Tips Menghadapi Manuver Berbahaya Angkutan Umum

Oke lah kalo begitu, saya mengalah saja dari pada ribut”, ucap Lukman, pengendara motor yang hampir saja menabrak sebuah angkutan kota. Mungkin kejadian seperti itu sering bikers alami. Bila diteruskan, ujung-ujungnya pasti akan berakhir keributan. Sebagai pengendara yang sudah tahu safety riding, bro dan sis haruslah mampu mengendalikan emosi di  jalanan, lebih baik mengalah dari pada menjadi tontonan pengendara lain.

Sudah seharusnya kendaraan umum dapat menjadi modal transportasi massal yang paling diminati masyarakat, bukan menjadi sosok yang menakutkan bagi pengguna kendaraan pribadi. Namun apa boleh dikata? Sekarang kondisi dunia jalanan  memang sudah seperti itu, jadi mau tidak mau harus dihadapi.

Berikut ini mengupas bagaimana caranya menciptakan defensive driving and riding dari segelintir oknum pengendara angkutan umum yang ugal-ugalan :

1. Posisi Kanan Belakang

Pastikan posisi bikers selalu berada di sebelah kanan belakang angkot, untuk menghindari manuver supir angkot yang banting setir secara langsung kearah kiri untuk mengambil penumpang.

2. Jaga Jarak

Jaga jarak minimal 3 detik atau sekitar 20 meteran pada speed 30-50 km/jam, dari angkutan umum yang berada di depan.

3.  Jadilah yang Melihat dan Terlihat

Jika bikers hendak mendahului angkutan umum.  Usahakan terus menerus memberikan klakson atau tanda lainnya, agar sopir angkot memperhatikan kehadiran kita.

4. Tenang atau Mengalah

Jika posisi bikers berada di samping angkot, kemudian secara tiba-tiba sopir angkot tersebut bermanuver membanting setir mendadak ke sebelah kanan.  Jangan langsung kaget dan swerving (bermanuver menghindar ke arah samping). Hendaknya sebelum melakukan swerving, perhatikan terlebih dahulu ruang gerak kiri-kanan bikers. Jika aman, segera putuskan apakah jalan terus mendahului angkot atau mengurangi kecepatan dan membiarkan angkot berada di depan Motobikers.

5. Kendalikan Sikap

Dengan alasan apapun, jangan berkejaran dengan angkot yang sedang memburu penumpang atau sedang balapan dengan angkot lainnya. Bahaya!

6. Jaga Jarak Aman

Jika jalur lambat dipenuhi angkot, bersabarlah.  Jaga jarak di belakang angkot agar bikers jauh dari asap knalpot dan manuver tak terduga dari Sopir angkot.

7. Tetap Waspada

Jika posisi berkendara bikers berada di depan angkot, waspadalah!. Sopir angkot biasanya sangat tidak sabaran dan akan mencari jarak terpendek dengan kendaraan yang berada di depannya. Contohnya dengan menempel ketat motor kita. Hal ini ditakutkan, angkot tersebut menyeruduk motor kita dari belakang. Jaga jarak sejauh mungkin atau menjauhlah dari angkot yang berada di belakang kendaraan bikers.

8. Pahami Psikologisnya

Sopir angkot bekerja sangat keras dan penuh tekanan dari hari ke hari. Disamping karena sewa mobil yang kian mahal, mobil angkot juga semakin banyak ditambah penumpang beralih ke kendaraan lain. Belum lagi tekanan ekonomi dan lain sebagainya. Alangkah baiknya jauhilah konflik dengan sopir angkot. Bikers jauh lebih baik dan lebih beruntung dari mereka, syukurilah! Bersabar lah brosis! 😉

9. Kenali Sinyal-Sinyalnya

Jika angkot memiliki kernet, berhati-hatilah. Si kernet biasanya  dapat naik turun seenaknya sendiri. Perhatikan pula sinyal tangan dan teriakannya yang menunjukkan naik-turun penumpang atau manuver mobilnya.

10. Cari Kelancaran

Sebisa mungkin carilah rute jalan yang tidak dipadati angkot (terminal atau tempat ngetem). Lebih baik mencari jalan yang jauh tapi lancar ketimbang jalan dekat tapi macet. Tentunya akan lebih indah bila semua dapat saling berbagi di jalan. Selamat mencoba brosis! 😉

Sumber : motodream