7 Alasan Klasik Pemotor Enggan Pakai Helm

Jakarta – Demi keselamatan, pemotor sebenarnya diwajibkan menggunakan helm. Namun, masih banyak saja pemotor yang ogah menggunakan helm saat berkendara.

Petugas kepolisian bahkan sering mendengar alasan klasik mengapa pemotor ogah menggunakan helm. Akun instagram resmi dari Direktorat Lalu Lintas Polda Bali mengunggah tujuh jawaban klasik yang sering didengar petugas polisi kenapa pemotor tidak mengenakan helm.

Apa saja ketujuh alasan klasik itu? Ini dia:

1. Kan deket, cuma kesitu aja kok
2. Rambutku masih basah, nanti helmnya bau
3. Ogah ah, nanti rambutku berantakan
4. Yang penting kan udah pakai topi
5. Pake helm bikin pusing
6. Santai, nggak ada polisi
7. Males , ah Ribet

Otolovers, helm adalah perlengkapan wajib bagi pengendara sepeda motor untuk keselamatan pengendara itu sendiri. Kecelakaan tak mengenal tujuh alasan klasik itu. Kalau timbul kecelakaan dan menyebabkan luka di kepala, Anda tak bisa lagi mengutamakan tujuh alasan klasik tersebut.

“Korban terus berjatuhan akibat cedera kepala yang terjadi saat kecelakaan, sehingga memaksa pemerintah untuk mewajibkan setiap pengendara sepeda motor untuk memakai helm yang baik untuk perjalanan jarak jauh maupun jarak pendek. Tidak hanya untuk tujuan perlindungan atau proteksi saja, namun juga untuk tujuan estetika si pemakai helm,’ tulis @ditlantas_bali.

Di Jakarta sendiri, total ada 136.142 kendaraan yang ditilang polisi. Berdasarkan data yang diterima detikcom, Selasa (14/11/2017), jumlah kendaraan yang ditilang selama Operasi Zebra Jaya 2017 naik 32 persen dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 102.835.

Jumlah pengendara yang terkena teguran sebanyak 13.445 atau naik 3 persen dari 2016 yang berjumlah 13.052.

Total keseluruhan pelanggaran pada tahun ini berjumlah 149.587 kendaraan. Angka ini naik 29 persen dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 115.887.

Selain itu, jenis pelanggaran sepeda motor terbanyak dalam Operasi Zebra kali ini adalah melawan arus, dengan jumlah 18.246 kendaraan.

Sedangkan melanggar rambu berhenti dan parkir sebanyak 15.196 kendaraan serta melanggar marka berhenti berjumlah 12.602 kendaraan.

Sementara itu, jenis pelanggaran mobil dan kendaraan khusus terbanyak adalah melanggar rambu berhenti dan parkir sebanyak 10.828 kendaraan. Sedangkan melanggar marka berhenti berjumlah 9.252 kendaraan dan kelebihan muatan (over loading) sebanyak 4.271.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dalam operasi ini, di antaranya 61.477 SIM, 74.039 STNK, dan 626 kendaraan.

Sedangkan wilayah yang paling banyak dilakukan penilangan adalah Jakarta Timur dengan jumlah 18.125 kendaraan. Disusul Jakarta Barat berjumlah 17.780 kendaraan.

Adapun kawasan permukiman menempati urutan pertama sebagai lokasi pelanggaran lalu lintas berdasarkan kawasan, dengan jumlah 58.688 kendaraan.

Kawasan perkantoran juga menjadi lokasi yang paling banyak terjadi pelanggaran, dengan jumlah 44.508 kendaraan.

sumber

Yamaha, Merek Motor Paling Membahagiakan

Jakarta – Yamaha mendominasi hasil survei ‘Indeks Kebahagiaan Berkendara’ (IKB) 2017. Survei ini merupakan survei ketiga yang diadakan oleh Tabloid OTOMOTIF dan OTOMOTIFNET (OTOMOTIF Group, Kompas Gramedia). IKB 2017 dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kebahagian serta kepuasan konsumen dalam mengendarai mobil dan motor yang mereka miliki.

“Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara,” jelas Editor in Chief Tabloid OTOMOTIF dan OTOMOTIFNET Panji Maulana.

Hasil IKB 2017 didapat dari 455 responden yang terdiri dari 210 pengguna motor dan 245 pengguna mobil yang dilakukan pada Juni hingga Agustus 2017. Survei melalui angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan bermotor dan mobil yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi.

