. Kedua pembalap asal Spanyol itu mengisi podium satu-dua pada motoGP seri ke tiga di Sirkuit Estoril Portugal (1/5).

Mengawali star di posisi terdepan (pole position), Lorenzo terus melaju di depan meninggalkan pembalap-pembalap lain. Hingga pertengahan lap, hanya Pedrosa yang terus konsisten menempel rekan senegaranya itu. Sementara Stoner terus menguntit di posisi ke tiga diikuti Rossi dan Dovizioso.

Inilah awal yang baik bagi Lorenzo, sebab posisi pole position merupakan posisi yang pertama kalinya ia dapat di motoGP 2011 ini. Sayang, tren positif Lorenzo di sirkuit Portugal, tak bisa diteruskan dengan empat kali kemenangan berturut-turut meraih podium utama sejak membalap di Yamaha 2008 lalu. Dominasi Lorenzo dihentikan Pedrosa, empat lap menjelang lap akhir. Dramatis!

“Bagaimanapun ini posisi kedua yang berharga untuk saya. Konsistensi Pedrosa sangat luar biasa, ia sangat cepat dibelakang saya,” jelas Lorenzo, yang masih memimpin klasemen sementara, selisih empat poin dengan Pedrosa.

Lorenzo seperti membiarkan lawannya mendahuluinya. Saat di Jerez beberapa pekan lalu, The Spaniard seolah memberikan ruang bagi Rossi untuk menyalipnya. Meski setelah itu, Rossi jatuh menimpa Stoner. Kali ini, kemenangan yang sudah di depan mata, dibiarkan lolos begitu saja ketika Pedrosa mengambil alih posisi pertamanya.

“Lorenzo tipe pembalap yang pintar, baginya saat ini poin lebih penting dari pada mengejar kemenangan yang malah bisa membuatnya jatuh di lap-lap akhir. Sedangkan Pedrosa tampil luar biasa. Ia bisa mendahului Lorenzo dan kemudian meninggalkannya dengan jarak yang lumayan jauh, karena sebelumnya Pedrosa sudah mempelajari gaya balap Lorenzo di sirkuit ini. Sehingga ketika ada kesempatan. ia bisa lebih cepat dari pada mantan juara dunia 2010 itu,” jelas Matheo, komentator motoGP salah satu Televisi swasta.

Dari sisi lain, Ben Spies, mengakhiri balapan di Estoril dengan berbeda. Spies yang harus retired untuk kali kedua beruntun mengaku frustrasi.

spiesIa mengalami masalah dengan sebuah alat yang digunakan untuk menghambat aliran bahan bakar di pipa, yang mana alat itu mestinya sudah dicopot sebelum balapan dimulai.

“Saat aku mendapati alat itu belum dilepas, aku mencoba melepasnya sendiri karena letaknya tepat di samping tuas/handle-rem motorku,” jelas Spies.

Usaha itu lantas malah melahirkan masalah lain karena kemudian ada bagian lain dari motornya yang longgar dan membuyarkan konsentrasi Spies.

“Itu benar-benar merusak konsentrasiku karena aku khawatir membuat pembalap lain jadi out di salah satu tikungan. Lalu aku crash,” sesal Spies.

Dengan demikian, selama dua seri berturut-turut Spies gagal melintasi garis finis, sebagaimana yang terjadi di Jerez. “Aku sangat kecewa dengan hari ini. Setelah yang terjadi di Jerez, ini benar-benar bikin frustrasi karena terjadi di luar kendaliku,” tukasnya. Ayo Spies semangat lagi! masih banyak kesempatan tuk menuai angka di motoGP seri berikutnya 🙂