Pilgub DKI Putaran 1, Jokowi-Ahok Unggul atas Foke-Nara

Hasil hitungan cepat (Quick Count) jumlah suara kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI diluar dugaan. Pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama unggul jauh di atas pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Padahal dalam hampir semua jajak pendapat yang digelar sejumlah lembaga survei, sebelum Pemilukada yang digelar Rabu 11 Juli 2012 itu, Fauzi Bowo unggul jauh di atas Jokowi.

Quick count itu memang bukan hitungan resmi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), penyelenggaran pemilihan itu. Komisi itu masih melakukan perhitungan dan belum diumumkan hasilnya. Tapi semua lembaga konsultan politik yang melakukan hitung cepat itu sama hasilnya. Jokowi unggul atas Fauzi Bowo.

Hasil hitungan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), lembaga yang dipimpin Deny J.A., mereka melakukan hitungan cepat dengan teknik penarikan sampel multistage random sampling di 410 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di seluruh Ibu kota. Hasilnya pasangan Jokowi-Ahok memperoleh 43,04 persen. Kokoh diurutan pertama.

Pasangan Foke-Nara terpaut hampir 10 persen di bawahnya. Meraih 34,17 persen. Pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini 11,77 persen, Faisal-Biem 4,83 persen, Alex-Nono 4,37 persen, dan Hendardji-Reza Patria 1,82 persen. Berdasarkan penghitungan mereka, Jokowi menang hampir di seluruh zona pemilihan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Hitungan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pimpinan pakar politik Syaiful Mujani, pasangan Jokowi dan Ahok meraih 43,14 persen.  Kemudian pasangan Foke-Nara, 33,54 persen, Hidayat-Didik: 11,24 persen, Faisal-Biem: 5,08 persen, Alex-Nono: 4,98 persen, dan pasangan Hendardji-Riza, hanya 2,02 persen.

Mengapa pasangan Jokowi unggul jauh? Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia, Burhan Muhtadi menegaskan bahwa masyarakat Jakarta melihat figur Jokowi sebagai alternatif. Dia juga dinilai sebagai walikota yang sukses mengelola Kota Solo dan masuk dalam 25 walikota terbaik di dunia. Jadi publik punya alasan rasional memilih Jokowi.

Hasil akhir quick count atau perhitungan cepat versi Jaringan Suara Indonesia (JSI) juga memastikan Pilkada DKI Jakarta akan berlanjut pada putaran kedua karena tidak ada pasangan yang menembus 50 persen lebih dari hasil penghitungan sementara.

“Selamat pada dua kandidat yang akan bertarung pada putaran kedua antara pasangan nomor satu dan pasangan nomor tiga, keduanya akan melenggang di putaran kedua,” kata Fajar S Tamin, Wakil Direktur Eksekutif JSI dalam konferensi pers quick count di Hotel Pullman, Jakarta.

Hitung cepat JSI juga sama, Jokowi-Ahok memimpin perolehan suara. Pasangan ini meraup 41,97 persen, Foke-Nara 34,42 persen, kemudian disusul HNW-Didik dengan 11,4 persen, Alex Noerdin-Nono Sampono 5,16 persen, Faisal-Biem 5,16 persen, dan Hendardji-Riza Patria memperoleh 1,88 persen.

Perolehan suara Jokowi-Ahok melejit mengalahkan perolehan suara pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Hasil hitung cepat ini berbeda signifikan dari hasil survei terakhir JSI sebelum masa jeda, yang menempatkan Jokowi jauh di bawah Fauzi Bowo.

Asumsi banyaknya pilihan calon yang diharapkan mampu mendongkrak partisipasi pemilih, menurut JSI, ternyata tidak terbukti. Tingkat partisipasi pemilih tidak jauh berbeda dengan Pemilukada 2007 dengan 61,5 persen. Tahun ini naik menjadi 62,07 persen.

Sisi personal Jokowi cenderung menentukan, ketimbang citra partai. Meski keterlibatan tokoh nasional punya pengaruh tapi sisi personal paling berpengaruh. Peran media massa juga ikut membantu kemenangan Jokowi. Mulai dari mengolah isu partai sampai pembangunan sisi personal calon.

“Sebelum masuk Jakarta, pupularitas Jokowi di bawah 50 persen, tapi setelah masuk, tiap hari dia masuk media, ini membuatnya melejit,” tambah Eka Kusmayadi, Research Director JSI.

Hasil penghitungan cepat yang dilakukan Indobarometer juga menunjukkan pasangan nomor urut 3 Jokowi dan Ahok bertengger di puncak perolehan suara dengan 42,24 persen. Foke-Nara di posisi kedua dengan 33,77 persen, Hidayat-Didik sebanyak 11,50 persen, Faisal-Biem 5,11 persen, Alex-Nono di tempat kelima dengan 4,73 persen suara, dan posisi paling buncit pasangan Hendardji-Riza Patria dengan suara sebanyak 2,65 persen.

Sumber : vivanews