Wayne Rainey Sang Legenda Yamaha

wayne-rainey

Jika di ajang balap jet darat F1 ada nama Ayrton Senna, maka di dunia balap roda dua paling populer sejagad GP500 (cikal bakal motoGP) ada nama Wayne Rainey. Keduanya adalah juara dunia dan legenda balap yang harus mengakhiri karirnya di sirkuit balap di Italia.

Meski tidak setragis Senna yang harus tewas setelah kecelakaan hebat di tikungan Tamburello di seri GP San Marino di sirkuit Imola Italia pada 1 Mei 1994, Wayne Rainey mengakhiri karir balapnya setelah mengalami kecelakaan di seri GP Italia di sirkuit Misano pada tahun 5 September 1993. Pada separuh lap balapan, Rainey memasuki tikungan pertama terlalu kencang, sebelum terjatuh dan membuat separuh dari bagian belakang motornya hancur. Diperkirakan Rainey tergelincir pada kecepatan di atas 160 km/jam.

Dalam hitungan detik, Rainey pun harus kehilangan posisi terdepan, pemimpin klasemen, posisi mempertahankan juara dunia, dan yang terfatal adalah karir balapnya dengan tulang tempurung kaki yang patah dan membuatnya lumpuh secara permanen hingga kini. Kejadian ini merupakan satu di antara kejadian yang paling tragis dan fenomenal yang akan dikenang di dunia balapan GP roda dua yang paling populer sejagad.

Terlahir dengan nama lengkap Wayne Wesley Rainey pada 23 Oktober 1960 di Downey, California – Amerika Serikat, Wayne Rainey menjuarai ajang kelas utama GP500 sebanyak tiga kali (1990-1992) bersama tim Marlboro Roberts Yamaha. Di awal-awal karir balapnya, Rainey dikenal sebagai juara dunia balapan road race American Grand Prix. Satu di antara kenangan yang membekas soal Wayne Rainey sebagai pembalap legenda berkelas dunia adalah gaya balapnya yang mulus dalam mengkalkulasi jalannya balapan di sirkuit.

Keterkaitan erat antara Yamaha dan Wayne Rainey dalam membangun karirnya sudah dimulai sejak tahun 1984, saat ia menerima pinangan Kenny Roberts Yamaha di kejuaraan dunia GP kelas 250cc. Layaknya Senna yang memiliki rival legendaris Alain Prost, perseteruan Rainey dengan Kevin Schwantz. Tidak hanya di ajang GP500, rivalitas keduanya sudah dimulai di ajang Superbike National Championship pada tahun 1987 yang akhirnya dimenangkan Rainey.

Pada tahun 1988, Rainey kembali ke Eropa dan bergabung dengan Team Roberts Yamaha. Kali ini Rainey turun di kelas balapan para raja GP 500cc dengan menunggangi Yamaha YZR500. Di akhir musim perdananya ini, ia berhasil menutup balapan di posisi ketiga. Setahun berikutnya ia memperbaiki posisi akhir di posisi kedua, sebelum menguasai kelas utama ini selama tiga tahun berturut-turut.

Sedemikian berartinya Wayne Rainey di dunia balap GP 500cc saat itu, hingga pada akhir 1995 sang rival abadi Schwantz memutuskan mundur dari ajang balap roda dua terpopuler ini. Dalam satu kesempatan, Schwantz menyebut satu di antara keputusan mundurnya, karena hilangnya rival terhebatnya tersebut.

Dalam keterbatasannya kini, Rainey tetap berusaha mendekatkan dirinya dengan dunia balap yang telah membesarkan namanya. Kini Rainey memutuskan tinggal Monterey, California. Posisi rumahnya dibuat sedemikian rupa, agar ia daapt melihat ke dalam sirkuit Laguna Seca. Di sirkuit tersebut, guna menghormati nama besar Rainey sebuah tikungan medium-speed diberi nama “Rainey Curve”.