Komponen Penting & Garansi Kehandalan Mesin Mio J

komponen-mioj

Banyak komponen dengan teknologi baru yang disematkan pada mesin Mio J. Tidak heran jika putaran motor Mio J lebih tinggi, konsumsi listrik menjadi lebih rendah dan suara motor lebih halus serta konsumsi BBM sangat irit. Lalu apa saja komponen utama Mio J yang menjadi garansi dari kehandalan mesin motor dengan tagline-Its Magic ini? Berikut ini daftar komponen penting Mio J :

  • Fuel Pump

    Mio J menjadi salah satu motor matik di Indonesia yang memiliki kapasitas tangki bensin lebih besar yaitu 4,8 liter. Untuk mendukung hal itu, Mio J mengadopsi teknologi brushless. Apa itu teknologi brushless? Teknologi ini merupakan teknologi untuk menunjang kehandalan motor listrik yang memiliki fuel pump. Teknologi ini unggul karena pada bagian commutator tidak terdapat brush (arang) dan mekanismenya diatur oleh microcontroller, sehingga putaran motor lebih tinggi, konsumsi listrik lebih rendah, dan suara motor lebih halus.

  • Fuel Injector

    Dibandingkan dengan saudara tertuanya yang sudah mengadopsi teknologi FI yaitu Vixion, Mio J memiliki lubang injector lebih sedikit sekitar empat lubang, sedangkan Vixion memiliki enam lubang. Perbedaan ini menyesuaikan kapasitas mesin yang lebih kecil dari Mio J sehingga kebutuhan bahan bakar dapat terkontrol dengan baik dan lebih efisien.

  • MAQS

    Apa itu MAQS? MAQS merupakan singkatan dari Modulated Air Quantity Sensor. MAQS bekerja secara simultan untuk menganalisa jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold.

    Brushless MAQS bekerja tidak sendiri, namun dibantu tiga komponen lainnya yaitu:

  1. TPS (Throttle Position Sensor) yang bertugas mendeteksi suhu udara yang masuk kedalam ruang bakar.
  2. IAPS (Intake Air Pressure Sensor) dengan fungsi kerja utama mendeteksi tekanan di sepanjang lubang masuk (INTAKE) dan bekerjasama dengan sensor yang lain untuk menentukan posisi TMA (Titik Mati Atas).
  3. IATS (Intake Air Temperature Sensor), bertugas mendeteksi suhu udara yang masuk kedalam ruang bakar untuk mengukur densitas udara.

Selain di atas, 2 komponen pintar berikut ini ikut berperan penting menentukan garansi kualitas mesin Mio J dengan teknologi YMJET-FI nya!

  1. Engine Temperatur Sensor

    Alat ini bekerja untuk memantau suhu mesin. Bekerja menjaga asupan bahan bakar agar selalu sesuai dengan kondisi mesin.

  2. ECU

    ECU (Electronic Control Unit) adalah otaknya motor. Bagi yang sudah memiliki Mio J silahkan berbunga-bunga. Sebab, motobikers tidak salah memilih motor ini karena MIO J memiliki otak sistem injeksi yang sudah lebih cerdas.  ECU Mio J cerdas terutama dalam hal mendeteksi, menyimpan hingga memberikan solusi ketika kerusakan yang menggangu kinerja motor ini.

Masih ada lagi dukungan teknologi pintar lainnya seperti O2 Sensor, ISC dan Crank Angle Sensor. Seperti apa kerja dan fungsi ketiga komponen ini?

  • O2 Sensor

    O2 sensor mempunyai tugas menjaga gas buang sisa pembakaran agar selalu pas. Penjelasannya, setelah O2 sensor memberikan informasi ke ECU, kemudian ECU memberikan campuran bahan bakar yang ideal sesuai instruksi O2 Sensor. Sehingga gas buang yang dihasilkan lebih ramah lingkungan.

  • ISC

    Kondisi saat ISC bekerja adalah sebagai berikut:

    1. Saat kondisi Idling saja / saat katup butterfly primer dan katup butterfly sekunder tertutup secara sempurna.
    2. Aliran udara antara katup butterfly primer dan katup butterfly sekunder akan melalui celah ISC.
    3. ISC bekerja dengan bergerak secara steping motor maju dan mundur berdasarkan kondisi temperatur mesin.
    4. Saat kondisi temperatur mesin dingin, jalur ISC terbuka penuh dan udara yang dapat melalui jalur ISC lebih banyak.
    5. Saat kondisi temperatur mesin meningkat, jalur ISC semakin menutup sesuai steping motor dan temperatur mesin, sehingga udara yang dapat melalui jalur ISC semakin sedikit.

  • Crank Angle Sensor

    Crank Angle Sensor adalah sensor yang mempunyai sebuah pick up coil dan pick uprotor. Crank Angle Sensor bekerja saat pick up rotor berputar (seiring putaran crankshaft) dan melewati pick up coil, pada saat itu sistem ini mampu menghasilkan energi listrik sekaligus sinyal posisi crankshaft bagi ECU. Adapun fungsi sistem ini antara lain:

    1. Mendeteksi posisi sudut crankshaft, dan juga posisi TMA (Titik Mati Atas) saat mesin baru saja dinyalakan.
    2. Mendeteksi putaran mesin.
    3. Menghasilkan energi listrik.

Sumber: motodream