Pentingnya Kaca Spion Untuk Keselamatan Berkendara

Tidak sedikit pengendara motor yang tiba-tiba menyalip dari kanan atau kiri tanpa memberi sinyal, atau main pindah jalur seenaknya tanpa memperdulikan kondisi di samping, depan dan belakangnya. Bahayanya bukan kepalang, coba bila tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi!!

Padahal, saat ingin berpindah arah atau melakukan manuver untuk melewati kendaraan di depan, kita harus memastikan bahwa kita berada di lingkaran aman. Dengan kata lain, kita harus memastikan tidak ada ancaman bahaya di depan, samping kiri dan kanan serta belakang. Selain menggunakan mata untuk melihat sekitar, kaca spion adalah alat bantu keselamatan yang paling ampuh untuk memantau kondisi di belakang.

Sayangnya, spion seringkali hanya dijadikan asesoris saja. Bahkan masih banyak yang memasang kaca spion hanya karena takut ditilang. Memang, berdasarkan Undang-undang no 22 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan, pasal 285 ayat 1, pengendara akan ditilang atau denda sebesar Rp 250 ribu jika kendaraannya tidak dilengkapi dengan kaca spion.

Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul kaca, alat pengukur kecepatan, knalpot dan kedalaman alur ban sebagaimana diatur dalam pasal 106 ayat 106 ayat 3 junto pasal 48 ayat 2 dan 3 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)” terang seorang Brigadir Polisi Dua Besar personil Pam Obvit Polrestabes Semarang.

Memang, dengan perkembangannya kaca spion mengalami variasi yang banyak macamnya, tapi jangan lantas spion itu hanya dijadikan hiasan saja, motor juga memiliki blind spot yang tidak ter-cover si pengendara, maka fungsi kaca spion sangat diperlukan,” tambahnya.

Besar kecilnya kaca spion sangat memengaruhi daya pandang bikers saat berada di atas kendaraan. Sebenarnya yang paling benar adalah kaca spion yang dikeluarkan oleh pabrikan masing-masing. Dalam pengaturannya juga spion sangat berpengaruh, banyak yag main ganti spion tanpa menghiraukan fungsinya. Bukan berarti ganti kaca spion tidak diperkenankan, paling tidak gantilah kaca spion dangan menyesuaikan dengan kendaraan atau dianjurkan menggunakan kaca cembung.

Kalau masih kurang jelas, gunakan prosedur Head check atau tengokkan kepala sebentar untuk memastikan tidak ada apapun yang menghalangi biker saat pindah jalur. Semoga ulasan ini bermanfaat 😉

Sumber : yamaholigan