Test Ride Yamaha New V-Ixion Lightning, Makin Sporty ;)

Secara desain Yamaha New V-ixion Lightning mengalami banyak perubahan bentuk. Bukan cuma itu, penambahan fitur juga jadi konsen Yamaha. Meski kencan perdana dengan V-Ixion baru enggak lama, tapi banyak yang membuat biker kagum, apaan aja yuk disimak!

Desain dan Fitur

Dari sisi samping motor ini enak dilihat, ukuran tangki tak terlalu besar, serta frame delta box terlihat pas. Saat kondisinya tidak sedang distandar tengah, enggak cungkring kok. Sokbraker depannya memang masih menggunakan as dan tabung dengan diameter sama seperti model terdahulu tapi tingginya tidak sejangkung pada foto-foto yang sebelumnya beredar.

Tangkinya serasa moge, posisi kunci kontak berada di ujung depan tangki dan sekarang sudah dilengkapi pengaman bermagnet. Tapi untuk mengoperasikannya masih manual, menutup lubangnya harus dilakukan dengan menggeser tuas yang disediakan.

Panel indikatornya meski digital tetapi mudah dibaca. Enggak silau meski berkendara di bawah terik matahari. Bila diperhatikan, kini tidak ada lagi kabel speedometer di roda depan. Pasalnya, indikator kecepatan sudah bekerja berdasarkan input speed sensor di transmisi. Makin keren z 😉

Bodi belakang pun mengalami perubahan, behel yang dibuat menyatu dengan bodi belakang terlihat simpel. Tapi tenang, meski bentuknya menyatu dengan bodi, bagian pegangannya tetap keras. Genggaman tangan mantap saat menggeser posisi motor saat di parkiran.

Buntutnya juga oke punya, meruncing dengan bentul stop lamp dan sein yang dinamis. Spakbor belakangnya terlihat besar, namun bagi yang ingin diganti dengan ukuran kecil Yamaha punya spakbor belakang yang lebih pendek yang dijual sebagai aksesoris resmi.

Handling V-Ixion Lightning

Wah, tidak beda jauh dari versi sebelumnya. Masih tidak terlalu tinggi, kaki juga enggak ngangkang. Pas buat pengendara bertubuh 165 cm ke atas. Tapi ketika tangan meraih setang baru terasa beda. Tekukan setang tidak setinggi V-Ixion lama, kini makin terasa sporty. Meski lebih rendah, soal kenyamanan enak kok buat harian. Tidak senunduk motor sport berfairing, yang ini masih pas buat perjalanan sehari-hari.

Handlingnya saat menikung cukup menyenangkan. Lebih tenang ketimbang V-Ixion lama, apalagi saat belok di permukaan aspal yang tidak sepenuhnya rata. Wajar saja, kini kaki-kakinya lebih gambot. Pelek depan pakai ukuran lebar 2,15 inci dengan ban 90/80-17. Sedang yang belakang peleknya lebar 3,5 inci dikawal ban 120/80-17. Menariknya, ban bukan pakai IRC atau Federal, tapi kini disuplai Dunlop.

Rem belakangnya bikin lebih pede karena sudah dijejali disk brake single piston, pakem!

Performa

Yamaha menjelaskan ada peningkatan tenaga hingga 1,5 PS. Dari 15,09 PS, meningkat jadi 16,59 PS di 8.500 rpm. Konsumsi BBM-nya juga lebih hemat.

Motor yang sistem injeksinya banyak diperbaharui ini tetap asik dibawah jalanan. Torsinya mulai terasa mendorong kuat saat putaran mesin mencapai angka 7.000 rpm. Angkat roda depan atau wheelie sih gampang. Perpindahan transmisi 5 percepatannya juga halus.

Makin menyenangkan, Yamaha mempertahankan desain tuas transmisi model injak depan-belakang.Soo..sepatu ga bakalan rusak karena harus mencongkel tuas transmisi, bisa injak belakang 😉 . Meski auranya sporty tapi Yamaha tidak canggung memasukan fitur fungsional ini.

Untuk banderolnya kita tunggu z 😉

Sumber : otomotif