Kelebihan BBM Oktan Tinggi Versi Yamaha

premium
Jakarta – Pemerintah berencana menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) premium yang beroktan 88 dan menggantinya dengan BBM baru bernama Pertalite yang beroktan lebih tinggi mulai Mei mendatang secara bertahap. BBM beroktan tinggi dinilai memeliki banyak kelebihan jika dibanding premium, meski harganya lebih mahal.

“Sekarang ini seluruh motor keluaran terbaru sudah cenderung berspesifikasi high compression. Artinya mengkonsumsi dengan oktan tinggi yang kompresinya besar,” tutur General Manager After Sales & Motor Sport Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Muhamad Abidin saat dihubungi detikOto di Jakarta, Kamis (16/4/2015) malam.

Menurutnya ada sejumlah kelebihan jika menggunakan BBM beroktan tinggi. Selain lebih irit juga menjadikan mesin lebih bersih. “Karena BBM beroktan tinggi lebih lambat meledak (seperti yang terjadi pada BBM oktan rendah). Sehingga pengapian lebih sempurna, ini yang menjadikan lebih irit,” kata Abidin.

Hanya berapa tingkat keiritan tersebut tergantung jenis motor yang digunakan. Bahkan, lanjut Abidin, penghapusan premium yang beroktan 88 dan diganti dengan BBM oktan lebih tinggi juga sejalan dengan ketentuan tentang emisi gas buang yang ditetapkan pemerintah. “Di tahun 2015 ini, sudah mulai diwajibkan standar Euro 3, ini tentunya sangat pas,” ujarnya.

Selain itu, karena BBM beroktan tinggi umumnya disertai campuran yang bersifat deterjensi, maka akan menjadikan mesin lebih bersih. Soalnya, zat yang bersifat dterjensi itu membersihkan kerak karbon di mesin yang merupakan residu hasil pembakaran. Walhasil, biaya perawatan mesin pun lebih murah.

Semua kondisi itu, sebut Abidin, tak hanya terjadi pada motor sport yang mesinnya dirancang memiliki tingkat kompresi tinggi. Tetapi, juga terjadi di motor bebek maupun skutik. “ Jadi (penghapusan premium dan diganti BBM baru oktan tinggi) secara teknis sih oke. Tapi, dari sudut pandang ekonomi dan politik, saya tidak mengerti. Tidak paham. Tapi harusnya dilihat dari helicopter overview,” paparnya.

sumber : detik oto