Alasan Pembalap MotoGP Tengokkan Kepala di Tikungan

Bagi penggemar motor sport, berkendara di lintasan balap bisa jadi tantangan tersendiri. Banyaknya komunitas motor sport mengadakan race day membuat teknik berkendara perlu untuk dipelajari.

Salah satunya adalah bagaimana biker dapat sukses menaklukkan beragam tikungan di sirkuit. Ternyata kuncinya adalah pandangan mata.

“Selalu pastikan mata melihat arah yang dituju, dalam hal ini tikungan di depan. Nanti dengan sendirinya motor akan mengarah ke titik yang kita tuju,” ucap Muhammad Yunus, intruktur safety riding MV Agusta Owner Club Indonesia (MMOVI) saat ditemui beberapa waktu lalu.

878

Jika biker hilang konsentrasi dan memandang ke arah yang salah maka arah motor tanpa disadari akan ikut berubah. Latih mata untuk melihat ke titik terjauh lintasan.

Selain itu jangan hanya melirik untuk melihat kondisi lintasan saat berkendara. Jangan karena terus terpaku pandangan ke depan, berkendara jadi melupakan fleksibilitas leher.

Lemaskan bagian leher dan tengokkan kepala untuk melihat kondisi lintasan di depan dengan baik. Fokus berkendara dan arah motor akan tetap pada lintasan.

“Tahu alasannya pebalap MotoGP waktu belok ke arah mana, kepalanya menengok ke arah lebih jauh. Ini karena ia memandang titik selanjutnya motor hendak menuju,” ucap Yunus.

Fokus mata ini juga membuat pengendara sebaiknya tidak pernah melirik penunjuk kecepatan di sepeda motor. Selain alasan keselamatan, biker dilatih untuk tahu kecepatan motornya hanya dengan mendengar suara mesin.

“Alasan lain, kalau kebanyakan lihat speedometer, nyali jadi ciut,” ucap Yunus.

Motocross, Cara Marquez dan Rossi Asah Skill dan Fisik

Sudah merasakan jadi raja MotoGP, Marc Marquez dan Valentino Rossi sepakat menyebut motocross sangat menguras fisik. Tapi melaju di lintasan tanah jadi metode latihan yang oke sebelum melesat di trek.

Rossi diketahui sangat gemar dengan motocross. Sampai beberapa tahun lalu dia masih terhitung sering mengunjungi trek-trek motocross untuk merasakan sensasi ngebut di lintasan tanah dengan beragam tantangannya.

Sama seperti MotoGP, motocross tentu saja berisiko tinggi. The Doctor malah menganggapnya sebagai olahraga berbahaya. Itu mungkin terkait kecelakaan yang sempat dia alami pada 2010 silam.

Motocross, Cara Marquez dan Rossi Asah Skill dan Fisik
Foto: ist.

“Saya suka mengendarai motocross. Tapi, para pebalap (MotoGP) sering punya masalah dengan lintasannya. Karena buat kami itu terlalu berbahaya. Anda harus lahir sebagai pebalap motocross dan tumbuh dengan motor ini. Karena tidak mudah mengontrol motor saat melompat,” ucap Rossi beberapa waktu lalu.

Meski sempat kecelakaan, bukan berarti kegemarannya terhadap balap motor yang satu itu hilang. Rossi masih suka menggeber motocross di ranch yang dipunya di kampung halamannya. Dibanding lintasan motocross sungguhan, trek di ranch tersebut jauh lebih aman.

“Di Ranch, saya punya trek motocross kecil, yang kadang saya pakai. Tapi di sepanjang musim saya menggunakan trek profesional. Itu sangat menuntut mental dan fisik, olahraga yang sangat menuntut (kemampuan). Motocross latihan yang bagus untuk pebalap MotoGP. Tapi, pebalap road racer lebih baik jika latihan sebanyak mungkin di aspal pada awal karier. Motocross cuma latihan tambahan,” lanjut Rossi.

