Jakarta, Prosedur Ganjil Genap Diberlakukan, Aturan 3 in 1 Otomatis Hilang


Penerapan sistem ganjil genap secara otomatis akan menghilangkan aturan 3 in 1 di sejumlah ruas jalan utama Ibu Kota. Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kota DKI Jakarta.

Kalau sudah genap-ganjil, 3 in 1 nya kan sudah musti ilang,” ujar Jokowi, Senin (10/12/2012).

Namun, untuk penentuan lokasi pemberlakuan sistem ganjil genap ini, Jokowi menyatakan masih terus dikaji oleh jajarannya di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang bekerja sama dengan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.

Masih dalam proses (lokasi). Apakah memang dua area seperti kemarin atau masih harus ditambah. Ini kan kita masih berhitung lagi untuk ganjil-genap itu,” imbuh Jokowi. Mantan Walikota Solo ini menambahkan, kajian itu dilakukan agar tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan dengan sistem genap-ganjil itu. Pasalnya, mobilitas masyarakat akan terhambat dengan adanya sistem ganjil genap itu.

Harus ada kajian dong, kajian ekonominya seperti apa? Kajian sosialnya seperti apa? Semuanya harus dihitung tidak hanya pras, pres, pras, pres. Semuanya harus dijelaskan. Tetapi yang paling penting, hitungan ekonomi itu harus dikalkulasi. Berapa hemat BBM setiap hari. Jutaan lho itu jutaan liter nanti,” tambahya.

Dengan diberlakukannya sistem ganjil-genap ini, Jokowi memprediksi akan mampu mengurangi jumlah kendaraan yang melintas sebanyak 42 persen.

Ini nanti akan terkurangi banyak. Ini kemarin itungannya saja kan bisa sampai 42 persen terkurngi kendaraan. Tapi, belum dipastikan kapannya belum secara pasti. Apakah mobil, ataukah mobil plus sepeda motor juga belum,” pungkasnya.

Sumber : okezone

Tinggalkan Balasan