Yamaha Siap Indonesia Aplikasikan Standar Emisi Euro3

euro3

Indonesia siap memasuki standar emisi Euro3. Industri motor Indonesia pun siap mendorong pengetatan emisi yang pada akhirnya dapat memberikan teknologi terkini kepada konsumen sekaligus mengurangi polusi udara.

Ketua umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata menjelaskan bahwa para produsen motor di Indonesia siap memasuki era Euro3 untuk menggantikan Euro2.

Kita sebagai industri siap Euro3,” jelasnya dalam sebuah diskusi bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot) di Jakarta.

Untuk urusan polusi, Gunadi menjelaskan jika pemberlakuan standar emisi Euro3 akan banyak mereduksi produksi emisi di Indonesia. Sebab motor dengan standar Euro2 menghasilkan oksida nitrogen (NOx) sebesar 0,3 g/km, emisi hidrokarbon (HC) 1,2 g/km untuk motor di bawah 150 cc dan 1 g/km untuk motor diatas 150 cc serta karbon monoksida (CO) sebesar 5,5 g/km.

Sementara dengan standar Euro3 setiap motor hanya memproduksi Nox sebesar 0,15 g/km dengan produksi CO sebesar 2,0 g/km dan HC sebesar 0,8 g/km di motor dibawah 150 cc serta 0,3 g/km di motor bermesin diatas 150 cc.

Produsen sepeda motor Yamaha siap menyongsong era itu dengan memproduksi sistem injeksi YMJET-Fi alias Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection yang akan dipasang di seluruh motor Yamaha di Indonesia.

Yamaha Indonesia dapat mengaplikasikan standar Euro3 pada motor-motornya sesuai dengan aplikasi motor-motor Yamaha Thailand yang sudah memakai Euro3. Yamaha Indonesia hanya tinggal mengganti muffler (knalpot) untuk menjadikan motornya memenuhi standar Euro3. Dengan standar Euro3, saringan knalpot lebih baik sehingga gas buangannya juga lebih ramah lingkungan,” kata Assistant GM Technical dan Service PT Yamaha Motor Indonesia, Muhammad Abidin.

Namun, meski di dukung teknologi terkini, ada satu masalah lagi yang sebenarnya mengganjal kelangsungan standar emisi Euro3 yakni minimnya SPBU Pertamina yang menjual Pertamax yang memang memiliki standar Euro3. Diluar pulau Jawa, SPBU Pertamina yang telah menjual Pertamax tercatat kurang dari 50 persen.

Namun, ketika disinggung mengenai hal tersebut, Divisi Retail Fuel Marketing Pertamina, Windrian menjelaskan bahwa pihaknya siap menyongsong era Euro3. Bila memang semua telah sepakat, Pertamina dapat saja mengganti tangki Premium yang masih Euro2 menjadi Tangki Pertamax yang telah Euro3.

Pada dasarnya kita siap, karena jaringan kita kuat. Kalau memang semua sepakat dan pemerintah mendukung, kita hanya tinggal ganti tangki saja,” tegas Windrian.

Sumber : detikoto