Mengenal Macam Backfire dan Penyebabnya

Mesin nembak-nembak mungkin biker pernah mendengar dari mesin mobil atau motor kendaraan lain atau mungkin pernah mengalaminya sendiri.

Nembak-nembak” tadi di dunia otomotif disebut dengan istilah Backfire. Backfire terjadi saat mesin bekerja. Bisa terjadi di Intake (jalur masuk udara dan bensin) dan juga di Exhaust (jalur gas buang / knalpot).

Saat ini sudah jarang terjadinya Backfire, dikarenakan umumnya sudah berteknologi injeksi (Electronic Fuel Injection). Sistem EFI memperkecil terjadinya backfire, karena didukung oleh manajemen pengapian dan supply bensin yang baik hingga kontrol emisi yang saling berkaitan. Tetapi, bukan tidak mungkin untuk tetap terjadinya backfire pada mesin injeksi.

Intake-Backfire

Ledakan yang terjadi di intake umumnya terjadi akibat campuran bahan bakar dan udara yang tidak sempurna karena terlalu ‘kurus’ / Lean / miskin. Yaitu kandungan bensin terlalu sedikit berbanding kandungan udara. (idealnya adalah 14.7 butir udara berbanding 1 butir bensin). Karena terlalu sedikitnya bensin dalam campuran yang masuk ke ruang bakar, membuat campuran tersebut sangat lambat, bahkan tidak bisa terbakar oleh percikan busi.

Akibatnya, saat valve (klep) exhaust membuka untuk proses pembuangan, panasnya membakar bensin yang tidak bisa / lambat terbakar tadi, ketika panas itu mulai membakar bensin tadi, secara bersamaan valve intake membuka untuk proses hisap menyalurkan campuran bensin+udara baru, hasilnya terjadilah ledakan yang apinya bisa menyulut menyebar sampai ke filter udara dalam sekejap. Pada kondisi ini, sebenarnya ledakan terjadi juga bersamaan di intake dan exhaust.

Intake-backfire juga bisa terjadi akibat timing pengapian yang terlalu maju. Jadi saat Valve Intake membuka untuk men-supply campuran bensin dan udara, sebelum Valve tersebut menutup, busi sudah memercikkan api.

Akibatnya, ledakan terjadi tidak di ruang bakar saja, melainkan juga menyebar masuk ke intake manifold hingga ke filter udara.

Exhaust-Backfire

Yaitu terjadinya ledakan pada jalur keluar / gas buang. Dalam hal ini akan terdengar melalui knalpot. Kalau knalpotnya mempunyai daya redam yang baik, bunyi yang keluar tidak terdengar keras.

Exhaust-backfire terjadi akibat bensin yang tidak terbakar di ruang bakar, baru terbakar setelah dibuang ke exhaust manifold (jalur knalpot) yang sangat panas. Ledakan di luar ruang bakar ini menghasilkan bunyi yang keras.

Exhaust-backfire biasanya diakibatkan oleh timing pengapian yang salah atau terlambat, sehingga bensin+udara belum sempat dibakar, sudah dibuang ke exhaust yang sangat panas sehingga ledakan terjadi di knalpot. Exhaust-backfire juga bisa disebabkan karena campuran bensin+udara yang tidak baik, sehingga susah bahkan tidak bisa terbakar oleh percikan busi.

 

Akibat Backfire

  • Kehilangan Tenaga Mesin: Setiap ledakan yang terjadi di ruang bakar menghasilkan tenaga untuk poros mesin berputar. jika ledakan tidak terjadi di ruang bakar, maka mesin kehilangan tenaga putarnya.
  • Boros BBM: Setiap butir Bahan Bakar diharapkan dapat menjadi tenaga untuk memputar poros mesin.
  • Komponen Mesin Rusak: Selang / Hose Intake bisa sobek atau pecah, Knalpot bocor, Filter udara sobek/hancur, dll.

 

Backfire di Dunia Balap

Pernahkah memperhatikan mobil/motor balap saat memasuki tikungan tajam atau memperlambat kecepatan, terdengar suara ledakan-ledakan (backfire)? Hal tersebut sering terjadi akibat campuran bensin+udara yang ‘rich’, sehingga banyak bensin yang belum sempat terbakar, terbuang ke Exhaust Manifold saat pedal gas dilepas (throttle closed) tiba-tiba. Fenomena backfire dalam dunia balap dan drag-race membuat kesan “cool”. Lebih seru lagi, hingga dipasang Flame Thrower pada knalpot yang menyemburkan kobaran api.

 

Penyebab Backfire

Backfire dapat disebabkan oleh beberapa kondisi seperti di bawah ini:

  • Tekanan bensin rendah: bisa disebabkan oleh filter bensin kotor/mampet, pompa bensin bermasalah, fuel injector kotor/mampet, Fuel Pressure Regulator bermasalah, selang vacuum Fuel Pressure Regulator rusak/sobek.
  • Salah urutan pemasangan kabel busi
  • Penggunaan busi yang tidak tepat / busi mati.
  • Timing pengapian yang tidak tepat.
  • Valve Intake bermasalah (nyangkut, bocor)

Bilamana biker mengalaminya, segera konsultasikan dengan service advisor di bengkel resmi terdekat! Moga ulasan di atas berguna buat biker semua 😉

Sumber : saft7.com