Yamaha Budayakan “SOP” dan “SP7”

sop

Beberapa tahun terakhir sepeda motor mengalami perkembangan yang pesat. Tidak hanya dari sisi jumlah pengguna tetapi juga dari pengadopsian akan teknologi mutakhir. Salah satu yang tengah populer menjadi buah bibir adalah teknologi injeksi, sesuatu yang sebelumya lazim ditemui pada kendaraan roda empat.

Menghadapi era musim injeksi sepeda motor di tanah air, Yamaha sudah mempersiapkan diri sejak tahun 2007, ditandai dengan diluncurkannya V-Ixion sebagai sepeda motor injeksi pertama dari Yamaha Indonesia. Selain itu, meluasnya era injeksi saat ini pun sudah dapat ditangani Yamaha melalui 2.500 jaringan dealer dan bengkel yang tersebar di seluruh Indonesia.
Teknologi fuel injection (FI) Yamaha dikenal dengan nama Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI) yang memiliki kelebihan dalam akselerasi dan tenaga mesin yang besar, konsumsi bahan bakar lebih efisien, secara emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan.
Lebih detail lagi, teknologi FI Yamaha memberikan keuntungan bahan bakar lebih hemat hingga lebih dari 30 persen serta emisi dan polusi rendah. Dengan sistem injeksi, bahan bakar disuplai sesuai kebutuhan mesin sehingga menghemat bahan bakar. FI juga ramah lingkungan sesuai standar Euro 3, yang menurut AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) akan mulai diaplikasikan pada bulan Juli 2013.

SOP dan SP7

Untuk meningkatkan kesiapan di era injeksi, Yamaha berupaya mendorong dirinya untuk semakin membudayakan standar prosedur operasional atau standard operational procedure (SOP) servis berkala dan standar pemeriksaan (SP7) sepeda motor. Dua hal tersebut dilakukan sejak 12 Desember 2011 secara menyeluruh di 2.500 jaringan dealer dan bengkel Yamaha, yang mana konsumen dapat melihat bentangan spanduk SOP dan SP7 sebagai petunjuk bahwa Yamaha siap menangani motor berteknologi mesin injeksi. Di dealer dan bengkel tersebut, Service Sdvisor (SA) bertugas menjelaskan SP7, sedangkan teknisi menerangkan SOP kepada konsumen. Adapun tujuh standar pemeriksaan motor Yamaha meliputi kelayakan ban, fungsi rem depan dan belakang, kelayakan sprocket dan rantai, gerak bebas kemudi, kondisi oli mesin, fungsi dan kelayakan battery, serta fungsi kelistrikan dan lampu.
Pada SOP service berkala Yamaha, ada 21 poin yang perlu diperhatikan dengan tambahan tiga poin untuk matic dan enam poin untuk V-Ixion dan Jupiter MX. Yang termasuk dalam 21 poin SOP service berkala yaitu fungsi kelistrikan dan lampu, periksa suspensi depan/belakang, gerak bebas kemudi, periksa ban depan/belakang, setel handle gas, setel tuas kopling, ganti oli mesin, periksa battery, periksa kelayakan ban, periksa roda dan jari-jari, setel rantai, periksa baut pengikat, bersihkan saringan udara, bersihkan karburator jika perlu, periksa busi dan kompresi, setel klep jika perlu, setel putaran mesin jika perlu, dan periksa tekanan ban.
Untuk matic, tiga poin tambahannya adalah membersihkan saringan CVT, periksa oli gear, memeriksa V-belt dan pully. Sedangkan enam poin tambahan untuk V-Ixion dan Jupiter MX mencakup membersihkan filter oli 9.000 km (jika ada), memeriksa air pendingin, memeriksa indikator suhu mesin, memeriksa sinyal instrument, memeriksa sistem FI, dan pemeriksaan akhir uji coba jalan.
“Kepada konsumen akan dijelaskan tentang hasil pemeriksaan motor dan kebutuhan motornya, lalu diberikan rekomendasi service dan penggantian spare part berikutnya. Rekomendasi tersebut diberikan secara tertulis dalam bon pembayaran sertelah servis,” papar Indra Dwi Sunda, PR Corporate & Communication Head Yamaha Indonesia. Pemeriksaan motor yang sesuai SP7 dilakukan gratis, tetapi jika ada perbaikan dan penyetelan konsumen baru membayar.

Edukasi FI

Keseriusan  Yamaha dalam mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi injeksi ditunjukkan pula lewat Yamaha Engineering School (YES), yang untuk pertama kali dalam kurikulum teori dan praktiknya ada pembelajaran tentang teknologi injeksi.
Teknologi injeksi mulai dipelajari siswa didikan YES angkatan ke-35, yang pendaftaran untuk angkatan tersebut dibuka pada 12-28 januari 2012 dan mulai belajar pada 6 Februari selama 4,5 bulan.
Yamaha membuka pendaftaran sebanyak-banyaknya bagi lulusan SMK/SMU sederajat yang tidak melanjutkan ke PTN/PTS untuk belajar teknologi motor, termasuk injeksi. Namun, target siswa yang masuk dalam pelatihan bebas biaya YES angkatan ke-35 ini adalah 36 orang. Dengan mengikuti YES, siswa dilatih untuk menjadi tenaga terampil yang siap kerja dan siap untuk menjadi pengusaha.
Bagi Yamaha, pendidikan dini tentang teknologi injeksi kepada siswa YES merupakan langkah tepat dalam mempersiapkan diri menghadapi era injeksi. Dengan demikian, Yamaha akan melahirkan tenaga-tenaga teknisi yang siap mendukung dalam menerapkan teknologi FI di dealer dan bengkel Yamaha.
“Lulusan YES bukan hanya bisa menjadi tenaga teknisi sepeda motor yang andal, tapi juga dibekali dengan ilmu kewirausahaan di bidang perbengkelan, sehingga setelah lulus mereka bisa bekerja atau mandiri menjadi pengusaha,” ungkap M. Abidin, Manajer Servis Yamaha Indonesia.
Tak perlu heran jika setelah lulus dari YES, lulusannya bisa menjadi profesional yang andal atau menjadi pengusaha yang mandiri dan sukses. hal tersebut lantaran program pelatihan YES didukung fasilitas lengkap dan mutakhir.
Fasilitas tersebut misalnya mulai dari instruktur, fasilitas pelatihan, laboratorium lengkap dan teknologi sepeda motor terkini, juga pengetahuan dan ilmu kewirausahaan, manajemen bengkel, customer satisfaction, serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3), fasilitas on job training (OJT) di jaringan Resmi Yamaha, hingga kunjungan ke pabrik Yamaha dan pabrik rekanan Yamaha, semuanya diprogram secara apik sehingga tercipta keseimbangan antara teori dan praktik.