Dua Pebalap Ducati Bentengi Rossi di Valencia?

dua-pebalap-ducati-andrea-iannone-dan-andrea-dovizioso-mengapit-valentino-rossi_20151029_095920

Perseteruan Valentino Rossi dan Marc Marquez yang juga melibatkan Jorge Lorenzo sepertinya telah meluas dan berkembang menjadi ajang pertarungan rasa nasionalisme masing-masing rider.

Valentino Rossi, yang sebelumnya merasa terjepit lantaran merasa peluang juara hampir musnah lantaran harus start paling buncit di tengah kepungan para musuh terbuka di kandang mereka seperti Marquez, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa, di Valencia, Spanyol, mendapat angin segar dari dua pebalap Ducati, Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso.

Iannone misalnya, secara terang-terangan menyebut tiga nama rider Spanyol sebagai ‘targetnya’ di Valencia. Sangat mungkin, duo Ducati menjadi benteng Rossi dari serangan para musuhnya.

“Saya punya hubungan yang baik dengan semua pembalap. Saya berharap bisa kuat di Valencia dan bisa bersaing dengan Lorenzo, Pedrosa, dan Marquez. Saya selalu mengeluarkan gaya balapan saya. Saya akan melakukannya dan coba jadi yang tercepat sebisa mungkin, seperti biasanya,” kata Iannone dilansir Marca dan dikutip dari MotoGP Indoneisa.

Soal peluang juara Valentino Rossi, Andrea Iannone mengatakan siap mendukungnya sebab The Doctor punya kualitas.

“Kami tahu Valentino punya kapasitas untuk meraih segalanya. Saya bersiap dengan sepenuh hati, dia bisa meraih mimpinya yakni merengkuh gelar kesepuluh,” katanya. Adapun Dovizioso sebelumnya juga menyoroti aksi Marquez di Sepang.

Ia menyebut Marquez memang ‘rese’.

“Marquez berjuang untuk podium, tetapi di sisi lain ia memang bertujuan mengganggu Rossi. Itu menarik untuk disaksikan di Valencia ,” kata Dovizioso.

Laman MotoGP Indonesia, lewat tulisan di akun facebook mereka kembali mengulas soal dugaan kongkalikong pebalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo dan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez. Keduanya santer didengungkan punya kolaborasi untuk menjegal langkah Valentino Rossi menjadi juara dunia tahun ini.

Insiden Sepang, jadi puncak dugaan konspirasi tersebut. Laman tersebut mengutip lansiran media ternama Spanyol,Marca yang mengatakan ada pertemuan rahasia antara Jorge Lorenzo dan Marc Marquez di Andora.

Selain Marca, media Italia, La Repubblica juga memuat pemberitaan soal pertemuan Lorenzo dan Marquez di Andora sebelum GP Aragon atau tepatnya sebelum melakoni seri balap di Asia.

“Pertemuan itu membuat Rossi kesal,” tulis judul halaman mukaLa Repubblica dan Marca.

Hal itu yang memicu Rossi kemudian blak-blakan ke publik dan menuding Marquez lebih memihak Lorenzo untuk menjadi juara dunia.

Clash Rossi dan Marquez tak terhindarkan. Puncaknya dalam balapan di Sirkuit Internasional Sepang, Minggu (25/10/2015) kemarin. Keduanya saling senggol yang membuat Marquez jatuh dan akhirnya Rossi dihukum Race Direction MotoGP. Soal konspirasi, race direction juga telah memanggil Lorenzo-Marquez untuk memberikan klarifikasi. Namun keduanya dikabarkan belum memenuhi panggilan tersebut.

Sumber

Tinggalkan Balasan