Motocross, Cara Marquez dan Rossi Asah Skill dan Fisik

Sudah merasakan jadi raja MotoGP, Marc Marquez dan Valentino Rossi sepakat menyebut motocross sangat menguras fisik. Tapi melaju di lintasan tanah jadi metode latihan yang oke sebelum melesat di trek.

Rossi diketahui sangat gemar dengan motocross. Sampai beberapa tahun lalu dia masih terhitung sering mengunjungi trek-trek motocross untuk merasakan sensasi ngebut di lintasan tanah dengan beragam tantangannya.

Sama seperti MotoGP, motocross tentu saja berisiko tinggi. The Doctor malah menganggapnya sebagai olahraga berbahaya. Itu mungkin terkait kecelakaan yang sempat dia alami pada 2010 silam.

Motocross, Cara Marquez dan Rossi Asah Skill dan Fisik
Foto: ist.

“Saya suka mengendarai motocross. Tapi, para pebalap (MotoGP) sering punya masalah dengan lintasannya. Karena buat kami itu terlalu berbahaya. Anda harus lahir sebagai pebalap motocross dan tumbuh dengan motor ini. Karena tidak mudah mengontrol motor saat melompat,” ucap Rossi beberapa waktu lalu.

Meski sempat kecelakaan, bukan berarti kegemarannya terhadap balap motor yang satu itu hilang. Rossi masih suka menggeber motocross di ranch yang dipunya di kampung halamannya. Dibanding lintasan motocross sungguhan, trek di ranch tersebut jauh lebih aman.

“Di Ranch, saya punya trek motocross kecil, yang kadang saya pakai. Tapi di sepanjang musim saya menggunakan trek profesional. Itu sangat menuntut mental dan fisik, olahraga yang sangat menuntut (kemampuan). Motocross latihan yang bagus untuk pebalap MotoGP. Tapi, pebalap road racer lebih baik jika latihan sebanyak mungkin di aspal pada awal karier. Motocross cuma latihan tambahan,” lanjut Rossi.

Motocross, Cara Marquez dan Rossi Asah Skill dan Fisik
Foto: RedBull

Penyataan senada diutarakan Marquez. Rider asal Spanyol itu malah mendapat didikan dasar sebagai crosser. Level konsentrasi motocross tidak seteinggi MotoGP. Namun ngebut di atas lintasan tanah dengan ketinggian berbeda lebih cepat menguras fisik.

“Itu berbeda dengan balapan MotoGP. Pada dasarnya, pendidikan (balap) pertama saya adalah motocross. Ya, saya cinta MX. Konsentrasinya berbeda. Saat membalap di sirkuit, semuanya harus presisi. Sementara off road juga tetap harus presisi, tapi saya tidak kehabisan banyak waktu jika sedikit keluar (jalur balap).”

“Di MotoGP, Anda harus sangat akurat dan konsisten. Setelah balapan, Anda menjadi lelah karena mental. Di Motocross, Anda lelah karena usaha yang dilakukan. Karena motornya terus tidak seimbang, Anda harus melompat, dan hal lainnya. Penting untuk menemukan kombinasi yang tepat,” papar Marquez.

Tinggalkan Balasan