Merawat Sepeda Motor di Musim Hujan

Musim hujan belakangan ini sepertinya tak kunjung berhenti. Apa yang harus kita lakukan sebagai bikers yang kesehariannya berkendara dengan sepeda motor? Perlu sedikit kerja ekstra dalam merawat motor dimusim hujan agar motor tetap dalam kondisi prima dan senantiasa bersih berkilau.

Korosi yang diakibatkan air hujan jelas akan merusak motor kita, karena air hujan mengandung garam, CO2 dan bersifat asam. Zat asam ini terdiri dari Asam belerang (H2SO4) dan asam Nitrat (HNO3). Hal inilah yang mengancam motor kita karena sebagian besar motor kita bermaterial besi.

Nah, bagi Anda yang sayang dengan motor berikut tips merawat motor di musim hujan, bagi yang memiliki waktu luang banyak bisa dicuci sendiri, jika tidak ada waktu bisa dicuci steam, saat ini sudah banyak jasa cuci motor yang buka 24 jam. Motor terawat dengan kondisi mulus dan bersih akan memiliki nilai jual yang tinggi tentunya 😉 .

  • Cuci Steam

Mencuci bersih setelah motor digunakan di tengah guyuran hujan, sebaiknya Anda mencucinya sendiri. Jika tidak sempat, cara mudah dan praktis langsung saja dibawa ke tempat cuci steam. Jika kedua kondisi tersebut tak memungkinkan minimal motor Anda dibilas atau diguyur air bersih (bukan air hujan). Agar bekas air hujan yang mengandung zat asam bisa hilang. Lalu lap dan keringkan. Pastikan bagian bawah motor dibersihkan karena lokasi ini biasanya banyak lumpur yang mengendap dan mengakibatkan karat.

  • Ban

Kondisi ban dimusim hujan dan cuaca dingin akan berpengaruh terhadap tekanan angin di dalam ban, biasanya akan berkurang, dan ban agak sedikit kempis, hal ini perlu diwaspadai, jadi minimal 2-3 hari lakukanlah pengecekan tekanan angin pada ban motor anda. Saat ini sudah banyak Pom bensin yang menyediakan alat ukur dan gratis. Pastikan besaran tekanan itu sesuai dengan standar pabrikan.

Ban yang tekanan anginnya kurang dari standar, sangat rentan cepat aus. Pasalnya, dengan tekanan kurang, maka permukaan telapak ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan semakin banyak. Selain menjaga tekanan angin, sebaiknya Anda juga mencuci ban. Sikat bagian telapak dan dinding samping ban. Hal ini selain untuk menghilangkan unsur asam yang ada dalam kandungan air hujan, juga unsur lain seperti lumpur atau kotoran yang menempel di ban.

Beberapa kotoran seperti bekas deterjen, oli, minyak tanah, bensin, yang sebelumnya tumpah di jalan atau berada di genangan air hujan bisa terbawa oleh ban motor Anda. Unsur-unsur yang ada di zat itu memicu karet ban cepat getas.

  • Rantai

Bagian lain dari motor yang rawan bermasalah setelah dikendarai di tengah guyuran hujan adalah rantai. Terlebih motor yang tidak menggunakan tutup rantai. Air hujan yang bersifat asam memicu terjadinya karat pada piranti ini. Oleh karena itu, setelah menerjang hujan, bersihkan dan cucilah rantai, lalu lumasi dengan pelumas yang memiliki kekentalan minimal 95 SAE sehingga rantai anda terhindar dari karatan.

  • Kanvas rem dan piston cakram rem

Rem setelah terkena air hujan biasanya akan menimbulkan bunyi, hal ini disebabkan oleh material kampas rem dari campuran asbes. Bahan tersebut bila banyak terkena air akan menggelembung dan mengeras pada saat kering. Akibatnya, rem terasa keras pada saat pedal rem diinjak atau bahkan muncul suara mendecit atau suara keras lainnya.

Solusinya setelah motor dicuci bersih dan pastikan bagian rem juga bersih, lalu keringkan kampas rem, dengan cara jalankan motor maju mundur dan tarik tuas rem secara berulang agar kampas rem menjadi kering sempurna. Jika bunyi rem tidak hilang maka amplaslah kampas rem dan tromol secara halus dan tipis.

  • Busi

Setelah motor selesai dicuci, sebaiknya dicabut cop atau karet penutup busi kemudian tiup dan lap dengan air bersih. Begitu pula dengan kabel busi serta businya. Bersihkan bagian elektroda atau sumbu yang terletak di bagian bonggol busi. Membersihkan elektroda tidak harus setiap hari setelah motor digunakan, tetapi membersihkan cop dan kabel harus tiap hari.

  • Kotak saringan udara

Udara merupakan unsur penting untuk pembakaran bahan bakar di ruang bakar mesin. Bila piranti ini basah karena air hujan masuk atau merembes ke dalamnya, maka udara akan bercampur embun. Akibatnya, pembakaran pun tak sempurna dan motor akan mbrebet alias batuk-batuk bahkan bisa mogok. Oleh karena itu, bersihkan dan keringkan perangkat itu bila motor telah digunakan di tengah guyuran hujan. Bagi motor yang filternya dilepas, sebaiknya dipasang kembali.

  • Knalpot

Pada umumnya, bagian dalam knalpot dan leher knalpot akan keropos bila banyak kotoran menempel di bagian itu. Terlebih bila kotoran tersebut bercampur dengan air hujan. Oleh sebab itu, bila motor telah melibas genangan air hujan atau banjir dan air hujan masuk knalpot, sebaiknya air dikeluarkan. Setelah motor dicuci bersih, panasi mesin. Setelah itu, semprotkan oli ke dalam bagian knalpot dan oleskan bagian leher knalpot dengan grease. Kemudian panasi lagi mesin motor sekitar 5 menit.

  • Jari-jari roda

Gunakan lap bersih untuk mengeringkan jari-jari roda yang kebasahan. Bila tidak, jari-jari pada velg motor akan keropos. Keropos pada velg memang tidak tampak di luar, tapi terjadi di dalam velg.

  • Kabel Body

Hindari kabel body dan socketnya dari air karena bisa mengakibatkan konslet sehingga bisa merusak komponen kelistrikan. Bagi yang berliran trondol saat musim hujan pasanglah body motor untuk melindungi bagian kabel dan kelistrikan. Cek dengan cermat sambungan-sambungan kabel, pastikan semua dalam kondisi tertup rapat dan tidak mudah masuk air.

Demikian Tips merawat sepeda motor dimusim hujan, semoga bermanfaat 😉

Sumber : stephenlangitan