Motocross, Cara Marquez dan Rossi Asah Skill dan Fisik
Foto: RedBull

Penyataan senada diutarakan Marquez. Rider asal Spanyol itu malah mendapat didikan dasar sebagai crosser. Level konsentrasi motocross tidak seteinggi MotoGP. Namun ngebut di atas lintasan tanah dengan ketinggian berbeda lebih cepat menguras fisik.

“Itu berbeda dengan balapan MotoGP. Pada dasarnya, pendidikan (balap) pertama saya adalah motocross. Ya, saya cinta MX. Konsentrasinya berbeda. Saat membalap di sirkuit, semuanya harus presisi. Sementara off road juga tetap harus presisi, tapi saya tidak kehabisan banyak waktu jika sedikit keluar (jalur balap).”

“Di MotoGP, Anda harus sangat akurat dan konsisten. Setelah balapan, Anda menjadi lelah karena mental. Di Motocross, Anda lelah karena usaha yang dilakukan. Karena motornya terus tidak seimbang, Anda harus melompat, dan hal lainnya. Penting untuk menemukan kombinasi yang tepat,” papar Marquez.

Hasil Race MotoGP Amerika 2016 Tadi Malam : Marquez Masih Jadi Raja, Lorenzo Kedua, Rossi Gagal Finis

jorge-lorenzo-marc-marquez

Marc Marquez menuntaskan dominasinya di Circuit of The Americas di seri ke-3 MotoGP 2016 setelah berhasil menjadi yang tercepat di sesi race yang berlangsung dini hari tadi.

Marquez yang sudah diprediksi akan tetap mendominasi race langsung melaju sejak start dan sama sekali tidak tersentuh oleh rider lain hingga finish. Finish di posisi 2 ada rekan senegaranya dari tim Yamaha, Jorge Lorenzo disusul Iannone dari tim Ducati.

Naas bagi “The Doctor” Valentino Rossi, tampil apik di sesi kualifikasi namun Rossi harus berakhir gagal finis di sesi balapan setelah terjatuh di lap ke-2. Dengan hasil ini Marquez kokoh memimpin klasemen MotoGP 2016 dengan poin 66, disusul Lorenzo dengan 45 poin dan Rossi dengan 33 poin.

 

Hasil MotoGP Austin Circuit of The Americas 2016 tadi malam

1. Marc Marquez | ESP | Repsol Honda Team (RC213V) 43m 57.945s
2. Jorge Lorenzo | ESP | Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 44m 4.052s
3. Andrea Iannone | ITA | Ducati Team (Desmosedici GP) 44m 8.892s
4. Maverick Viñales | ESP | Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 44m 16.367s
5. Aleix Espargaro | ESP | Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 44m 18.656s
6. Scott Redding | GBR | Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 44m 26.906s
7. Pol Espargaro | ESP | Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 44m 30.057s
8. Michele Pirro | ITA | Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 44m 30.702s
9. Hector Barbera | ESP | Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 44m 32.537s
10. Stefan Bradl | GER | Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 44m 38.156s
11. Alvaro Bautista | ESP | Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 44m 43.368s
12. Eugene Laverty | IRL | Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 44m 45.072s
13. Tito Rabat | ESP | Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 44m 45.371s
14. Yonny Hernandez | COL | Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 44m 49.135s
15. Loris Baz | FRA | Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 45m 10.874s
16. Cal Crutchlow | GBR | LCR Honda (RC213V) 45m 17.197s
17. Bradley Smith | GBR | Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 45m 25.981s
Dani Pedrosa | ESP | Repsol Honda Team (RC213V) DNF
Andrea Dovizioso | ITA | Ducati Team (Desmosedici GP) DNF
Valentino Rossi | ITA | Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) DNF

