Hasil Race MotoGP Amerika 2016 Tadi Malam : Marquez Masih Jadi Raja, Lorenzo Kedua, Rossi Gagal Finis

jorge-lorenzo-marc-marquez

Marc Marquez menuntaskan dominasinya di Circuit of The Americas di seri ke-3 MotoGP 2016 setelah berhasil menjadi yang tercepat di sesi race yang berlangsung dini hari tadi.

Marquez yang sudah diprediksi akan tetap mendominasi race langsung melaju sejak start dan sama sekali tidak tersentuh oleh rider lain hingga finish. Finish di posisi 2 ada rekan senegaranya dari tim Yamaha, Jorge Lorenzo disusul Iannone dari tim Ducati.

Naas bagi “The Doctor” Valentino Rossi, tampil apik di sesi kualifikasi namun Rossi harus berakhir gagal finis di sesi balapan setelah terjatuh di lap ke-2. Dengan hasil ini Marquez kokoh memimpin klasemen MotoGP 2016 dengan poin 66, disusul Lorenzo dengan 45 poin dan Rossi dengan 33 poin.

 

Hasil MotoGP Austin Circuit of The Americas 2016 tadi malam

1. Marc Marquez | ESP | Repsol Honda Team (RC213V) 43m 57.945s
2. Jorge Lorenzo | ESP | Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 44m 4.052s
3. Andrea Iannone | ITA | Ducati Team (Desmosedici GP) 44m 8.892s
4. Maverick Viñales | ESP | Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 44m 16.367s
5. Aleix Espargaro | ESP | Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 44m 18.656s
6. Scott Redding | GBR | Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 44m 26.906s
7. Pol Espargaro | ESP | Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 44m 30.057s
8. Michele Pirro | ITA | Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 44m 30.702s
9. Hector Barbera | ESP | Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 44m 32.537s
10. Stefan Bradl | GER | Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 44m 38.156s
11. Alvaro Bautista | ESP | Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 44m 43.368s
12. Eugene Laverty | IRL | Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 44m 45.072s
13. Tito Rabat | ESP | Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 44m 45.371s
14. Yonny Hernandez | COL | Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 44m 49.135s
15. Loris Baz | FRA | Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 45m 10.874s
16. Cal Crutchlow | GBR | LCR Honda (RC213V) 45m 17.197s
17. Bradley Smith | GBR | Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 45m 25.981s
Dani Pedrosa | ESP | Repsol Honda Team (RC213V) DNF
Andrea Dovizioso | ITA | Ducati Team (Desmosedici GP) DNF
Valentino Rossi | ITA | Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) DNF

Klasemen MotoGP 2016 Terbaru

1 Marc Marquez Repsol Honda 66
2 Jorge Lorenzo Movistar Yamaha 45
3 Valentino Rossi Movistar Yamaha 33
4 Pol Espargaro Monster Yamaha Tech 3 28
5 Dani Pedrosa Repsol Honda 27
6 Hector Barbera Avintia Racing 25
7 Andrea Dovizioso Ducati Team 23
8 Maverick Vinales Team Suzuki Ecstar 23
9 Eugene Laverty Aspar Team MotoGP 21
10 Aleix Espargaro Team Suzuki Ecstar 21
11 Andrea Iannone Ducati Team 16
12 Scott Redding Octo Pramac Yakhnich 16
13 Bradley Smith Monster Yamaha Tech 3 16
14 Stefan Bradl Aprilia Racing Team Gresini 15
15 Alvaro Bautista Aprilia Racing Team Gresini 14
16 Michele Pirro Octo Pramac Yakhnich 12
17 Tito Rabat Estrella Galicia 0,0 Marc VDS 11
18 Jack Miller Estrella Galicia 0,0 Marc VDS 2
19 Yonny Hernandez Avintia Racing 2
20 Loris Baz Avintia Racing 1


Sumber

Tantangan untuk Lorenzo Setelah Mulai dengan Mulus

lorenzolosaillazzarig

Jorge Lorenzo sudah memulai usaha mempertahankan gelar dengan oke. Sirkuit berikutnya memberi tantangan tersendiri karena belum pernah bisa ia menangi.

