Yamaha Tatap GP Austin dengan Optimistis

Doha – Kendati hanya menempatkan satu pebalap di podium GP Qatar, Yamaha menatap seri berikutnya dengan optimistis. Keberhasilan Valentino Rossi bersaing di posisi terdepan jadi pemacunya.

Yamaha menutup seri pembuka di sirkuti Losail, Qatar, Senin (24/3/2014) dinihari WIB tadi dengan menempatkan Valentino Rossi di podium kedua. Sementara Jorge Lorenzo gagal finis setelah terjatuh di awal-awal balapan.

Meski hanya menempatkan Rossi di podium, tapi tim ‘Garpu Tala’ tampaknya bisa menatap seri berikutnya di Austin, Amerika Serikat dengan optimistis. Kenyataan bahwa Lorenzo sedang memimpin jalannya balapan sebelum akhirnya terjatuh niscaya menjadi sebuah pertanda bahwa pebalap asal Spanyol itu bisa ikut bersaing di baris depan.

Lorenzo sendiri telah mengakui bahwa dirinya melakukan kesalahan dalam memperlakukan ban sehingga terjatuh. Tapi yang menjadi sorotan utama pebalap 26 tahun itu adalah keberhasilan Rossi finis kedua dan kini mengalihkan fokus ke Austin.

“Valentino telah menunjukkan bahwa Yamaha bisa bersaing meski dengan ban-ban ini dan kompetisi masih panjang, jadi mari kita lihat apa yang terjadi di Austin,” katanya dikutip Crash.

Sementara Rossi mengungkapkan kepercayaan dirinya dengan YZR-M1 tahun ini. Dia bertekad mempertahankan performa dan kembali bertarung di grup terdepan pada seri Austin, 15 April mendatang.

“Ini adalah hasil bagus untuk saya. Saya akan mencoba (menang) selanjutnya, tapi sekarang kuncinya adalah terus tampil seperti ini,” kata Rossi.

“Sekarang saya merasa lebih tangguh. Saya bisa menunggangi motor dengan lebih baik dan saya bekerja lebih oke dengan tim,” lanjutnya.

“Jadi dari Austin saya ingin terus berada di depan. Kami tahu ini akan sulit dengan (kecepatan) Honda, dengan (kemampuan) Marc. Tapi kami harus mencoba,” demikian enam kali juara dunia MotoGP ini.

Musim lalu Rossi juga berhasil finis kedua di Qatar, tapi lantas menurun dan hanya finis keenam di Austin akibat sejumlah masalah. Sepanjang musim tersebut, Rossi pada prosesnya cuma satu kali juara, yakni di Belanda.

sumber

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.