Polri Targetkan Sistem Tilang Elektronik Berlaku di 2015

Setelah diuji coba beberapa kali sejak 2011, sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) alias sistem Tilang Elektronik yang dicanangkan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, tidak terdengar lagi kabarnya. Hingga saat ini sistem tersebut belum juga diberlakukan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, tilang elektronik masih menjadi cita-cita. Butuh dana yang cukup besar untuk merealisasikan proyek yang akan dilaksanakan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu.

Kendati sudah menjelaskan efektivitas alat tilang elektronik, tapi rupanya alat  tersebut masih sebatas angan-angan saja. Polri mengakui alat tilang itu memang diinginkan Polri tapi karena belum ada anggarannya, maka hingga saat ini belum bisa dijalankan.

Memerlukan dana yang cukup tinggi, mulai dari CCTV, database kendaraan, bagaimana nanti sistem pembayaran. Berarti kan bangun sistem baru. Itu butuh pembiayaan tinggi,” jelas Boy usai acara diskusi di Matraman, Jakarta Pusat, Rabu (20/3).

Namun cita-cita ini juga ada targetnya. Jika semua lancar, Polri ingin sistem tersebut bisa berjalan di tahun 2015 dengan Jakarta sebagai kota pertamanya.

Mudah-mudahan dalam 2015 paling lambat. Di Jakarta dulu, diupayakan sebagai pilot project ya, nanti baru lainnya dipikirkan. Kalau kita lihat manfaatnya cukup baik bagi penegakan hukum, meningkatkan ketertiban berlalu lintas, mengapa tidak? Di daerah lain kita coba,” lanjutnya.

Sebelumnya, wacana ini bergulir ketika Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengadakan rapat bersama Kakorlantas Polri. Disebutkan ada beberapa terobosan yang ingin dilakukan Kakorlantas untuk menertibkan lalu lintas.

Kita sedang akan laksanakan, electronic low investment. Jadi tidak lagi bersentuhan masyarakat dengan polisi, tapi dengan sistem elektronik, ini sudah kita rintis terutama Polda Metro. Dengan cara memanfaatkan data, speed gun dan kamera,” kata Kakorlantas Irjen Pol Pudji Hartanto kemarin di Mabes Polri.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan penerapan sistem tilang online ini akan memudahkan masyarakat serta pihak berwajib dalam menerapkan disiplin berlalu-lintas.  Selain itu, sistem online tersebut akan memudahkan kepolisian untuk memberikan tindakan serta mencegah terjadinya aksi suap di jalan “Kami kan cuma mau membuat nyaman warga Jakarta,” kata Ahok.

Tilang online mengadopsi sistem lalu lintas di Singapura. Nantinya setiap lampu merah dipasangi sensor. Begitu ada kendaraan terdeteksi melewati sensor, maka secara otomatis terfoto kendaraannya. Hasil foto dikirim ke TMC Polda Metro Jaya untuk dilacak identitasnya melalui database. Setelah diketahui, surat tilang dikirim via pos ke rumah yang bersangkutan.

Sumber : motodream