Rider Spanyol juara dunia MotoGP 2010, 2012, dan 2015 itu mengawali balapan musim ini di Qatar dengan sebuah hasil “lengkap”; posisi pole, kemenangan dalam balapan, dan fastest lap.

Itu merupakan kali ketiga Lorenzo meraih kemenangan di Qatar pada kelas primer. Secara keseluruhan di semua kelas, itu merupakan kemenangannya yang keenam di balapan seri tersebut.

Rider Movistar Yamaha itu juga menjadi pebalap dengan jumlah kemenangan terbanyak di Qatar setelah sebelumnya sempat sejajar dengan Casey Stoner (lima kemenangan).

DOHA, QATAR - MARCH 20: Jorge Lorenzo of Spain and Movistar Yamaha MotoGP celebrates the victory n the podium at the end of the MotoGP race during the MotoGp of Qatar - Race at Losail Circuit on March 20, 2016 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
DOHA, QATAR – MARCH 20

Pada akhir pekan sudah menanti MotoGP Argentina di Autodromo Termas de Rio Hondo, yang podium teratasnya sejauh ini malah belum pernah dipijak oleh Lorenzo.

Balapan di Argentina ini sendiri baru dua musim terakhir kembali dihelat, setelah sebelumnya absen dari tahun 1999. Dari dua kesempatan tersebut, hasil Lorenzo adalah finis kelima pada musim lalu dan finis ketiga di 2004.

RIO HONDO, ARGENTINA - APRIL 27: (L-R) Dani Pedrosa of Spain and Repsol Honda Team, Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team and Jorge Lorenzo of Spain and Movistar Yamaha MotoGP celebrate on the podium at the end of MotoGP race during the MotoGp of Argentina - Race at on April 27, 2014 in Rio Hondo, Argentina. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)

 

“Dari seluruh sirkuit yang saat ini ada di kalendar balap, inilah trek terlemahnya. Tapi ban baru Michelin bisa saja mengubah peruntungannya,” sebut MotoGP.com.

Dari dua edisi MotoGP Argentina, Valentino Rossi yang rekan setim Lorenzo hadir jadi pemenang pada musim lalu dan sebelum itu ada Marc Marquez dari Repsol Honda yang berjaya.


Sumber

Tantangan Jorge Lorenzo Mempertahankan Gelar Juara

Lorenzo

Jorge Lorenzo merupakan satu dari tiga rider aktif MotoGP yang punya gelar juara dunia di kelas itu. Tapi berbeda dengan dua rider lainnya, Lorenzo belum pernah bisa mempertahankannya.

Sejak mulai tampil di kelas primer balap motor grand prix pada tahun 2008 lalu, Lorenzo sejauh ini sudah punya titel MotoGP masing-masing pada 2010, 2012, dan musim 2015 lalu.

Di barisan rider yang ada di kelas primer saat ini cuma Valentino Rossi dan Marc Marquez yang juga punya gelar juara dunia kelas tersebut. Rossi punya tujuh titel, sedangkan Marquez dua titel.

Berbeda dengan Rossi dan Marquez, Lorenzo belum pernah bisa mempertahankan gelar juara alias meraih titel kelas primer selama dua musim secara berurutan. Rossi pernah meraih titel lima musim beruntun pada 2001-2005 kemudian dua titel pada 2008 dan 2009, Marquez pada 2013 dan 2014.

Maka Lorenzo akan punya target ganda di MotoGP 2016: bertarung demi mempertahankan gelar juara dunia sekaligus meraih titel kelas primer secara beruntun untuk kali pertama.

Demi mewujudkannya tentu saja tidak bakal mudah. Rider Movistar Yamaha itu harus bersaing dengan Rossi yang bakal punya ambisi meluap setelah kontroversi dengan Marquez musim lalu–yang turut membuat Lorenzo juara. Marquez pun tentu tak mau kalah dan hendak segera menepikan kontroversi di 2015 lalu lewat sebuah performa seperti ketika ia juara dunia.

