Manfaat Teknik Pengereman Squeeze Pada Saat Emergensi

squeeze-brake

Dalam teori menghadapi situasi emergensi, diperlukan tindakan pengereman optimal untuk memperpendek jarak pengereman. Namun dalam kenyataannya, terkadang sangat sulit melakukan momen pengereman dalam situasi panik di tikungan.

Kiatnya adalah dengan melakukan pengereman squeeze pada roda depan (seperti memeras jeruk nipis, jangan langsung ditarik sekali), dan saat upaya pemberhentian mendadak sebaiknya menghindari rem belakang. Serta upayakan bantu dengan menarik kopling.

Kenapa rem belakang harus dihindari? Hal ini dikarenakan sangat sulit untuk tidak menjejak keras tuas rem belakang dalam situasi panik. Artinya, dalam tekanan pada situasi panik akan ada tendensi dari pengendara untuk menjejak keras rem belakang sekeras mungkin. Hal inilah yang membahayakan, karena roda belakang akan mengunci.

Jika pengendara beruntung dalam pengereman seperti ini, maka sisi buritan motor akan slide dari kiri ke kanan dan berulang. Namun jika pengendara tidak beruntung, maka roda belakang akan mengunci dan bergerak mendahului roda depan. Tentu Anda tidak menghendaki hal ini terjadi pada situasi emergensi.

Diskripsi di atas menjelaskan mengapa sebaiknya tidak menggunakan rem belakang saat pemberhentian mendadak (emergency stop). Lalu apa yang terjadi jika hal ini dapat dihindari?

Sebagai bonus, motor akan tetap melaju stabil, karena ban belakang tetap berputar, sehingga roda tetap memiliki resistensi untuk bergerak.

Lalu mengapa kopling sebaiknya ditarik? Sebagian dari Anda mungkin berpikir bukanlah langkah bijak menarik kopling dalam situasi seperti ini, karena Anda mungkin lebih mengharapkan manfaat dari engine brake.

Ya, mesin memiliki kelebihan untuk pengereman. Dengan syarat pengendara dalam kondisi siap melakukan bukaan gas, dan di sisi lain juga menahan proses deselerasi lebih cepat. Dan karena itu pengendara harus melakukan pengereman lebih keras dibanding engine brake. Caranya dengan menarik kopling. Semoga bermanfaat.

Sumber : yamaholigan