1e3b3018-de2d-4b39-8620-1e545aa66fd0

Pada IKB 2017, bobot indeks kepuasan berkendara (aspek kognitif) diambil 30 persen dari total keseluruhan nilai. Sementara 70 persen mayoritas diambil dari indeks tingkat emosi saat berkendara (aspek emosi).

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang diambil sama rata 50 persen. Aspek emosi menjadi hal yang paling menggambarkan pengalaman emosi dari kesenangan, kegembiraan, dan emosi positif lain. Dengan demikian, aspek tersebut menjadi penentu dari tingkat emosi saat berkendara.

Dominasi Indeks Kebahagiaan Berkendara 2017

Dari 14 kategori motor paling membahagiakan, Yamaha mendominasi dengan memborong 7 kategori. Selain itu, dua kategori utama Merek Motor Paling Membahagiakan dimenangkan oleh Yamaha. Sementara Tipe Motor Paling Membahagiakan diraih oleh Yamaha Mio.

189757db-045e-4318-9596-34bc2dc51181

Pencapaian ini ditanggapi positif oleh Eddy Ang selaku Deputy GM Marketing PT. YIMM. Dia menjelaskan bahwa tahun 2003 Yamaha Mio menjadi pelopor hadirnya bebek matik di Indonesia. Sejak saat itu Mio telah berhasil mendapatkan tempat di hati konsumen motor di Indonesia. IKB 2017 menjadi bukti bahwa Mio memiliki kesan yang baik di mata konsumen.

“Hasil survei ini sejalan dengan filosofi Kando yang selalu dipegang Yamaha. Kando menggambarkan bagaimana seni dan keindahan mempengaruhi jiwa manusia. Semua motor Yamaha dibuat dengan menimbang aspek seni dan keindahan sehingga membuat orang yang mengendarainya puas dan bahagia. Pencapaian IKB 2017 ini bisa dikatakan adalah hasil dari filosofi itu,” ungkap Eddy.

Yamaha terus berinovasi untuk menciptakan motor yang berkualitas. Hadirnya MAXI Yamaha menciptakan tren baru sepeda motor di Indonesia. Dikenalkannya Mio S sekaligus menjadi jawaban kebutuhan sepeda motor harian konsumen. Pengembangan teknologi Blue Core dan VVA Yamaha merupakan wujud nyata inovasi teknologi yang dilakukan. Yamaha terus komitmen untuk menjadi yang terbaik.

Yamaha Semakin Di Depan!

Berikut hasil survei Yamaha di IKB 2017.

Kategori Bebek 125-135cc : Yamaha Jupiter MX
Kategori Skutik 110cc : Yamaha Mio
Kategori Skutik 150cc : Yamaha NMAX
Kategori Sport 250cc : Yamaha R25
Kategori Sport Fairing 150cc : Yamaha R15
Kategori Sport Naked 150cc : Yamaha Xabre
Kategori Sport Touring 150cc : Yamaha V-Ixion
Merek motor paling membahagiakan : Yamaha
Tipe motor paling membahagiakan : Yamaha Mio

sumber

Menjajal Motor Listrik Senyap Yamaha

Jakarta – Yamaha sudah cukup lama mengembangkan motor listrik. Dimulai tahun 1993, Yamaha memasarkan sistem Electrical Support Bicycle pertama yaitu Yamaha PAS (Power Assist System).

Di negara-negara yang punya sejarah bersepeda, seperti negara di Eropa dan Jepang sepeda listrik, telah mendapat posisi di pasar sepeda sebagai genre baru. Penjualan Yamaha PAS di pasar global telah mencatatkan hasil yang positif dengan total penjualan lebih dari 4 juta unit di seluruh dunia, termasuk penjualan unit penggeraknya.

Yamaha pertama kali memperkenalkan sepeda motor listrik di tahun 2002 lewat Yamaha Passol. Yamaha kemudian terus melakukan pengembangan dengan berturut – turut memperkenalkan EC-02, Passol-L, EC-03 dan E-Vino serta di ajang Tokyo Motor Show memamerkan beberapa motor sports listrik andalan. Hingga saat ini penjualan motor listrik Yamaha telah merambah kawasan Eropa dan di negara Asia seperti Jepang dan Taiwan dengan total penjualan lebih dari 10.000 unit.