Sudah begitu Dani Pedrosa yang jadi rekan Marquez di Repsol Honda pun punya semangat tak kalah menyala setelah tak kunjung juara dunia sejak tampil di kelas primer pada 2006. Perubahan regulasi, secara khusus ban dan Unit Kontrol Elektronik (ECU), akan meramaikan persaingan–dengan Ducati secara khusus diprediksi akan punya keuntungan terkait ECU Magneti Marelli. Suzuki yang tampil cukup menjanjikan pada tes pramusim juga akan membuat persaingan jadi sulit diterka.

Akan tetapi, Lorenzo seperti sudah memberikan peringatan keras kepada para pengincar gelar juara dunianya lewat hasil sip pada tes pramusim terakhir di Losail pada 2-4 Maret lalu. Lorenzo menuntaskan hari terakhir tes itu dengan waktu putaran 1 menit 54,810 detik–menjadikannya sebagai satu-satunya rider yang menembus kisaran waktu 1 menit 54 detik dalam tes tiga hari tersebut.

“Itu amatlah positif karena kami banyak memoles catatan waktu putaran. Saya amat gembira dengan waktu tercepatnya dan kami sekarang sudah siap untuk balapan nanti,” tegas Lorenzo seperti dikutip Express.


Sumber

Tutup Tes dengan Oke, Lorenzo Yakin Kompetitif di Balapan Pertama

Jorge LorenzoJorge Lorenzo menutup tes pramusim dengan hasil oke. RiderMovistar Yamaha itu yakin bakal kompetitif di balapan pertama nanti.

Lorenzo mengakhiri tes pramusim di sirkuit Losail, Qatar, Jumat (4/3/2016) dengan catatan terbaik satu menit 54,810 detik. Dia menjadi satu-satunya pebalap yang mampu menembus catatan satu menit 54 detik sepanjang uji coba di trek ini.

Juara bertahan tersebut tak menampik bahwa masih ada sejumlah isu terkait performa ban sampai titik ini. Meski demikian dia yakin akan tampil kompetitif pada balapan pertama di Losail, 20 Maret mendatang.

“Itu adalah sebuah hari yang sangat positif, karena kami meningkatkan catatan waktu dengan pesat dan kami sudah menuntaskan simulasi balapan. Itu sudah sangat bagus karena saya menjalani beberapa putara di satu menit 55 detik meski dengan ban depan yang tidak dalam kondisi terbaik,” kata Lorenzo di situs resmi MotoGP.

“Dengan ban yang lebih lunak, yang mana Anda bisa melaju lebih cepat, kami mengalami sejumlah pengikisan. Ban ini mungkin tidak akan tersedia di balapan nanti karena Michelin sedang berencana mengganti alokasi ban ke yang sedikit lebih keras, dan juga satu lagi yang tak sekeras ban yang saya pakai untuk simulasi.”

“Dengan ban intermediate di depan, saya bisa saja lebih kencang. Jadi saya senang dengan catatan waktu tercepat ini juga simulasi balapannya, dan kami siap untuk tampil kompetitif di balapan,” tandasnya.

 


Sumber

Lorenzo Perkirakan Musim yang Penuh Kejutan dan Amat Menuntut Kemampuan

LorenzoRider Movistar Yamaha Jorge Lorenzo meyakini MotoGP musim 2016 akan penuh kejutan. Perubahan regulasi juga akan membuat kemampuan para pebalap diperas.

Lorenzo sukses jadi yang tercepat di tes pramusim hari pertama di sirkuit Losail, Qatar, Rabu (2/3/2016). Catatan waktu terbaiknya adalah satu menit 55,452 detik, unggul 0,428 detik dari pebalap Suzuki Ecstar Maverick Vinales di posisi dua.

Terlepas dari catatannya yang tangguh, Lorenzo menilai hal ini tak bisa dijadikan patokan sepenuhnya. Sebab pebalap masih perlu menguji motor dalam laju jangka panjang, di mana kondisi ban akan berangsur-angsur menurun.

Secara luas, Lorenzo percaya musim 2016 ini akan menjadi musim yang penuh kejutan. Ini tak terlepas dari penggunaan ECU seragam dan ban Michelin yang membuat motor lebih menuntut kemampuan.

