Rossi Dapat Musibah Besar Jelang GP Valencia, Marquez Siap Tempur

Valentino-Rossi-Linda-Morselli

Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) menolak permintaan Valentino Rossi agar pinalti pengurangan poin yang didapatnya di GP Malaysia ditangguhkan setelah GP Valencia yang berlangsung Minggu (8/11/2015).

Dengan demikian, pembalap Italia yang masih unggul tujuh poin atas rekan setimnya Jorge Lorenzo, akan memulai balapan di GP Valencia dari grid belakang.

Rossi dikenai pengurangan tiga poin akibat dinilai menendang pembalap Honda Marc Marquez, sehingga pembalap Spanyol ini terjatuh di GP Malaysia.

Sebelum Rossi juga sudah menerima pengurangan satu poin saat berlomba GP Misano Italia. Dengan mengantongi hukuman empat poin, Rossi harus start dari grid paling belakang

“Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menolak permintaanValentino Rossi dan tetap menjalankan putusan Race Direction MotoGP pada 25 Oktober 2015”, seperti dilansir crash.net, Kamis (5/11/2015).

Putusan ini diambil Rabu (4/11/2015), dan sebenarnya baru diumumkan secara resmi Kamis (5/11/2015) atau Jumat (6/11/2015) WIB.

“Dengan demikian, keputusan Race Direction MotoGP menjatuhkan pengurangan 3 poin, akibat insiden dengan Marc Marquez saat balapan Shell Malaysia Motorcycle Grand Prix, maka Rossi akan memulai balapan GP Valencia dari posisi paling belakang.”

Sehari sebelumnya, Selasa (3/11/2015) CAS juga menolak permintaan rekan satu tim Rossi, Jorge Lorenzo untuk melakukan intervensi terhadap kasus perlawanan terhadap Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM).

Sebelumnya, permohonan kepada CAS ini merupakan upaya banding kedua pihak Rossi setelah sebelumnya ditolak oleh FIM.

Marquez Siap Tempur!

Marquez mengaku sudah berhasil “move on” dari bentrok fisik denganRossi di Sepang.
Kini, sang Baby Alien mengaku sudah fokus berambisi untuk merebut podium pertama di seri final MotoGP 2015 di Valencia.

Dalam blog resminya, Marquez lantas memberikan pandangannya sekaligus suasana hatinya saat ini.

“Selama akhir pekan lalu, saya pikir kami benar-benar kompetitif dan kami punya akselerasi yang bagus. Saya juga harus memberi selamat pada Dani (Pedrosa) yang akhirnya punya akselerasi yang spektakuler. Dan, tentu saja, untuk meraih juara,” kata Marquez, dikutip dari Crash.net, Rabu (28/10/2015).

“Setiap orang sudah bisa melihat apa yang terjadi pada balapan itu dan saya sudah mengatakan semua apa yang harus saya sampaikan. Sekarang, Saya cuma berfikir tentang Valencia, menikmati GP (gran prix) itu dan memberikan Anda balapan yang bagus.”

“Jadi, pekan ini, ketika saya pulang, waktunya libur dari latihan berat, di mana ini yang saya sukai. Bisa bekerja sama bersama adik saya, Alex dan lebih fokus pada rutinitas yang biasa kami lakukan bersama sangat saya nikmati sekarang, sebelum pergi ke Valencia,” tulis pebalap berusia 22 tahun itu.

Lorenzo Mau “Move On”

Lorenzo mau “move on” dari drama GP Malaysia dan fokus ke seri terakhir di GP Valencia.
Loerenzo dan tim sudah tiba di Valencia, Spanyol, untuk mempersiapkan diri jelang seri pamungkas yang bisa saja menobatkannya jadi juara dunia MotoGP musim 2015.

“Di Malaysia kami mendapat hasil bagus dan mendapatkan poin lebih di kompetisi, tapi saya akan melupakan apa yang terjadi di sana dan tetap fokus di Cheste, sebab di sana banyak yang dipertaruhkan,” katanya seperti diberitakan Crash.net, Rabu (4/11/2015).

Sepanjang karirnya Lorenzo telah 12 kali balapan di Valencia, empat kali naik podium, dan dua kali finis pertama. Kali ini, pebalap asal Spanyol kelahiran 1987 itu siap tampil maksimal demi mendapatkan gelar juara dunia untuk ketiga kalinya.

Sumber

Tinggalkan Balasan