Nah di Indonesia, Yamaha sudah mulai mengetes pasar motor listrik. Selama 1 bulan ini, motor listrik Yamaha mulai diuji coba di 4 institusi yakni Kebun Raya Bogor, Universitas Pelita Harapan (UPH), PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia dan The Breeze BSD. Motor listrik yang dinamakan Yamaha Electric Vehicle atau E-Vino menjadi salah satu moda transportasi di sana.

“Kita memang banyak model untuk motor listrik tapi dinilai paling sesuai dengan Indonesia ya ini (model skutik) karena ringan dan dapat digunakan oleh semua elemen masyarakat,” papar Executive Vice President Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Dyonisius Beti

detikOto pun sudah mencoba mencicipi motor listrik diklaim sangat ringan dan cocok untuk semua kalangan karena bobotnya yang cukup ringan, hanya 66 kg saja.

Setelah mengantre beberapa menit, detikOto pun mendapat giliran untuk mencicipi satu dari empat E-Vino yang telah pihak YIMM sediakan. Berlintaskan lapangan tenis dengan beberapa tikungan buatan, detikOto akan menguji tiga mode berkendara motor listrik tersebut dan juga torsinya.
Seperti apa? Yuk kita jalan: 5a5a3074-e676-40dd-a145-cd22f9810407_169

Motor imut yang tidak mengeluarkan suara ini memiliki dimensi 1.675 x 670 x 1.030 mm dan wheelbase 1.160 mm, motor sangat ringan dan cocok untuk dipakai ke berbagai macam kondisi.

3a9fb466-e811-4ec7-ba02-cfc23433e398_169Ketika pertama kali menaikinya, dengan tiadanya lagi mesin di dalam tubuh roda dua tersebut motor terasa sangat ringan. Bahkan saat melakukan standar tengah, pengendara tak lagi memerlukan tenaga yang besar.

Berbeda dengan motor listrik yang sudah dipasarkan, E-Vino memiliki tiga mode berkendara yang mampu menyesuaikan keinginan pengendaranya. Pada mode standar, kecepatan pada motor listrik ini sangat minim karena memang dikhususkan untuk berkendara santai. Ketika ngegas dengan mode tersebut, detikOto memutar gas dengan kecepatan 20 – 25 km/jam dan memang tidak ada getaran yang berarti (karena tidak ada mesin). Namun yang perlu dicatat, meskipun kecepatannya tak terlalu kencang, tenaganya tidak tertahan-tahan.

Penasaran dengan mode di atasnya yakni Power, kekuatan motor listrik terasa bertambah. Kecepatan kini mampu dipacu hingga sekitar 30 – 40 km/jam pada area tersebut. Pasalnya, dengan mode tersebut motor dapat melaju hingga 45 km ke atas. Namun sayangnya dengan area yang terbatas, detikOto tak memiliki kesempatan tersebut.

Terakhir ada mode Boost. Dikatakan bahwa mode tersebut dikhususkan untuk berkendara pada medan yang kurang mulus termasuk tanjakan dan tentu saja, akselerasinya pun berbeda. Namun pada area test ride yang disediakan, pengujian pada mode ini belum maksimal. Bila dibandingkan dengan peforma kecepatannya, mode Boots tak memiliki perbedaan yang signifikan daripada mode Power.

32505a34-3530-4312-bb0b-5b106db09fdc_169

Meski hanya dikendarai dengan waktu dan tempat yang terbatas, dirasa bahwa motor listrik dari Yamaha ini memang unggul pada bobot dan performanya. Karena, meskipun sering menggunakan rem dan gas langsung serta melaju dengan kecepatan yang sangat kecil, motor tidak tersendat-sendat.

Sebagai informasi, untuk sektor jantung pacunya, Yamaha membekali E-Vino dengan motor listrik arus DC. Sementara sumber tenaga dipasok oleh baterai Lithium Ion berdaya 50 Vol. Maka, skuter listrik ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 44 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 33 km.

98da37b3-f0b3-4faf-abd7-a602d9ac2a9c_169

Untuk fitur motor dilengkapi dengan indikator Engine Warning Light, yang berfungsi memerikan signal saat jantung pacunya memiliki masalah. Pada baterainya pun sudah dilengkapi dengan Self Gathered Stick yang berfungsi untuk memberikan informasi terkait kerusakan yang terjadi pada baterai dan jangka waktu pemakaiannya.