Klasemen MotoGP 2016 Terbaru

1 Marc Marquez Repsol Honda 66
2 Jorge Lorenzo Movistar Yamaha 45
3 Valentino Rossi Movistar Yamaha 33
4 Pol Espargaro Monster Yamaha Tech 3 28
5 Dani Pedrosa Repsol Honda 27
6 Hector Barbera Avintia Racing 25
7 Andrea Dovizioso Ducati Team 23
8 Maverick Vinales Team Suzuki Ecstar 23
9 Eugene Laverty Aspar Team MotoGP 21
10 Aleix Espargaro Team Suzuki Ecstar 21
11 Andrea Iannone Ducati Team 16
12 Scott Redding Octo Pramac Yakhnich 16
13 Bradley Smith Monster Yamaha Tech 3 16
14 Stefan Bradl Aprilia Racing Team Gresini 15
15 Alvaro Bautista Aprilia Racing Team Gresini 14
16 Michele Pirro Octo Pramac Yakhnich 12
17 Tito Rabat Estrella Galicia 0,0 Marc VDS 11
18 Jack Miller Estrella Galicia 0,0 Marc VDS 2
19 Yonny Hernandez Avintia Racing 2
20 Loris Baz Avintia Racing 1


Sumber

Tantangan untuk Lorenzo Setelah Mulai dengan Mulus

lorenzolosaillazzarig

Jorge Lorenzo sudah memulai usaha mempertahankan gelar dengan oke. Sirkuit berikutnya memberi tantangan tersendiri karena belum pernah bisa ia menangi.

Rider Spanyol juara dunia MotoGP 2010, 2012, dan 2015 itu mengawali balapan musim ini di Qatar dengan sebuah hasil “lengkap”; posisi pole, kemenangan dalam balapan, dan fastest lap.

Itu merupakan kali ketiga Lorenzo meraih kemenangan di Qatar pada kelas primer. Secara keseluruhan di semua kelas, itu merupakan kemenangannya yang keenam di balapan seri tersebut.

Rider Movistar Yamaha itu juga menjadi pebalap dengan jumlah kemenangan terbanyak di Qatar setelah sebelumnya sempat sejajar dengan Casey Stoner (lima kemenangan).

DOHA, QATAR - MARCH 20: Jorge Lorenzo of Spain and Movistar Yamaha MotoGP celebrates the victory n the podium at the end of the MotoGP race during the MotoGp of Qatar - Race at Losail Circuit on March 20, 2016 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)

DOHA, QATAR – MARCH 20

Pada akhir pekan sudah menanti MotoGP Argentina di Autodromo Termas de Rio Hondo, yang podium teratasnya sejauh ini malah belum pernah dipijak oleh Lorenzo.

Balapan di Argentina ini sendiri baru dua musim terakhir kembali dihelat, setelah sebelumnya absen dari tahun 1999. Dari dua kesempatan tersebut, hasil Lorenzo adalah finis kelima pada musim lalu dan finis ketiga di 2004.

RIO HONDO, ARGENTINA - APRIL 27: (L-R) Dani Pedrosa of Spain and Repsol Honda Team, Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team and Jorge Lorenzo of Spain and Movistar Yamaha MotoGP celebrate on the podium at the end of MotoGP race during the MotoGp of Argentina - Race at on April 27, 2014 in Rio Hondo, Argentina. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)

 

“Dari seluruh sirkuit yang saat ini ada di kalendar balap, inilah trek terlemahnya. Tapi ban baru Michelin bisa saja mengubah peruntungannya,” sebut MotoGP.com.

Dari dua edisi MotoGP Argentina, Valentino Rossi yang rekan setim Lorenzo hadir jadi pemenang pada musim lalu dan sebelum itu ada Marc Marquez dari Repsol Honda yang berjaya.


Sumber

5 Pembalap MotoGP yang Memiliki Hubungan Darah

Moto GPSalah satu faktor yang menentukan kehebatan seorang atlet adalah keturunan. Tak jarang ada atlet yang memiliki hubungan keluarga.

Memiliki keluarga yang berprofesi sebagai atlet tentu menjadi sebuah hal yang positif. Mereka bisa saling mendoakan, tukar pendapat hingga memberi dukungan.

Di sepak bola misalnya, pelatih Timnas Belanda Danny Blind menurunkan bakatnya mengolah ‘Si Kulit Bundar’ kepada anaknya yang merupakan gelandang Manchester United, Daley Blind.