“Saya rasa kalau besok digelar balapan, balapannya akan sangat berbeda dengan tahun lalu atau empat-lima tahun belakangan. Kita akan mendapatkan banyak kejutan dan juga para pebalap harus berhati-hati dengan segala hal, karena semuanya sudah sangat berubah,” kata Lorenzo dikutip Crash.

“Elektroniknya cukup kurang canggih jadi kami perlu sangat memperhatikan putaran gas, terutama ketika ban belakang mulai turun daya cengkeramnya. Jadi ini lebih menuntut kemampuan karena secara fisik dan mental Anda harus selalu berhati-hati.”

“Saya rasa untuk rider yang lebih halus cara balapannya, hal-hal ini akan lebih menguntungkan. Jadi mari kita lihat saja,” tambah sang juara bertahan.

Selain amat menuntut kemampuan para pebalap, perubahan yang terjadi musim ini membuat motor melaju berbeda-beda per sirkuitnya. Di satu sirkuit unggul, di sirkuit lainnya bisa mengalami kesulitan.

“Di Phillip Island, para pebalap Honda sangat tangguh. Tapi di sini, untuk saat ini, mereka punya sejumlah masalah. Jadi saya rasa setiap trek akan punya performa motor berbeda-beda. Trek ini cukup mirip dengan Sepang dan bekerja cukup baik untuk saya,” ujar Lorenzo.


Sumber

Prediksikan Balapan di 2016, Lorenzo dan Rossi Punya Opini Sama

lorenzorossilazzarig

Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi sama-sama menilai proses dan hasil balapan MotoGP 2016 bisa amat bervariasi dan berbeda di setiap sirkuit.

Kelas primer musim ini menghadirkan perubahan dalam aspek ban dan Unit Kontrol Elektronik (ECU); Michelin menjadi penyedia ban menggantikan Bridgestone dan penggunaan ECU buatan Magneti Marelli untuk seluruh tim.

Terkait perubahan tersebut, dua tes pramusim yang sudah dijalani tidak memunculkan satu kekuatan dominan. Lorenzo dan Rossi, yang musim lalu bersaing memperebutkan titel, sepakat bahwa itu bisa jadi indikasi awal mengenai balapan di musim 2016.

“Sepertinya akan ada banyak perubahan–performa motor dan para rider, di setiap lintasan. Terkadang kami bisa memiliki keunggulan di sejumlah lintasan, di tempat lain bisa ada masalah-masalah. Kami harus memahami bagaimana bisa lebih kompetitif sehingga mendapatkan keunggulan seperti di Sepang,” ucap Lorenzo di Crash.

“Saya pikir keseimbangan di antara motor yang berbeda bisa berubah dari satu lintasan ke lintasan lainnya. Oleh karena itu penting untuk melakukan pengujian di tiga sirkuit yang amat berlainan sebelum kejuaraan dimulai dan juga bakal sangat penting untuk memiliki motor yang bisa beradaptasi dengan setiap lintasan,” kata Rossi.

Tes pramusim MotoGP 2016 diawali di Sepang pada 1-3 Februari, kemudian dilanjutkan di Phillip Island pada 17-19 Februari lalu. Masih ada satu tes resmi lagi, yang terakhir, di Losail pada 2-4 Maret. Musim juga akan mulai bergulir di Losail pada 20 Maret.


Sumber

Hari Pertama yang Bikin Lorenzo Frustrasi

Lorenzo

Phillip Island – Jorge Lorenzo tak sempat menjalani banyak putaran di hari pertama tes pramusim Phillip Island karena cuaca yang berubah-ubah. Di lajunya yang singkat, Lorenzo mengaku mendapatkan sinyal aneh dari ban.

Hari pertama tes pramusim MotoGP di sirkuit Phillip Island, Australia, Rabu (17/2/2016) memang tak berjalan nyaman untuk para pebalap karena cuaca berubah-ubah. Hujan mengguyur di awal sesi, sempat mereda, tapi lantas kembali hujan sampai kemudian reda lagi di penghujung hari.

