Waspada, Hujan Masih akan Berlangsung Hingga Mei

hujan-deras2
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk waspada terhadap hujan deras. Musim penghujan akan berlangsung hingga akhir Mei, di mana puncak hujan akan terjadi di Februari.

“Sesuai perkiraaan, hujan akan berlangsung hingga Mei, puncaknya Januari-Februari,” ujar Prakirawan Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Jadi Hendarmin kepada wartawan, Senin (9/2/2015).

Dilihat dari pergerakan atmosfir secara realtime, awan menumpuk tebal di wilayah Jabar bagian barat dan berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat.

Menurutnya, hujan karena suhu hangat di muka air perairan Jabar sebelah barat. Hal ini memberi kontribusi terjadi awan hujan. Kondisi semakin diperkuat karena terjadi belokan angin di wilayah tersebut sehingga penumpukan masa udara yang menimbulkan awan hujan.

“Penguapan intens ditambah pertemuan masa udara dari wilayah utara menuju ekuator menimbulkan terjadinya hujan,” katanya.

Selain karena pengaruh lokal, cuaca di Jabar juga dipengaruhi kondisi global. Meski masih normal, Elnino ikut memengaruhi wilayah Jabar.

Hal yang sama juga terjadi di perairan bagian barat Sumatera sampai dengan wilayah Afrika Timur. Temperatur laut menjadi hangat sehingga berkontribusi terjadi awan hujan.

“Angin kencang lantas membawa masa basah ke wilayah Jabar,” bebernya.

Sementara soal gelombang laut, saat ini diperkirakan ketinggian di wilayah perairan utara Jabar mencapai 2,5-3 meter. Angka ini perlu diwaspadai bagi kapal-kapal berukuran kecil.

Sedangkan ketinggian gelombang di wilayah perairan selatan Jabar hanya berkisar 1,5-2 meter. Meski kecil, namun nelayan juga mesti waspada jika melaut hingga ke wilayah Samudera Hindia karena di wilayah tersebut sedang kerap terjadi badai.

“Nelayan diimbau jangan terlalu jauh melaut,” katanya.

Melihat catatan hingga Januari, lanjut Jadi, curah hujan di Bandung berkisar 188,5 mm/hari. Angka ini dinilai masih normal dengan kisara 188-255 mm/hari.

Namun demikian, hujan dapat menjadi pemicu bencana alam, khususnynya longsor. Hal ini terjadi jika kurangnya kerapatan tanah.

Dengan intensitas hujan yang cukup tinggi maka posisi tanah akan semakin padat. Air deras akan membuat tanah menjadi jenuh dan rekatan tanah juga menjadi semakin renggang.

“Daerah yang dinilai rawan longsor di wilayah Bandung Raya di antarannya, Cililin, Pangalengan dan Ciwidey,” ucapnya.

Selain longsor, hujan dalam intensitas tinggi juga dapat menyebabkan banjir terutama bagi wilayah dataran rendah seperti Cieunteung, Kabupaten Bandung.

Meski tidak hujan, namun wilayah rendah seperti Cieunteung kerap mendapat kiriman air dari wilayah yang lebih tinggi.

“Sedimentasi di Citarum sudah sangat parah sehingga sangat mudah meluap dan membanjiri daerah di Cieunteung,” bebernya.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya meminta masyarakat untuk peduli dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Masyarakat juga diminta selalu waspada longsor dan banjir terutama yang tinggal di lereng dan daerah pinggiran sungai.

sumber: infobandung