Indonesia juga mempunyai beberapa atlet yang memiliki hubungan darah. Salah satunya adalah si kembar Zulham dan Zulvin Zamrun. Saudara kembar yang lahir pada 19 Februari 1988 itu mengawali kariernya di Persiter Ternate.

Selain di sepak bola, ada juga atlet MotoGP yang mempunyai hubungan keluarga. Siapa saja mereka?

Valentino Rossi dan Luca Marini

Valen dan Luca

Valentino Rossi dan Luca Marini lahir dari rahim yang sama, tapi berbeda ayah. Rossi adalah kakak tiri Marini. Ibu Rossi, Stefania menikah dengan Graziano Rossi pada awal tahun 1970-an. Namun Stefania memutuskan untuk bercerai dengan Graziano dan menikah lagi pada 1980.

Saat ini, Rossi berkiprah di ajang MotoGP bersama Yamaha Movistar. Pembalap asal Italia itu tengah mengejar gelar juara dunia MotoGP yang kedelapan sepanjang kariernya.

Sedangkan Marini tengah berjuang di kelas Moto2. Marini sering sekali meminta pendapat Rossi ketika mau balapan. Marini berharap bisa balapan dengan Rossi sebelum kakak tirinya itu pensiun.

Marc dan Alex Marquez

Marc dan Alex Marquez

Marc Marquez adalah pembalap fenomenal MotoGP. Bersama Repsol Honda, dia sudah menjuarai MotoGP sebanyak dua kali, 2013 dan 2014. Dia juga punya saudara kandung yang tak kalah hebatnya beradu kecepatan di atas aspal.

Alex Marquez adalah adik dari Marc. Alex merupakan juara Moto3 pada 2014. Saat ini, Alex sedang berjuang di ajang Moto2. Alex juga bersaing dengan adik tiri Valentino Rossi, Luca Marini.

Aleix dan Pol Espargaro

Aleix dan Pol Espargaro

Aleix dan Pol Espargaro tercatat sebagai pembalap MotoGP 2016. Aleix memperkuat Team Suzuki Ecstar MotoGP bersama Meverick Vinales. Sedangkan Pol bergabung di Yamaha Monster Tech 3 bersama Bradley Smith.

Pada seri pertama MotoGP musim ini, keduanya sempat saling salip demi meraih poin. Sang adik, Pol finis di posisi ketujuh, sementara Aleix berada di urutan ke-11.

Sergio Gadea dan Axel Pons

Sergio Adea dan Axel Pons

Legenda MotoGP Sito Pons menurunkan bakat balap kepada kedua anaknya, Sergio Gadea dan Axel Pons. Sergio yang sekarang berusia 31 tahun tercatat pernah membalap di kelas Moto2 pada 2010 hingga 2013. Pada 2010, dia pernah satu tim dengan adiknya, Axel. Saat ini Sergio sudah memutuskan untuk pensiun.

Sedangkan Axel masih terus bergelut di dunia balap. Pembalap berusia 24 tahun itu tampil di kelas Moto2 bersama tim Kalex. Tahun lalu, Axel finis di posisi ke-19 dengan mengoleksi 19 poin.

Carlos dan David Checa

 Carlos dan David Checa

Nama Carlos Checa tentu sudah tak asing di kalangan pecinta MotoGP. Dia salah satu pembalap terbaik MotoGP pada tahun 1995 hingga 2010. Dia pernah memperkuat tiga tim papan atas, Honda, Yamaha, dan Ducati.

Carlos tercatat naik podium sebanyak 24 kali dari 194 balapan di MotoGP. Dia mencatatkan waktu terbaik sebanyak lima kali. Carlos juga meraih pole position tiga kali.

Tak banyak yang tahu kalau Carlos juga punya adik yang jago balapan, yakni David Checa. Namun sayangnya, kiprah David tidak terlalu bersinar jika dibandingkan dengan Carlos. David hanya satu musim tampil di MotoGP pada 2005.