Tak berhenti di sana, E Vino dilengkapi dengan Yamaha Integrated Power Unit atau semacam ECU yang terdapat pada motor biasa. Yamaha Integrated Power Unit berfungsi mengendalikan dan mengatur besarnya putaran gas dan torsi yang dikeluarkan ban belakang.

sumber

Yamaha Fino Baru, Pakai Ban Lebih Lebar dan Tubeless

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) meluncurkan varian baru Mio Fino 125 blue core dengan ban lebar dan tipe tubeless. Varian ini diklaim membuat pecinta Fino semakin nyaman berkendara di segala kondisi jalan. “Perubahan terbaru new Fino 125 blue core ini untuk memenuhi kebutuhan Fino lovers.

08d6bbdc-057e-448f-bd48-d85d623174fa_43Ban lebar dan tubeless membuat berkendara aman dan nyaman di semua kondisi jalan,” ujar GM Marketing YIMM, Hendri Wijaya, di Ancol, Jakarta, Sabtu (30/9/2017). Varian dengan ban lebar dan tipe tubeless ini dihadirkan pada tiga model Yamaha Fino, yakni Fino Grande, Fino Premium, Fino Sporty.

“Kejutan khusus lainnya, varian dengan ban lebar dan tubeless ini akan di hadirkan dalam tiga warna yaitu coco caramel, red bery, dan white latte,” tambah Hendri. Fino 125 cc-nya baru ini ditawarkan dengan harga lebih mahal Rp 100 ribu.

Fino dengan ban tubeless ini maka akan melengkapi kebutuhan konsumen terutama konsumen wanita. Untuk Fino Grande dibanderol Rp 18,5 juta, sedangkan Fino Sporty dan Grande sama-sama dibanderol Rp 17,3 juta on the road Jakarta.

sumber

Ada Kemungkinan Rossi Bisa Comeback di GP Aragon

Musim ini, Valentino Rossi harus menerima fakta bahwa dia gagal membalap di salah satu sirkuit favoritnya, Misano, akibat cedera patah kaki yang dialaminya. Urungnya Rossi berlaga di sana, selain menghadirkan kekecewaaan pribadi bagi sang juara dunia tujuh kali, juga semakin memperkecil kansnya untuk menjadi juara dunia tahun ini.
Saat ini, gelaran MotoGP tinggal menyisakan lima seri lagi. Sementara, Rossi kini sedang berada di peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi poin 157. Pebalap berusia 38 tahun itu kini tertinggal 42 poin dari Marc Marquez dan Andrea Dovizioso yang sama-sama memimpin klasemen.
Cedera Rossi itu sendiri sempat membuatnya diperkirakan baru akan kembali pada Grand Prix Jepang di Twin Ring Motegi tanggal 15 Oktober 2017 mendatang. Bahkan, untuk GP Aragon tanggal 24 September 2017 mendatang, Movistar Yamaha sudah menyiapkan pebalap pengganti dalam diri Michael van der Mark yang merupakan pebalap Superbike.
Namun, kini telah muncul kabar bahwa ada kemungkinan Rossi bisa melakukan comeback di Aragon. Kabar ini muncul setelah Rossi dijadwalkan untuk melakukan tes kebugaran pada Selasa (19/9) waktu setempat di Misano. Dilansir situs resmi MotoGP, Rossi akan mencoba untuk menunggangi motor Yamaha R6 miliknya di sirkuit tempat nama almarhum Marco Simoncelli diabadikan itu.

ygtwtukvgxazkwkxepem

Akan tetapi, kembalinya Rossi ke sirkuit ini tidak menjamin dia bakal membalap di Aragon. Pasalnya, sedari awal memang sudah diperkirakan bahwa dengan cedera patah tulang tibia dan fibula itu, mantan pebalap Honda ini bakal harus beristirahat selama 30-40 hari.
Jika Rossi nantinya sudah cukup bugar, maka kans Van der Mark untuk “naik kelas” akan pupus. Akan tetapi, jika nantinya Rossi memang terpaksa harus comeback di Motegi, maka pebalap asal Belanda itulah yang bakal jadi pendamping Maverick Vinales di Spanyol.

Yamaha Vixion R versi telanjang dari Yamaha R15

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) akhirnya mengumumkan harga resmi All New Yamaha Vixion R. Versi telanjang dari Yamaha R15 terbaru ini dibanderol Rp 28,8 juta.

Sebelumnya pada Mei 2017 Yamaha sudah menginformasikan harga indikasi Vixion R yaitu sekitar Rp 29,5 juta. Ternyata, harga pasti Vixion R malah lebih murah dari harga indikasi yaitu Rp 28,8 juta on the road Jakarta.