Dampak Tol Cipali, Arus Mudik Lewat Lembang Diprediksi Naik 10 Persen

cipali

Arus kendaraan yang melalui wilayah Lembang dan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat saat arus mudik nanti diprediksi meningkat 10 persen dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu tak terlepas dari mulai dioperasikannya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) pada tahun ini.

“Tahun lalu, ada 100.000 lebih kendaraan yang melintasi Lembang dan Padalarang. Tahun ini perkiraan meningkat 7-10 persen,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Bandung Barat Agus Gusmana didampingi Kabid Lalu Lintas, Zulkarnaen, Senin (6/7/2015).

Agus menuturkan, dengan dibukanya Tol Cipali, arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Bandung tidak hanya melalui Tol Pasteur. Namun, bisa juga melalui Tol Cipali dengan pintu keluar di Subang menuju Lembang. Hal itu berpotensi mengakibatkan penumpukan kendaraan di wilayah Lembang.

Meski demikian, pihaknya sudah melakukan berbagai antisipasi untuk mengurai kemacetan saat arus mudik nanti. Di antaranya dengan memasang rambu-rambu lalu lintas, menyiapkan posko mudik, dan mengerahkan sejumlah petugas di lapangan.
Pantauan lalu lintas juga akan dibantu dengan pemasangan closed circuit television (CCTV) di tujuh titik, di antaranya di simpang Tol Padalarang, Tagog, Batujajar, dan Cilame. Dengan demikian, kebutuhan petugas di lapangan bisa disesuaikan.
“Di setiap pos pengaturan, akan ada 30 petugas yang dibagi menjadi dua sif. Jika kemacetan bertumpu di titik tertentu, petugas batuan akan diturunkan,” tuturnya.

Agus mengungkapkan, arus kendaraan pemudik diperkirakan baru akan terjadi pada H-7 Lebaran nanti. Kendaraan biasanya didominasi kendaraan dari arah Barat, seperti Jakarta, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan daerah Banten. Sementara dari arah sebaliknya relatif lebih lengang.

“Padalarang merupakan jalur favorit bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor dengan tujuan wilayah Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan sekitarnya. Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat kebanyakan memilih Tol Cipularang,” ujarnya.
Setelah lewat arus mudik, lanjut Agus, puncak kemacetan lalu lintas di Kabupaten Bandung Barat sebenarnya baru terjadi pada H+2 sampai satu pekan. Kemacetan rutin terjadi di semua jalur masuk menuju obyek wisata di Lembang dan sekitarnya.
Kemacetan tersebut bisa berlangsung selama berjam-jam. Bahkan kemacetan di jalur-jalur masuk menuju Lembang bisa menjadi pemandangan yang berlangsung selama satu pekan.

“Pembukaan Jalan Tol Cipali diperkirakan bakal menambah kemacetan di Lembang. Sebab, warga Jakarta yang hendak mengisi liburan di Lembang memiliki jalur alternatif tidak hanya keluar Tol Pasteur tapi juga Tol Cipali keluar di Subang menuju Lembang dan Bandung,” tuturnya. (Cecep Wijaya/A-89)

Sumber