Radiasi PLTN Fukushima Ancam Gelaran motoGP Jepang

lorenzo-and-stonerPembalap motoGP papan atas Jorge Lorenzo dan Casey Stoner membenarkan bahwa mereka tidak akan ambil bagian dalam motoGP Jepang Oktober mendatang. Lomba balap motor tersebut sempat ditunda akibat bencana gempa bumi dan tsunami dan akan dilaksanakan pada 2 Oktober nanti. Namun Lorenzo dan Stoner sama-sama menegaskan tidak akan ikut lomba di sirkuit motegi tersebut, yang terletak hanya 100 kilometer dari PLTN Fukushima. PLTN tersebut telah mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi dan tsunami Maret lalu.

Lorenzo, juara dunia motoGP musim lalu, mengatakan sudah lama memutuskan untuk tidak berlomba di Jepang.

Saya sudah mengambil keputusan dan saya tidak akan ikut serta dalam lomba di Jepang,” kata Lorenzo.

Ada banyak cara untuk membantu Jepang, tapi berlomba di sana bukan cara yang tepat untuk menunjukkan dukungan,” tambah pembalap asal Spanyol tersebut.

Selain Lorenzo, pembalap asal Australia yakni Stoner pun memiliki niat yang sama perihal gelaran motoGP Motegi pasca tsunami jepang.

Saya tidak akan terbang ke Jepang dan hampir semua pembalap memiliki pendapat yang sama,” ucap Stoner.

Itulah pendapat saya. Saya telah memikirkannya dalam beberapa waktu terakhir. Dan setelah saya pikir-pikir, saya kemudian memutuskan untuk tidak ambil bagian,” tambah Stoner, pembalap asal Australia tersebut.

Ini keputusan saya. Yang lainnya terserah panitia penyelenggara,” kata Stoner. Ia menambahkan kalau kerusakan PLTN terjadi di negaranya, Australia, ia pun tidak akan berlomba di sana.

Panitia penyelenggara MotoGP Jepang, Dorna, mengatakan mereka sedang melakukan inspeksi dan memperkirakan lomba di Motegi bisa digelar. Kepala eksekutif Dorna, Carmelo Ezpeleta, mengatakan kepada BBC Sport, “Hasil pemeriksaan akan diketahui 24 Juli mendatang.

Jika tingkat radiasinya membahayakan maka tidak ada pilihan lain kecuali membatalkan lomba. Namun untuk saat ini kami berharap lomba bisa digelar,” kata Ezpelata.

Jika ada pembalap yang tidak ingin ambil bagian, itu bukan persoalan kami. Menjadi tugas tim untuk mencari jalan keluar,” katanya.

Sumber : BBC Indonesia