Lorenzo Perkirakan Musim yang Penuh Kejutan dan Amat Menuntut Kemampuan

LorenzoRider Movistar Yamaha Jorge Lorenzo meyakini MotoGP musim 2016 akan penuh kejutan. Perubahan regulasi juga akan membuat kemampuan para pebalap diperas.

Lorenzo sukses jadi yang tercepat di tes pramusim hari pertama di sirkuit Losail, Qatar, Rabu (2/3/2016). Catatan waktu terbaiknya adalah satu menit 55,452 detik, unggul 0,428 detik dari pebalap Suzuki Ecstar Maverick Vinales di posisi dua.

Terlepas dari catatannya yang tangguh, Lorenzo menilai hal ini tak bisa dijadikan patokan sepenuhnya. Sebab pebalap masih perlu menguji motor dalam laju jangka panjang, di mana kondisi ban akan berangsur-angsur menurun.

Secara luas, Lorenzo percaya musim 2016 ini akan menjadi musim yang penuh kejutan. Ini tak terlepas dari penggunaan ECU seragam dan ban Michelin yang membuat motor lebih menuntut kemampuan.

“Saya rasa kalau besok digelar balapan, balapannya akan sangat berbeda dengan tahun lalu atau empat-lima tahun belakangan. Kita akan mendapatkan banyak kejutan dan juga para pebalap harus berhati-hati dengan segala hal, karena semuanya sudah sangat berubah,” kata Lorenzo dikutip Crash.

“Elektroniknya cukup kurang canggih jadi kami perlu sangat memperhatikan putaran gas, terutama ketika ban belakang mulai turun daya cengkeramnya. Jadi ini lebih menuntut kemampuan karena secara fisik dan mental Anda harus selalu berhati-hati.”

“Saya rasa untuk rider yang lebih halus cara balapannya, hal-hal ini akan lebih menguntungkan. Jadi mari kita lihat saja,” tambah sang juara bertahan.

Selain amat menuntut kemampuan para pebalap, perubahan yang terjadi musim ini membuat motor melaju berbeda-beda per sirkuitnya. Di satu sirkuit unggul, di sirkuit lainnya bisa mengalami kesulitan.

“Di Phillip Island, para pebalap Honda sangat tangguh. Tapi di sini, untuk saat ini, mereka punya sejumlah masalah. Jadi saya rasa setiap trek akan punya performa motor berbeda-beda. Trek ini cukup mirip dengan Sepang dan bekerja cukup baik untuk saya,” ujar Lorenzo.


Sumber