Dengan situasi ini, Lorenzo pun cuma sempat menjalani sejumlah putaran dengan ban kering. Dari laju singkat tersebut, sang juara bertahan menyadari ada perilaku berbeda dari ban Michelin dibandingkan di tes pramusim Sepang lalu.

Pebalap Movistar Yamaha itu sendiri pada akhirnya cuma menempati posisi 16 di hari pertama ini. Catatan waktu terbaiknya adalah satu menit ke-39,825 detik, berjarak 8,061 detik dari rider Octo Pramac Danilo Petrucci.

“Ini adalah sebuah hari yang bikin frustrasi untuk semua orang. Kami perlu menjalani beberapa lap untuk melihat bagaimana kerja motor dengan elektronik baru dan ban Michelin,” kata Lorenzo dikutipCrash.

“Akhirnya di percobaan terakhir kami melaju dengan ban kering. Tapi rasanya aneh. Sungguh, saya tidak tahu apa yang terjadi saat ini. Besok kami perlu melihat situasinya di sesi yang penuh karena kami tidak punya waktu cukup untuk memahaminya hari ini.”

“Biasanya Anda bisa melihat di balapan Superbike kalau cuacanya bagus di masa-masa ini. Tapi hari ini kami tidak beruntung. Ada kondisi yang berubah-ubah, di mana tidak benar-benar basah dan tidak sempurna benar untuk ban kering.”

“Sulit untuk melaju di kondisi seperti ini, tapi penting untuk melakukan setelan terhadap motor. Tapi akhirnya kami punya putaran dengan ban slick. Saya sangat menantikan besok, dengan sesi penuh dan kondisi bagus untuk melihat bagaimana motor bekerja dengan Michelin,” demikian dia.


Sumber

Lorenzo Tak Merasa Terintimidasi oleh Popularitas Rossi

fansrossiafpi

Madrid – Dengan perjalanan karier dan segala prestasinya, Valentino Rossi menjadi salah satu pebalap MotoGP yang paling populer di dunia. Banyaknya pendukung Rossi tak membuat Jorge Lorenzo merasa terancam.

Rossi sudah malang melintang di dunia balap profesional sejak 1996. Selama hampir 20 tahun berkarier, pebalap asal Italia itu punya sembilan gelar juara dunia mulai dari kelas 125cc sampai MotoGP.

Maka tak heran jika popularitas Rossi di antara pebalap-pebalap lainnya merupakan yang paling tinggi. Di setiap seri balapan, penggemar Rossi yang identik dengan warna kuning itu tak pernah absen mendukung idolanya.

Jika Rossi mendapat simpati dari banyak kalangan, Lorenzo kadang justru mendapat sorakan dari beberapa sektor di sirkuit saat naik podium. Hal seperti itu juga sempat dialami Marc Marquez menyusul perselisihannya dengan Rossi di putaran terakhir MotoGP 2015 lalu.

Meski demikian, Lorenzo tak merasa dirinya sedang bertarung melawan seluruh dunia. Rider asal Spanyol itu juga tidak merasa terancam dengan banyaknya dukungan yang didapat Rossi.

“Setiap orang di dunia bertarung menentang dunia. Valentino, dengan karier dan kepribadiannya dan semua yang dia menangi, sudah membuatnya mendapat fans lebih banyak daripada kami,” ujar Lorenzo seperti dikutip Autosport.

“Dan penggemar-penggemar ini bersuara lantang karena mereka ada banyak dan mereka ingin mendukung pebalap favoritnya dengan cara berbeda.”

“Itu bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Saya tetap oke dengan orang-orang saya. Anda mendengar orang-orang bicara macam-macam, tapi itu tidak mengubah hidup saya, kebahagiaan saya, atau pekerjaan saya,” katanya.

Sumber

Performa Oke Lorenzo dan Rossi di 2015 karena Terpacu Marquez

lorenzorossimarquezlazzari

London – Gebrakan Marc Marquez di MotoGP dinilai sudah amat memacu Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi untuk memoles penampilannya pada musim 2015.