Sumber

Lorenzo Tercepat, Rossi Kedua

jorgegettyDoha – Jorge Lorenzo menjadi pebalap tercepat dalam sesi latihan bebas pertama MotoGP Qatar. Lorenzo mengungguli rekan setimnya di Movistar Yamaha, Valentino Rossi.

Lorenzo mencatat waktu terbaik 1 menit 55,440 detik dalam latihan bebas di Sirkuit Losail, Kamis (17/3/2016). Dia unggul 0,267 detik atas Rossi yang harus puas menempati posisi kedua.

Pebalap Ducati, Andrea Iannone, berada di posisi ketiga dengan catatan waktu yang lebih lambat 0,296 detik di belakang Lorenzo. Posisi keempat jadi milik Hector Barbera dari tim Avintia Racing.

Maverick Vinales menempati posisi keempat, disusul Pol Espargaro. Dua pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez, masing-masing berada di posisi ketujuh dan kedelapan. Andrea Dovizioso dan Scott Redding melengkapi posisi sepuluh besar.

Hasil Free Practice I MotoGP Qatar:
Posisi – Pebalap – Tim – Catatan Waktu – Gap – Top Speed

1. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 55.440s [Lap 15/15] 335km/h
2. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 55.707s +0.267s [17/17] 338km/h
3. Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP16) 1m 55.736s +0.296s [8/16] 347km/h
4. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 55.810s +0.370s [16/16] 340km/h
5. Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 55.847s +0.407s [16/16] 336km/h
6. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 56.051s +0.611s [18/18] 335km/h
7. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 56.098s +0.658s [13/16] 336km/h
8. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 56.258s +0.818s [15/15] 336km/h
9. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP16) 1m 56.387s +0.947s [8/14] 344km/h
10. Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 56.412s +0.972s [14/16] 334km/h
11. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 56.524s +1.084s [13/17] 334km/h
12. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 56.596s +1.156s [11/16] 334km/h
13. Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 56.783s +1.343s [13/14] 331km/h
14. Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 56.939s +1.499s [9/16] 334km/h
15. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 56.981s +1.541s [17/17] 334km/h
16. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 57.096s +1.656s [16/16] 328km/h
17. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 57.129s +1.689s [13/16] 332km/h
18. Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 57.192s +1.752s [14/14] 334km/h
19. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 57.421s +1.981s [11/14] 337km/h
20. Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 1m 57.916s +2.476s [18/18] 328km/h
21. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 57.989s +2.549s [15/15] 327km/h


Sumber

Tantangan Jorge Lorenzo Mempertahankan Gelar Juara

Lorenzo

Jorge Lorenzo merupakan satu dari tiga rider aktif MotoGP yang punya gelar juara dunia di kelas itu. Tapi berbeda dengan dua rider lainnya, Lorenzo belum pernah bisa mempertahankannya.

Sejak mulai tampil di kelas primer balap motor grand prix pada tahun 2008 lalu, Lorenzo sejauh ini sudah punya titel MotoGP masing-masing pada 2010, 2012, dan musim 2015 lalu.

Di barisan rider yang ada di kelas primer saat ini cuma Valentino Rossi dan Marc Marquez yang juga punya gelar juara dunia kelas tersebut. Rossi punya tujuh titel, sedangkan Marquez dua titel.

Berbeda dengan Rossi dan Marquez, Lorenzo belum pernah bisa mempertahankan gelar juara alias meraih titel kelas primer selama dua musim secara berurutan. Rossi pernah meraih titel lima musim beruntun pada 2001-2005 kemudian dua titel pada 2008 dan 2009, Marquez pada 2013 dan 2014.

Maka Lorenzo akan punya target ganda di MotoGP 2016: bertarung demi mempertahankan gelar juara dunia sekaligus meraih titel kelas primer secara beruntun untuk kali pertama.

Demi mewujudkannya tentu saja tidak bakal mudah. Rider Movistar Yamaha itu harus bersaing dengan Rossi yang bakal punya ambisi meluap setelah kontroversi dengan Marquez musim lalu–yang turut membuat Lorenzo juara. Marquez pun tentu tak mau kalah dan hendak segera menepikan kontroversi di 2015 lalu lewat sebuah performa seperti ketika ia juara dunia.

