Test Ride Harian Mio GT Ala Blogger!

Mulai dari jalan santai,sedang hingga geber gas sampai penuh. Dari sekian impresi yang didapatkan, tidak diragukan generasi handling Mio GT identik dengan Mio-J.

Nyawa matic pabrikan garputala adalah lincah.Mau ditekuk hingga rebah, reaksi kuda besi tetap nurut dan anteng. Padahal dengan ban mungil standar skutik yang disematkan seharusnya handling rada kedodoran. Namun generasi Mio tidak!! Berikut detail impressi hasil menunggangi Mio GT selama hampir sepekan sekitaran Jabodetabek:

Ergonomi Riding & Style

Posisi riding Mio GT sama bila dibanding MIO-J. Dengan tinggi badan 170cm, kaki blogger menapak sempurna bahkan lutut ditekukpun telapak kaki tetap menyentuh tanah dengan mudah. Sisi ini nampaknya berusaha dipertahankan oleh Yamaha guna mengakomodasi para biker bertinggi badan mungil. Anyway, secara style…..perombakan tebeng depan ternyata cukup efektif. Telah Banyak komentar positif dilontarkan oleh beberapa rekan-rekan yang telah melihat sosok si GT. Tidak terkecuali nyonya Blogger yang mengatakan “keren”. Yah….memang selera mzbro. Namun overall, desain Mio GT memang jauh lebih agresif..!!!

Build quality/kualitas finishing

Sudah rahasia umum build quality serta finishing menjadi nilai plus produk racikan pabrikan garputala. Material tebal serta kualitas coating cat diatas rata-rata. Begitu juga mika lampu senja serta sein dimoncong depan…..solid terlihat paten. Overall….sisi ini menjadi nilai positif tak terbantahkan.

Engine & Perfomance

Mesin generasi Mio-GT memang beda dibanding versi sporty. Pabrikan mencangkokkan Diasil Silinder serta Forged Piston sebagai jaminan kualitas dan keawetan. Semua makin sempurna ketika pihak pabrikan menjejali teknologi YMJet FI. So…jangan heran Mio injeksi lebih irit ketika dipakai jalan santai sebab dibawah kecepatan 60km/jam mekanisme air assist passage bakal mengatur sedemikian rupa. Terus gimana performa dilapangan??…

Tidak ada perbedaan yang blogger rasakan alias identik dengan Mio-J. Tarikan lumayan enteng…..namun tidak galak. Ketika dibetot pol….power baru terasa ngisi setelah speed nangkring pada kisaran 65km/jam. Menginjak 80km/jam…..raungan engine semakin halus. Sensasi yang ditawarkan cukup menyenangkan. Top speed terbaik Mio GT baru dapat diraih 100km/jam. Perlu diingat juga bike purposes made bukan untuk geber-geberan…melainkan lebih condong sebagai commuter bike yang dituntut efisien, easy to use serta lincah….!!!

Ride and handling

Nah….ini dia yang blogger sukai. Handling skutik Yamaha selalu “light” namun stabil. Dikendarai melibas jalanan mulus….enak tenan. Tidak ada gejala limbung atau goyang. Tekukannya mantap. Karakter suspensi yang rada stiff menjadi penyumbang terbesar kehandalan handling. Bobot Mio GT yang enteng jelas menjadi keuntungan tersendiri bermanuver. Tajam dan ringan….!!!

Braking/pengereman

Soal ini tidak bisa dibantah…..rem Yamaha selalu pakem. Sekali tarik tuas…..mau sampeyan lari diatas 80km/jam pun, Mio GT akan berhenti tanpa mengeluh. kelebihan lain adalah respon seluruh komponen ketika rem dibetot habis. Sasis, suspensi dibikin sedemikian rupa agar mampu menahan dorongan gaya G tanpa membuat kedodoran handling. Kondisi ini terus dipertahankan sejak era Mio hadir dijalanan tanah air. Dan kini menurun juga pada versi GT….

Kesimpulan

Last….perombakan sisi tebeng pada Mio GT berhasil membuatnya tampil lebih agresif serta “anak muda banget”.  Tidak bisa dipungkiri….aura gentle & though memang tepat disandangkan kepada sang skutik. Desain fresh, striping sporty, plus segudang fitur yang dicangkokkan pada si GT menjadikan matic ini mempunyai kans terbuka menjadi favorit baru anak muda. 😉

Sumber : iwb