Tekan Budget, Pemerintah Hanya Ijinkan Motor Gunakan BBM Bersudsidi

Pemerintah kembali harus menanggung kerugian yang tidak sedikit akibat jebolnya anggaran untuk BBM bersubsidi. Beberapa langkah dilakukan pemerintah namun kerugian tetap tidak bisa dihindari. Karena itu, jika tidak tegas dalam memberikan pelarangan konsumsi BBM bersubsidi, pemerintah siap-siap menanggung beban yang tidak sedikit.

Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Susilo Siswoutomo menyarankan agar konsumsi BBM bersubsidi hanya boleh digunakan untuk kendaraan roda dua saja (sepeda motor). Ditambahkannya, jika memang pemerintah konsisten dalam menerapkan aturan tersebut, maka anggaran bisa ditekan.

Hemat energi yang selama ini tidak berhasil diharapkan bisa sukses.  Kendati demikian, Susilo belum bisa merinci berapa besar jumlah penghematan yang bisa didapat pemerintah dari opsi tersebut. Masalahnya, rencana ini masih dalam proses penggodokan.

Saya sih maunya yang menggunakan BBM bersubsidi cuma roda dua saja. Kalau memang siap akan diinformasikan ke seluruh Indonesia. Sementara untuk mobil, gunakan BBM non subsidi. Karena dengan demikian pemerintah akan menghemat anggaran untuk BBM bersubsidi ini,” ujarnya, di Kantor Kementerian ESDM

Untuk dapat merealisasikan hal itu, tahap awal kendaraan roda empat akan dibatasi untuk penggunaan BBM bersubsidi.

Semua masih dalam tahap proses pembahasan. Jika memang sudah berjalan kita akan konsisten agar mobil tidak menggunakan BBM bersubsidi,” imbuhnya.

Kerugian pemerintah akibat jebolnya anggaran BBM bersubsidi yang hampir Rp 300 triliun tahun ini masih bisa diatasi dengan cara tersebut. Selain itu, rencana untuk menekan kerugian pemerintah sudah berencana memprecepat proses konversi BBM menjadi bahan bakar gas (BBG) yang lebih hemat dan efisien.

Sumber : motodream