Sudah begitu Dani Pedrosa yang jadi rekan Marquez di Repsol Honda pun punya semangat tak kalah menyala setelah tak kunjung juara dunia sejak tampil di kelas primer pada 2006. Perubahan regulasi, secara khusus ban dan Unit Kontrol Elektronik (ECU), akan meramaikan persaingan–dengan Ducati secara khusus diprediksi akan punya keuntungan terkait ECU Magneti Marelli. Suzuki yang tampil cukup menjanjikan pada tes pramusim juga akan membuat persaingan jadi sulit diterka.

Akan tetapi, Lorenzo seperti sudah memberikan peringatan keras kepada para pengincar gelar juara dunianya lewat hasil sip pada tes pramusim terakhir di Losail pada 2-4 Maret lalu. Lorenzo menuntaskan hari terakhir tes itu dengan waktu putaran 1 menit 54,810 detik–menjadikannya sebagai satu-satunya rider yang menembus kisaran waktu 1 menit 54 detik dalam tes tiga hari tersebut.

“Itu amatlah positif karena kami banyak memoles catatan waktu putaran. Saya amat gembira dengan waktu tercepatnya dan kami sekarang sudah siap untuk balapan nanti,” tegas Lorenzo seperti dikutip Express.


Sumber

Yamaha Terdepan, Lorenzo Kuasai Hari Pertama di Sepang

Lorenzo

Sepang – Hari pertama tes pramusim di Sirkuit Sepang menjadi milik Jorge Lorenzo. Juara dunia 2015 itu jadi yang tercepat mengungguli Valentino Rossi dan Dani Pedrosa.

Dalam tes di Sirkuit Sepang, Senin (1/2/2016), Lorenzo menorehkan catatan waktu dua menit 0,684 detik di lap-32 dari total 37 lap yang ia lewati. Catatan tersebut setidaknya satu detik lebih cepat dari rival-rivalnya ketika hujan turun 20 menit jelang sesi hari pertama selesai.

Sementara itu, Rossi menajamkan catatan waktunya di satu jam terakhir sesi hari pertama. Catatan terbaiknya adalah dua menit 1,717 detik, unggul 0,063 detik dari Pedrosa yang ada di tempat ketiga.

Rider Pramac Racing, Danilo Petrucci, sempat berada di posisi teratas saat siang hari. Tapi pada akhirnya Petrucci mengakhiri hari pertama dengan berada di urutan keempat, satu strip di atas Andrea Iannone (Ducati).

Sementara itu, Marc Marquez hanya menempati urutan ketujuh dengan catatan waktu dua menit 2,278 detik atau 0,276 detik lebih lambat daripada Hector Barbera yang ada di posisi keenam. Scott Redding, Aleix Espargaro, dan Cal Crutchlow berturut-turut melengkapi posisi 10 besar.

Hasil tes MotoGP Sepang, Senin (1/2/2016):

1. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 2m 0.684s [Lap 32/37]
2. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 2m 1.717s +1.033s [52/55]
3. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 2m 1.780s +1.096s [23/34]
4. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 2m 1.811s +1.127s [29/43]
5. Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP15/16) 2m 1.912s +1.228s [33/49]
6. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 2m 2.002s +1.318s [54/59]
7. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 2m 2.278s +1.594s [32/50]
8. Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 2m 2.338s +1.654s [30/46]
9. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 2m 2.539s +1.855s [22/42]
10. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 2m 2.586s +1.902s [36/42]
11. Maverick Viales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 2m 2.645s +1.961s [39/40]
12. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 2m 2.646s +1.962s [27/42]
13. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP15/16) 2m 2.650s +1.966s [31/40]
14. Yonny Hernandez COL Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 2m 2.916s +2.232s [14/44]
15. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 2m 3.026s +2.342s [54/55]
16. Michele Pirro ITA Ducati Test Rider (Desmosedici GP15/16) 2m 3.203s +2.519s [26/32]
17. Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 2m 3.204s +2.520s [57/58]
18. Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 2m 3.463s +2.779s [26/53]
19. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 2m 3.565s +2.881s [20/27]
20. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2m 3.978s +3.294s [12/39]
21. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2m 4.075s +3.391s [33/34]


