Rossi Akhirnya Menyesal setelah Dihukum CAS dan Akui Kini Lebih Sulit di Valencia

rossi-sedih_20151106_122428

Setelah bandingnya ditolak Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS), pembalap MotoGP dari tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi curhat.

Dikutip dari Crash.net, Jumat (6/11/2015), pembalap dijuluki The Doctor itu mengaku menyesali terjadinya insiden dirinya dengan pembalap dari Repsol Honda, Marc Marquez di MotoGP Sepang, Malaysia, Minggu (25/10/2015).

Pada insiden tersebut, Rossi terlihat seperti menendang Marqeuz hingga Marquez tejatuh. Keduanya juga sempat balapan di luar jalur ditentukan.

Imbas dari insiden itu dan ditolaknya upaya banding sebagaimana diputuskan CAS, Rabu (4/11/2015), Rossi harus start di posisi belakang grid di MotoGP Valencia, Spanyol, Minggu (8/11/2015).

“Pada akhirnya, sayangnya (saya tidak) punya pilihan lain, saya hanya menyesal jalur balapan saya lalu melebar dan tidak mengikuti garis normal , tapi kecuali lebih baik kita berbicara tentang akhir pekan ini.”

“Sayangnya, mulai dari belakang grid membuat segalanya sangat sulit. Sudah sulit, tapi mulai dari terakhir membuat hal-hal dalam lomba sangat lebih sulit tapi saya di sini dan kami harus mencoba tampil maksimal, tetap terkonsentrasi dan mencoba untuk membuat pekerjaan yang baik selama akhir pekan dan kompetitif dan secepat mungkin untuk balapan pada hari Minggu nanti.”

Banding yang diajukan Rossi kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) resmi ditolak pada Kamis (5/11/2015).

Dengan demikian, Rossi akan mengawali GP Valencia dari posisi paling belakang atau belakang grid.

Isi Pernyataan CAS :

(1) Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) resmi menolak banding Valentino Rossi dan hukuman yang dikeluarkan FIM pada 25 Oktober 2015 akan tetap berlaku.

Dengan demikian, keputusan FIM (Federasi Motorsport Internasional) menjatuhkan penalti tiga poin untuk Valentino Rossi menyusul insiden dengan Marc Marquez saat balapan GP Malaysia pada 25 Oktober tetap berlaku dan Valentino Rossi akan tetap memulai seri terakhir di Valencia (Spanyol) 6-8 November 2015 dari posisi paling belakang.

Setelah balapan di Malaysia, Race Director menilai Valentino Rossi sengaja membuat Marc Marquez melebar sehingga terjatuh keluar lintasan. Sesuai peraturan FIM, Race Direction memberikan hukuman penalti tiga poin kepada Rossi.

(2) Sebelumnya, Valentino Rossi sudah memiliki satu poin penalti dari insiden di San Marino. Keputusan ini membuat Rossi mengumpulkan empat poin penalti. Sesuai regulasi FIM, pebalap yang mendapat hukuman penalti empat poin harus mengawali balapan selanjutnya dari posisi paling belakang.

Permintaan ini diajukan ke CAS pada 29 Oktober 2015 oleh Valentino Rossi agar keputusan FIM mengenai hukuman tiga penalti dibatalkan atau setidaknya dikurangi. CAS Arbiter yang ditunjuk oleh perwakilan dari kedua belah pihak, Prof. Ulrich Haas/Jerman, telah mendengar pernyataan dari perwakilan Rossi dan FIM di kantor CAS (Swiss) untuk menentukan apakah Valentino Rossi akan start dari posisi terakhir di Valencia.

CAS Arbiter menemukan bahwa pembelaan terhadap Rossi tidak bisa dipenuhi, yang berarti bahwa sanksi yang diberikan FIM akan tetap berlaku pada seri selanjutnya di Valencia.

Pada 2 November 2015, Jorge Lorenzo mengajukan permintaan untuk berpartisipasi dalam menentukan keputusan CAS, namun ditolak. Setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak, CAS akhirnya mengambil keputusan (untuk menolak banding Rossi). Prosedur arbitrase masih berlangsung dan keputusan akhir akan diberikan pada tahap selanjutnya.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s