Kenapa sih Yamaha R15 tidak pakai Kick Starter ?

Jakarta -Yamaha Indonesia sudah resmi meluncurkan motor sport, R15 di pasar roda 2 nasional. Motor yang dibanderol Rp 28 jutaan ini langsung diburu pecintanya di Tanah Air.

Tapi, dari semua keunggulannya, Yamaha R15 tidak menggunakan kick starter atau starter engkol. Hal ini sama persis ketika Yamaha meluncurkan V-Ixion model terbaru yang juga tanpa dilengkapi starter engkol. Lantas apa alasan Yamaha?

GM Service & Motor Sport Yamaha Indonesia, M Abidin, menjelaskan Yamaha R15 itu mesin nya sudah menggunakan teknologi injeksi. Mesin injeksi itu, khususnya milik Yamaha mempunyai berbagai keunggulan, salah satunya aki menjadi hemat.

Abidin melanjutkan, keunggulan mesin injeksi Yamaha yang lainnya seperti mudah dihidupkan dibanding karburator. Karena, pada sistem Injeksi bahan bakar di semprotkan ke ruang bakar, pada sIstem karburator mengandalkan daya hisap mesin (gaya inersia)

Keunggulan lainnya lanjut Abidin, di mesin Injeksi Yamaha sudah dilengkapai komponen “Dekompresi”. Komponen itu merupakan alat untuk membocorkan kompresi sebelum mesin di start secara otomatis kompresin dibocorkan.

“Akibatnya starter mesin jadi sangat ringan. Hal ini tentu saja tidak membebankan aki,” ujar Abidin saat dihubungi detikOto, Sabtu (26/4/2014).

Selain itu, pada sistem pengisian aki di R15 dan Vixion, menganut system “Cut off”, yaitu jika proses pengisian sudah penuh (>12 Volt) proses charging dihentikan (sehingga aki lebih awet tdk dicharge terus menerus), dan akan dicharging secara otomatis dan dijaga.

“Voltasenya stabil, ini menjamin proses starting,” katanya.

Sementara itu, untuk sistem injeksi Yamaha hanya membutuhkan tegangan aki 5 Volt saja pada ECUnya.

“Yamaha R15 adalah super sport DNA seperti pada tipe R6 dan R1 tidak tersedia kick starter,” tuntasnya.(ady/ddn)

sumber : detik