Sumber

Lorenzo Tak Merasa Terintimidasi oleh Popularitas Rossi

fansrossiafpi

Madrid – Dengan perjalanan karier dan segala prestasinya, Valentino Rossi menjadi salah satu pebalap MotoGP yang paling populer di dunia. Banyaknya pendukung Rossi tak membuat Jorge Lorenzo merasa terancam.

Rossi sudah malang melintang di dunia balap profesional sejak 1996. Selama hampir 20 tahun berkarier, pebalap asal Italia itu punya sembilan gelar juara dunia mulai dari kelas 125cc sampai MotoGP.

Maka tak heran jika popularitas Rossi di antara pebalap-pebalap lainnya merupakan yang paling tinggi. Di setiap seri balapan, penggemar Rossi yang identik dengan warna kuning itu tak pernah absen mendukung idolanya.

Jika Rossi mendapat simpati dari banyak kalangan, Lorenzo kadang justru mendapat sorakan dari beberapa sektor di sirkuit saat naik podium. Hal seperti itu juga sempat dialami Marc Marquez menyusul perselisihannya dengan Rossi di putaran terakhir MotoGP 2015 lalu.

Meski demikian, Lorenzo tak merasa dirinya sedang bertarung melawan seluruh dunia. Rider asal Spanyol itu juga tidak merasa terancam dengan banyaknya dukungan yang didapat Rossi.

“Setiap orang di dunia bertarung menentang dunia. Valentino, dengan karier dan kepribadiannya dan semua yang dia menangi, sudah membuatnya mendapat fans lebih banyak daripada kami,” ujar Lorenzo seperti dikutip Autosport.

“Dan penggemar-penggemar ini bersuara lantang karena mereka ada banyak dan mereka ingin mendukung pebalap favoritnya dengan cara berbeda.”

“Itu bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Saya tetap oke dengan orang-orang saya. Anda mendengar orang-orang bicara macam-macam, tapi itu tidak mengubah hidup saya, kebahagiaan saya, atau pekerjaan saya,” katanya.

Sumber

2015 Bukan Kans Terakhir Rossi untuk Juara Dunia Lagi

Vale-Sepang-test-2015-valentino-rossi-38104171-1202-800

Setelah kegagalan di 2015, Valentino Rossi dianggap sudah melewatkan kesempatan terakhirnya menjadi juara dunia lagi. Pebalap Yamaha itu menepis, karena masih merasa kompetitif.

Rossi, 36 tahun, finis runner-up di belakang rekan setimnya Jorge Lorenzo, yang merebut titel juara dunia kelima dalam kariernya. Hal ini memaksa Rossi menunda ambisinya untuk meraih gelar juara dunia ke-10 atau yang kedelapan di kelas 500cc/ MotoGP.

Musim lalu barangkali menjadi musim paling dramatis dalam olahraga ini seiring sejumlah kontroversi yang melibatkan Rossi dan juniornya sekaligus pebalap Honda Repsol Marc Marquez.

Rossi akan berusia 37 tahun saat musim MotoGP 2016 dimulai di Qatar pada Maret mendatang. Meski demikian, pebalap legendaris berkebangsaan Italia itu percaya masih ada kesempatan bagi dirinya.

“Kalau Anda memeriksa sejarah manusia, di antara usia 36 dan 37 tahun bukanlah sebuah perbedaan besar. Aku tidak terlalu khawatir,” ujar Rossi yang dilansir Autosport.

Menurut Rossi tahun ini bisa lebih cepat atau dengan kecepatan yang sama. Tapi hal itu banyak tergantung dengan motivasi, mencocokkan Yamaha dengan Michelin, pekerjaannya dan hal-hal lainnya. Tahun ini akan jadi cerita yang lain, dan Rossi akan mencoba seperti biasanya.

Sumber