Marquez memulai kariernya di MotoGP dengan langsung menyabet dua gelar juara dunia, dan secara khusus mendominasi musim 2014 dengan memenangi 10 seri balapan secara berturut-turut.

Akan tetapi, pada musim ketiganya di kelas primer pada 2015 ini Marquez harus puas menempati posisi tiga dengan Lorenzo dan Rossi terlibat persaingan sesama rider Movistar Yamaha.

Kendatipun motor Honda di 2015 pada perjalanan musim memang perlu disesuaikan lebih lanjut dengan gaya berkendara Marquez, Managing Director Yamaha Lin Jarvis menilai bahwa Lorenzo dan Rossi juga sudah mengawali tahun ini dengan lebih baik dari sebelumnya.

“Salah satu hal yang membuat saya terkesan adalah bagaimana dua rider kami menyongsong musim ini,” kata Jarvis seperti dikutip Autosport.

“Marquez menghantam kami di awal tahun. Itu memunculkan reaksi baik di aspek teknik, dengan para teknisi kami mengembangkan banyak solusi baru, dan rider-rider kami paham bahwa untuk menang lawan Marquez mereka harus amat fokus, amat terlatih, dan penuh dedikasi.”

“Itulah yang sudah kami lihat dari kedua pebalap kami. Mereka memulai musim dengan sebuah misi,” tuturnya.

Dengan Marquez sudah pasti akan berusaha kembali dengan lebih baik lagi setelah pengalamannya di 2015, Jarvis tetap percaya Lorenzo dan Rossi juga bakal mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin demi membuat persaingan jadi amat sengit.

“Persaingan tahun depan akan sangat sulit dan intens. Di masa lalu ketika kami punya Valentino dan Jorge bersama kami mampu memenangi tiga mahkota juara beruntun,” ucap Jarvis.

“Itu tidak mudah tapi kami sudah berhasil melakukannya. Kami memiliki tim terbaik dan teknisi terhebat di dunia, dan kami akan berusaha amat sangat keras untuk melakukannya lagi tahun depan,” sebutnya.

Sumber

Musim 2016 Akan Lebih Berat, Lebih Kompetitif

lorenzo_alcocerNew Delhi – Pebalap Yamaha Jorge Lorenzo menilai musim lalu adalah yang terberat dalam kariernya. Namun, menurut Lorenzo 2016 akan jauh lebih berat dengan rival yang semakin banyak.

Lorenzo mengawali 2015 dengan kurang meyakinkan setelah gagal naik podium di tiga seri pembuka. Tapi selanjutnya, pebalap Spanyol bangkit dengan meraih kemenangan di Jerez, Le Mans, Mugello, dan Catalunya.

Dalam 11 balapan terakhir, Lorenzo hanya dua kali gagal naik podium dan sekali gagal dapat poin [di San Marino]. Sampai pada akhirnya, pebalap berusia 28 tahun itu memenangi balapan pamungkas di Valencia untuk mengalahkan Valentino Rossi guna menyabet titel juara dunia MotoGP ketiga dengan selisih lima poin.

Pada musim depan, Lorenzo masih akan menjadi salah satu kandidat juara bersama dengan Rossi dan duo Honda; Marc Marquez dan Dani Pedrosa. ‘Bumbu’ kontroversi yang sudah terjadi niscaya akan menambah kompetisi musim depan semakin seru.

“Ini adalah musim terberatku sejauh ini,” ungkap Lorenzo sebagaimana diwartakan Motorsport. “2013 juga cukup berat, yang mana aku kalah di akhir oleh Marquez dengan hanya terpaut empat poin.”

“Aku sangat-sangat fokus pada tahun ini, tapi di 2016 akan lebih berat lagi daripada tahun ini dan lebih kompetitif.”

“Valentino akan kembali dalam persaingan titel juara, lalu Pedrosa dan Marquez juga akan menyaingi kami. Suzuki dan tim-tim lainnya bisa saja akan punya kecepatan pada musim depan, jadi Anda tidak akan pernah tahu,” simpul Lorenzo.

Sumber