Pentingnya Masker Saat Berkendara

Masker

Pada saat berkendara seringkali kita melihat pengendara motor yang menggunakan masker sebagai penutup hidung dan mulut. Di era modern ini sudah banyak sekali model masker yang unik dan fashionable. Mulai dari masker rumah sakit, masker kain yang berwarna warni sampai dengan masker yang bermotif atau ber-design animasi lucu.

Disamping kegunaannya sebagai pelindung, seberapa pentingkah penggunaan makser dalam berkendara motor ??? Semua jawaban Bro sis pasti menyebutkan “Jelas Penting!”. Secara umum bila pakai motor memang seharusnya melengkapi diri dengan menggunakan masker, terlebih bila sering melalui hambatan lalu lintas jalanan yang macet. Partikel debu dan gas-gas kendaraan yang berbahaya dapat mengancam sistem pernapasan kita.

Seperti yang Bro sis ketahui, senyawa yang dihasilkan dari kendaraan bermotor akan berdampak negatif bagi kesehatan tubuh kita, diantaranya:

  1. Karbon Monoksida

Gas ini bersifat racun, dapat menyebabkan  rasa sakit pada mata, saluran pernafasan dan paru-paru. Jika masuk ke dalam darah melalui pernafasan, karbon monoksida bereaksi dengan  hemoglobin dalam darah membentuk COHb (karboksihemoglobin).

  1. Oksida Belerang

Belerang oksida, apabila terisap oleh pernapasan, akan berekasi dengan air dalam sluran   pernapasan dan membentuk asam sulfat yang akan merusak jaringan dan menimbulkan rasa sakit. Oksidasi belerang juga dapat larut dalam air hujan dan menyebabkan hujan asam.

  1. Oksida Nitrogen

NOx bereaksi dengan bahan-bahan pencemar lain dan menimbulkan fenomena asap-kabut atau smog. Smog menyebabkan berkurangnya daya pandang, iritasi pada mata dan saluran pernapasan.

Sedangkan penyakit yang dapat disebabkan oleh asap kendaraan tersebut diantaranya :

  1. Gelisah
  2. Iritasi mata
  3. Bronchitis kronik (menahun)
  4. Penyakit jantung, dll.

Bro sis untuk menghindari itu semua kita harus pandai memilih masker yang aman dan nyaman saat digunakan. Berikut adalah tips memilih masker untuk berkendara versi JG Motor :

  1. Hindari penggunaan sapu tangan/slyer sebagai masker, karena bahan tersebut tidak cukup tebal untuk menyaring debu kotor.
  1. Gunakanlah masker yang berbahan busa/kain yang cukup tebal atau yang mengandung karbon aktif yang berfungsi memfilter udara kotor.
  1. Pastikan Bro sis memilih pengikat masker yang kuat agar posisi masker tidak berubah-ubah saat digunakan dan jangan sampai menggunakan masker yang dapat membuat telinga Bro sis sakit ya.
  1. Cucilah masker secara teratur agar kotoran dan debu yang menempel hilang.
  1. Gantilan masker apabila sudah tidak layak pakai.

 

Semoga bermanfaat 🙂

Tinggalkan Balasan