Tips Agar Umur Mesin lebih lama

gambar-modifikasi-motor-yamaha-021Sejak akhir Desember 2011 dan memasuki Januari 2012, tingkat curah hujan cukup tinggi. Karena itu, banjir yang menjadi ‘langganan’ kala hujan turun bukan tidak mungkin akan terjadi lagi. Apalagi prediksi banjir lima tahunan seperti tahun sebelumnya masih diingat masyakarat Jakarta.
Karena itu, untuk pengguna motor sangat berhati-hati agar kuda besi tidak terendam air yang membuat motor mogok dan mesin mengalami gangguan. Sebenarnya, menguras oli untuk membuang pelumas yang tercampur dengan air tidak hanya dilakukan pada saat motor terendam banjir.
Beberapa pemilik kendaraan roda dua kerap salah dalam memperhatikan kondisi oli dan mesin. Selama ini, pengguna sepeda motor hanya akan melakukan servis dan menguras oli setelah terendam banjir.
Tetapi, menguras oli juga wajib dilakukan saat motor sering di cuci steam. Pasalnya, semburan air yang keluar dari kompresor ikut masuk kesela-sela mesin dan tutup oli. Walau sudah di lap dan kondisi mesin kering, namun air mengendap dan bercampur degan oli mesin atau oli gardan (pada motor matik).
Anggapan pemilik motor kalau kena banjir dan motor terendam baru servis dan kuras oli mesin sampai oli gardan. Padahal, ketika motor sering dicuci steam, semprotan air yang cukup kencang akan ikut masuk kesela-sela mesin, karburator dan celah pada tutup oli. Ini yang harus diwaspadai pemilik motor karena mesin bisa rusak dan muncul asap putih di knalpot, Selain itu, jika motor menyimpan air dalam mesin atau karburator, tarikan motor jadi brebet dan kadang suka mati mendadak.
Saran kepada pemilik motor agar rutin mengecek oli dan menggantinya usai mencuci motor, apalagi usai melibas air yang cukup tinggi karena banjir.