Teknisi Yamaha Indonesia Gondol Piala di World Technician Grand Prix 2014

Iwata – Kejuaran dunia Yamaha World Technician Grand Prix (WTGP) 2014 (30/9-1/10) telah berakhir. Dua peserta asal Yamaha Indonesia juga telah mengikuti rangkaian tes berkompetisi dengan teknisi-teknisi Yamaha dari seluruh dunia. Hasilnya, salah satu piala terbang ke Indonesia!

“Selamat kepada para pemenang, saya sangat bangga pada kalian, semoga pengalaman kontes WTGP ini dapat menjadi acuan bagi seluruh dealer Yamaha di dunia dan dapat diceritakan pada teman-teman di negara masing-masing,” ungkap Nobuya Hideshima Director and Managing Executive Officer, Chief General Manager of CS Centre Yamaha Motor Co, Ltd

Hasil membanggakan diperoleh Asep Sumpena Suryaningrat, wakil Indonesia asal kota kembang (JG Bandung) ini keluar sebagai juara ke 3 kelas commuter. Pada kelas ini Meenakshi Sundaran Subramanian asal India keluar sebagai juara pertama disusul Calvin Kenneth asal Philippine sedangkan Asep dan Wang Chung Yao juara ke 3.

Meski panitia tidak mengeluarkan hasil penilaian secara rinci, namun menurut informasi dari narasumber yang akurat, pada kelas Commuter selisih nilai tidaklah jauh antar pemenang yang satu dan yang lain.

Yang menarik Asep Sumpena yang pada hari pertama kurang bagus pada 3 tantangan tes yang diberikan panitia mampu memperbaiki kekurangannya di hari kedua.

Pada saat tes Customer Service dan memperbaiki motor yang rusak (trouble shooting) dapat melalui dengan baik dan cepat. Ini terlihat dari cara komunikasi Asep kepada pelanggan, seperti bertanya apa saja keluhan motor yang dialami pelanggan. Dan pada saat penangganan kerusakan motor, dengan sigap Asep dapat mencari kerusakan motor Yamaha Xeon RC pada injektor dan busi yang tidak standar.

Asep Sumpena (Teknisi JG Bandung) bangga dengan hasil yang diraihnya. Nobuya Hideshima, pengalaman kontes WTGP ini dapat menjadi acuan bagi seluruh dealer Yamaha di dunia.

Pada saat mengembalikan motor pada konsumennya, Ia tak lupa memberi informasi kepada pelanggan bahwa penggunaaan spare parts asli dan untuk kembali melakukan perawatan berkala pada 9000km agar kondisi motor tetap prima.

Nah, tes yang disebutkan terakhir ini yang paling mempengaruhi nilai akhir dari para peserta tak terkecuali peserta dari Indonesia. Turun di kelas Commuter Indonesia tergabung dengan negara seperti Argentina, Taiwan, India, Philippine, Malaysia, Vietnam, China, Thailand dan Brasil.

“Ini merupakan tantangan bagi Yamaha Indonesia untuk pengembangan skill mekanik-mekanik yang handal di Indonesia,” ungkap M Abidin GM Service dan Motor Sport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

“Pengalaman mengikuti ajang WTGP 2014 ini bisa dijadikan acuan agar para mekanik punya mental dankecepatan melayani konsumen dengan baik. Mulai dari memberikan pengetahuan yang benar soal teknologi motor Yamaha sampai kepada pelayanan cara menyampaikan informasi secara menyeluruh. Mulai dari merekomendasikan penggunaan spare parts asli Yamaha, pengguna setia motor Yamaha selalu dipantau perkembangan motornya melalui rekam jejak service berkala,” jelasnya panjang lebar. (motor.otomotifnet.com)