April 2012, Akankah BBM Naik Rp 1500 per Liter??

bbm-naik-april-2012

Rencana pemerintah pusat menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp1.500 per liter dari harga awal sebesar Rp 4.500 per liter akan berdampak pada kenaikan tarif angkutan umum. Bila April 2012 mendatang harga BBM naik, maka pengusaha angkutan umum ikut menaikkan tarif antara 25 persen hingga 30 persen.

Ketua Organda DKI Jakarta, Soedirman menyatakan, seluruh pengusaha angkutan umum di Jakarta menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada April mendatang. Sebab, dengan rencana tersebut akan memicu kenaikan harga suku cadang bus dan biaya perawatan angkutan umum.

Akibatnya, pengusaha menjadi tidak mampu merawat angkutan umum menjadi transportasi umum yang layak bagi warga Jakarta, yang juga merupakan keinginan Pemprov DKI Jakarta.

Kami tidak setuju dengan kenaikan harga BBM. Sementara kami tidak bisa menaikkan tarif tinggi-tinggi,” kata Soedirman, di Jakarta, Rabu, 29 Februari 2012.

Meskipun DPR RI belum memutuskan kenaikan harga BBM, namun Organda DKI telah menyusun rencana kenaikan tarif angkutan umum sebesar 25 hingga 30 persen. Sehingga, saat kenaikan harga BBM ditetapkan, maka rencana itu sudah bisa diusulkan ke Dinas Perhubungan untuk disampaikan ke Gubernur DKI Jakarta.

Biasanya, Gubernur akan menyampaikan ke DPRD DKI yang akan membahas selama 1 bulan,” terangnya.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Maringan Pangaribuan, menegaskan, sudah terlihat pergolakan pro dan kontra terhadap kenaikan BBM bersubsidi pada April mendatang. Agar gejolak ini tidak mengganggu suasana Jakarta yang kondusif, dia menyarankan Pemprov DKI Jakarta melakukan langkah antisipasi pencegahan kenaikan tarif angkutan umum. Sebab jika dinaikkan langsung sesudah pemerintah menetapkan kenaikan BBM bersubsidi pada April, maka akan banyak pihak yang akan mempolitisir situasi tersebut. Dikhawatirkan akan terjadi saling tuding dan saling menjatuhkan dari para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub dan cawagub). Akibatnya, situasi di kota Jakarta menjadi tidak kondusif dan tenang, bahkan dikhawatirkan kondisi politik di DKI akan memanas.

Bila April ditetapkan, mungkin Mei akan pembahasan kenaikan tarif angkutan umum. Rencana kenaikan tarif kemudian masuk ke DPRD DKI pada Juni,” ujarnya.

Maringan menyarankan kepada Dinas Perhubungan DKI, Organda DKI, dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) untuk duduk bersama membahas kenaikan tarif dan mencari langkah yang terbaik. Serta melakukan perhitungan yang matang berdasarkan kenaikan harga-harga suku cadang sebagai imbas dari naiknya BBM. Langkah yang dimaksudnya, yaitu, tidak menaikkan tarif angkutan umum saat menjelang Pemilukada DKI 2012. Tarif angkutan umum sebaiknya dinaikkan sesudah pelaksanaan Pemilukada DKI 2012 atau setelah dilantiknya gubernur dan wakil gubernur pilihan rakyat Jakarta. Dengan begitu, situasi Kota Jakarta tetap aman, tentram, tenang dan kondusif selama pelaksanaan Pemilukada.

Terkait rencana kenaikan BBM April mendatang, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, pemerintah berencana memberikan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebesar Rp 150.000 setiap bulannya.

Ini sembilan bulan sejak bulan April. Begitu diumumkan, maka bulan itu pula berlaku. Tidak boleh ada selisih waktu,” kata Agung di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/3/2012).

Bantuan langsung itu, kata Agung, akan disalurkan melalui kantor-kantor pos yang berada di setiap kelurahan. Sementara itu, pendataan dan verifikasi mengenai warga miskin yang berhak, dilakukan oleh pihak kelurahan. Kelurahan juga turut mengawasi penyaluran BLSM tersebut. Tak hanya itu, pemerintah juga merencanakan beberapa bantuan lagi, termasuk peningkatan penyaluran raskin, peningkatan subsidi terhadap siswa miskin, serta subsidi yang berkaitan dengan pengelolaan angkutan umum dan angkutan desa.

Subsidi pendidikan hingga perguruan tinggi, bukan lagi SMA,” kata Agung.

Berbagai bantuan ini, sambungnya, dapat mencegah meroketnya jumlah penduduk miskin di Indonesia. Agung menambahkan, program ini masih dalam proses. Pemerintah masih menunggu persetujuan Parlemen. Pemerintah mengajukan dua opsi kenaikan harga bensin dan solar per liter untuk menekan besaran subsidi. Opsi pertama, kenaikan harga jual eceran bensin dan solar Rp 1.500 per liter. Kedua, memberikan subsidi tetap, maksimum Rp 2.000 per liter untuk bensin dan solar.

Kajian Universitas Indonesia merinci, dari sisi sosial ekonomi dan fiskal, kenaikan harga bensin dan solar Rp 1.500 per liter akan menimbulkan tambahan inflasi 2,15 persen, tambahan kemiskinan 0,98 persen, penurunan daya beli 2,10 persen, dan penghematan subsidi BBM nasional Rp 31,58 triliun. Sementara subsidi tetap Rp 2.000 per liter akan menyebabkan tambahan inflasi 2,43 persen, tambahan kemiskinan 1,15 persen, penurunan daya beli 2,37 persen, dan penghematan subsidi BBM nasional Rp 25,77 triliun. Sementara itu, waktu tidak akan lama lagi menjawab opsi mana yang akan dipilih.

Sumber : Dari berbagai sumber