Pangandaran Masih Favorit Sebagai Destinasi Liburan Natal & Tahun Baru

Ribuan wisatawan dari berbagai daerah masih memadati kawasan wisata Pantai Pangandaran, Daerah Otonom Baru Kabupaten Pangandaran. Jumlah tersebut masih lebih sedikit apabila dibandingkan masa libur cuti bersama menjelang Hari Natal. Diperkirakan keramaian lokasi pariwisata laut andalan Provinsi Jawa Barat tersebut, bakal berlangsung hingga memasuki tahun baru 2013.

Masih membludaknya wisatawan juga ditandai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel, khususnya yang berada di sisi pantai. Hampir seluruh hotel masih ramai oleh tamu. Dipastikan semakin mendekati tahun baru, kawasan wisata Pangandaran bakal kembali penuh sesak oleh wisatawan. Tidak hanya hotel yang penuh dengan tamu, sejumlah rumah milik warga juga disewakan kepada pengunjung.

Keramaian kawasan pantai pangandaran sudah mulai dirasakan sejak pagi. Banyak wisatawan yang sudah bermain dan berenang di pantai, atau sekadar berjalan menyusur pantai. Semakin siang, jumlah wisatawan yang masuk bertambah banyak. Akibatnya hampir seluruh kawasan pantai penuh dengan wisatawan.

Selain wisatawan, kawasan Pantai barat juga semakin bertambah ramai dengan banyaknya perahu pesiar. Wisatawan harus berbagi tempat dengan perahu pesiar Pangandaran, yang siap membawa wisatawan menuju lokasi pasir putih di kawasan cagar alam Pananjung.

Banyaknya wisatawan yang menghabiskan masa liburan, tidak pelak juga menjadikan beberapa kawasan yang sebenarnya dilarang untuk berenang atau bermain, juga dipadati pengunjung. Tidak sedikit di antara mereka yang mengabaikan tanda larangan berenang, berupa bendera warna merah.

“Ramai sekali. Pangandaran ternyata lebih indah dibandingkan Ancol,” tutur Irman warga Jakarta yang mengaku baru pertama datang ke Pangandaran.

Dia mengaku bersama keluarganya sengaja mengisi liburan sekolah dengan mengunjungi Pangandaran. Selain berenang dan mandi di pantai barat, ia juga sudah bermain di kawasan pantai timur serta menikmati kuliner masakan hasil laut di pasar ikan Talanca.

Irma menilai pangandaran memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan tempat lainnya. Alasannya karena di Pangandaran dapat sekaligus menikmati peristiwa alam matahari tenggelam di Pantai Barat serta matahari terbit di ufuk Pantai Timur. “Kalau Bali kan ada Kuta dan Sanur, di Pangandaran juga ada Pantai Barat dan Timur. Lebih asyik lagi jarak kedua pantai tidak jauh,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Badan Penyelamat Wisata Trita (Balawista) Pangandaran Dodo Taryana mengaku masih banyak wisatawan yang bermain atau berenang di lokasi yang sebenarnya berbahaya. Di lokasi yang ditandai dengan bendera warna merah, terdapat arus balik yang kuat.

Dia mengatakan banyak wisatawan yang secara tidak sengaja bermain di kawasan terlarang itu , karena tergeser oleh wisatawan lainnya. Awal mulanya, mereka berenang di lokasi yang aman, akan tetapi semakin banyak yang berenang, perlahan-lahan akhirnya tergeser ke tempat yang terlarang.

Sementara itu Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI) Kabupaten Ciamis Adang Hadari Sandaan, mengungkapkan jumlah kunjungan tamu atau wisatawan yang datang ke Pangandaran bakal terus berlangsung hingga memasuki tahun baru 2013. Banyaknya tamu yang datang ke Pangandaran mulai berlangsung menjelang Hari Natal.

Menjelang Natal pengunjung membludak, kemudian berangsur sedikit menurun. Akan tetapi nanti mulai hari Sabtu (29/12) wisatawan bakal kembali ramai hingga malam pergantian tahun. Tidak hanya hotel, rumah warga juga ada yang disewakan untuk pengunjung,” tuturnya

Sumber : pikiran-rakyat

%d blogger menyukai ini: