Valentino Rossi Pimpin Klasemen, Marc Marquez Makin Respek

Marc Marquez mengaku respek kepada Valentino Rossi yang saat ini memuncaki klasemen sementara MotoGP 2017 meski belum pernah meraih kemenangan dari tiga seri.

“Valentino bukan yang tercepat, tapi dia bisa memimpin klasemen karena paling konsisten. Saya respek kepadanya dan saya harus belajar darinya,” kata Marquez seperti dikutip dari Crash, Senin (24/4/2017).

Rossi selalu naik podium dari tiga seri awal MotoGP 2017. Pebalap Movistar Yamaha itu finis ketiga di Qatar serta naik podium kedua di Argentina dan Austin, Minggu (23/4/2017).

Berkat konsisten naik podium, Valentino Rossi berhak memuncaki klasemen sementara pebalap dengan koleksi 56 poin. The Doctor unggul enam angka atas rekan setimnya Maverick Vinales yang gagal finis di Austin.

_gp_8699_0.big

Sementara itu, setelah gagal naik podium di Qatar dan terjatuh di Argentina, Marquez akhirnya berhasil meraih kemenangan pertama pada musim ini di Austin. Si Bayi Alien pun melesat ke peringkat ketiga klasemen dengan 38 poin atau terpaut 18 angka dengan Rossi.

“Setelah balapan di Argentina, saya sempat mendengar komentar bahwa saya sudah terlempar dari perebutan gelar karena telah tertinggal terlalu jauh. Namun, jangan lupa musim ini masih panjang,” ujar Marquez.

Marc Marquez berpeluang memangkas atau bahkan melewati perolehan poin Valentino Rossi dan Maverick Vinales karena akan menjalani balapan kandang pada seri keempat di Jerez, Spanyol, 7 Mei. Pada balapan MotoGP Spanyol 2016, Marquez finis ketiga di belakang Rossi dan Jorge Lorenzo.

Ini Kata Rider Indonesia soal Rossi-Vinales

Persaingan Valentino Rossi-Maverick Vinales di MotoGP menjadi keriuhan baru usai berlangsungnya putaran pertama MotoGP di Qatar. Ibarat satu paket suguhan, semuanya tersedia bagi fans Yamaha, khususnya di Indonesia.

Pasalnya, motor duo yang mendominasi podium ini dipasangi bendera Indonesia. Pihak Yamaha di Indonesia sendiri mengatakan bahwa kemenangan dan hadirnya bendera itu turut memberikan sesuatu bagi rider Indonesia yang berjuang di Asia Road Racing Championship.

“Kehadiran bendera Indonesia pada M1 (motor Ross dan Vinales) ikut menjadi motivasi tersendiri bagi rider kami agar lebih terpacu berprestasi di ajang internasional,” kata M. Abidin, GM Aftersales & Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Galang Hendra, Imanuel Pratna, Rey Ratukore yang beraksi dengan YZF-R25 di Asia Road Racing Championship (ARRC) pun turut memberikan semangat bagi Rossi dan Vinales, di samping rasa bangga soal bendera Indonesia di motor peraih juara (Vinales) dan posisi ke-3 (Rossi) tersebut.

”Bangga rasanya melihat bendera Merah Putih terpasang di M1. Sebagai seorang rider yang juga membawa nama negara di ajang balap, ini jadi penyemangat saya untuk ikut mengharumkan Indonesia. Makin semangat dengan hasil di Qatar, Maverick Vinales dan Valentino Rossi,” kata Galang Hendra, yang juga menjadi murid Rossi.

Rider Indonesia didikan Rossi lainnya, Imanuel Pratna, pun membanggakan momen ini.


”Ini sangat luar biasa buat bangsa Indonesia. Saya sendiri pun ikut merasakan bangganya jadi orang Indonesia bisa dilatih rider kelas dunia Valentino Rossi di Master Camp karena ikut memperkenalkan negeri ini,” tutur Imanuel Pratna.

Sementara itu, rider Rey Ratukore, menanggapinya sebagai semangat untuk turut menambah prestasi atas nama Indonesia.

”Saya sangat senang melihat bendera Indonesia ada di M1. Sebagai duta bangsa melalui kompetisi balap, tentunya ini jadi inspirasi istimewa yang membuat saya ingin membanggakan Indonesia dengan mengibarkan bendera Merah Putih di podium,” ujar Rey.

MotoGP 2017: Rossi Pesimistis Kejar Laju Vinales di Qatar

Tak seperti Valentino Rossi, sejak tes pramusim hingga sesi latihan bebas MotoGP Qatar 2017, Maverick Vinales adalah pembalap yang konsisten mencuri perhatian. Ia seakan sudah ditakdirkan untuk melaju cepat bersama Yamaha.

Normalnya, seorang pembalap akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan motor baru, tapi hal itu mungkin tak akan berlaku bagi Vinales di MotoGP 2017. Setelah tampil memuaskan bersama Suzuki Ecstar, kini Vinales dianggap layak menjadi kandidat juara dunia.

Secara terang-terangan kehebatan Vinales juga mendapat pengakuan dari Rossi. Meski berstatus rekan setim, keduanya akan menjadi pesaing dalam ambisi mengejar gelar juara dunia MotoGP 2017.

“Maverick melakukannya dengan sangat, sangat baik, baik dari segi flying lap maupun kecepatan. Ia memahami karakter Yamaha dengan baik. Jujur, saya harus terlebih dulu mengejar kecepatan semua pembalap antara saya dan dirinya. Saya harus memangkas setengah detik untuk mencapai beberapa pembalap di belakang Maverick,” kata Rossi seperti dikutip GPOne.

Setelah menobatkan dirinya sebagai raja tes pramusim, Vinales juga melaju kencang pada sesi latihan bebas MotoGP Qatar di Sirkuit Losail. Ia menempati urutan teratas pada latihan bebas pertama dan ketiga.

Masalah Rossi

Berbeda dengan Rossi yang tak pernah sekalipun menembus lima besar. Pembalap berusia 38 tahun itu hanya bisa menempati posisi kesembilan, keenam, dan ke-13. Ditanya soal penyebabnya, The Doctor mengeluhkan kinerja ban seperti sebelumnya.

“Ban depan baru Michelin lebih lunak. Jadi, saya banyak bergerak dalam pengereman dan saya tak bisa masuk tikungan dengan cepat,” keluh Rossi.

rosi

Ditanya apakah ini menjadi awal terburuk dalam beberapa tahun terakhir, Rossi menjawabnya, “Saya tak ingat persis apa yang terjadi pada 2013 ketika kembali ke Yamaha. Tapi, saya lebih cepat di musim terakhir jika dibandingkan dengan saat ini.”

Motocross, Cara Marquez dan Rossi Asah Skill dan Fisik

Sudah merasakan jadi raja MotoGP, Marc Marquez dan Valentino Rossi sepakat menyebut motocross sangat menguras fisik. Tapi melaju di lintasan tanah jadi metode latihan yang oke sebelum melesat di trek.

Rossi diketahui sangat gemar dengan motocross. Sampai beberapa tahun lalu dia masih terhitung sering mengunjungi trek-trek motocross untuk merasakan sensasi ngebut di lintasan tanah dengan beragam tantangannya.

Sama seperti MotoGP, motocross tentu saja berisiko tinggi. The Doctor malah menganggapnya sebagai olahraga berbahaya. Itu mungkin terkait kecelakaan yang sempat dia alami pada 2010 silam.

Motocross, Cara Marquez dan Rossi Asah Skill dan Fisik
Foto: ist.

“Saya suka mengendarai motocross. Tapi, para pebalap (MotoGP) sering punya masalah dengan lintasannya. Karena buat kami itu terlalu berbahaya. Anda harus lahir sebagai pebalap motocross dan tumbuh dengan motor ini. Karena tidak mudah mengontrol motor saat melompat,” ucap Rossi beberapa waktu lalu.

Meski sempat kecelakaan, bukan berarti kegemarannya terhadap balap motor yang satu itu hilang. Rossi masih suka menggeber motocross di ranch yang dipunya di kampung halamannya. Dibanding lintasan motocross sungguhan, trek di ranch tersebut jauh lebih aman.

“Di Ranch, saya punya trek motocross kecil, yang kadang saya pakai. Tapi di sepanjang musim saya menggunakan trek profesional. Itu sangat menuntut mental dan fisik, olahraga yang sangat menuntut (kemampuan). Motocross latihan yang bagus untuk pebalap MotoGP. Tapi, pebalap road racer lebih baik jika latihan sebanyak mungkin di aspal pada awal karier. Motocross cuma latihan tambahan,” lanjut Rossi.

Motocross, Cara Marquez dan Rossi Asah Skill dan Fisik
Foto: RedBull

Penyataan senada diutarakan Marquez. Rider asal Spanyol itu malah mendapat didikan dasar sebagai crosser. Level konsentrasi motocross tidak seteinggi MotoGP. Namun ngebut di atas lintasan tanah dengan ketinggian berbeda lebih cepat menguras fisik.

“Itu berbeda dengan balapan MotoGP. Pada dasarnya, pendidikan (balap) pertama saya adalah motocross. Ya, saya cinta MX. Konsentrasinya berbeda. Saat membalap di sirkuit, semuanya harus presisi. Sementara off road juga tetap harus presisi, tapi saya tidak kehabisan banyak waktu jika sedikit keluar (jalur balap).”

“Di MotoGP, Anda harus sangat akurat dan konsisten. Setelah balapan, Anda menjadi lelah karena mental. Di Motocross, Anda lelah karena usaha yang dilakukan. Karena motornya terus tidak seimbang, Anda harus melompat, dan hal lainnya. Penting untuk menemukan kombinasi yang tepat,” papar Marquez.

Hasil Race MotoGP Amerika 2016 Tadi Malam : Marquez Masih Jadi Raja, Lorenzo Kedua, Rossi Gagal Finis

jorge-lorenzo-marc-marquez

Marc Marquez menuntaskan dominasinya di Circuit of The Americas di seri ke-3 MotoGP 2016 setelah berhasil menjadi yang tercepat di sesi race yang berlangsung dini hari tadi.

Marquez yang sudah diprediksi akan tetap mendominasi race langsung melaju sejak start dan sama sekali tidak tersentuh oleh rider lain hingga finish. Finish di posisi 2 ada rekan senegaranya dari tim Yamaha, Jorge Lorenzo disusul Iannone dari tim Ducati.

Naas bagi “The Doctor” Valentino Rossi, tampil apik di sesi kualifikasi namun Rossi harus berakhir gagal finis di sesi balapan setelah terjatuh di lap ke-2. Dengan hasil ini Marquez kokoh memimpin klasemen MotoGP 2016 dengan poin 66, disusul Lorenzo dengan 45 poin dan Rossi dengan 33 poin.

 

Hasil MotoGP Austin Circuit of The Americas 2016 tadi malam

1. Marc Marquez | ESP | Repsol Honda Team (RC213V) 43m 57.945s
2. Jorge Lorenzo | ESP | Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 44m 4.052s
3. Andrea Iannone | ITA | Ducati Team (Desmosedici GP) 44m 8.892s
4. Maverick Viñales | ESP | Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 44m 16.367s
5. Aleix Espargaro | ESP | Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 44m 18.656s
6. Scott Redding | GBR | Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 44m 26.906s
7. Pol Espargaro | ESP | Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 44m 30.057s
8. Michele Pirro | ITA | Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 44m 30.702s
9. Hector Barbera | ESP | Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 44m 32.537s
10. Stefan Bradl | GER | Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 44m 38.156s
11. Alvaro Bautista | ESP | Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 44m 43.368s
12. Eugene Laverty | IRL | Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 44m 45.072s
13. Tito Rabat | ESP | Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 44m 45.371s
14. Yonny Hernandez | COL | Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 44m 49.135s
15. Loris Baz | FRA | Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 45m 10.874s
16. Cal Crutchlow | GBR | LCR Honda (RC213V) 45m 17.197s
17. Bradley Smith | GBR | Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 45m 25.981s
Dani Pedrosa | ESP | Repsol Honda Team (RC213V) DNF
Andrea Dovizioso | ITA | Ducati Team (Desmosedici GP) DNF
Valentino Rossi | ITA | Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) DNF

Klasemen MotoGP 2016 Terbaru

1 Marc Marquez Repsol Honda 66
2 Jorge Lorenzo Movistar Yamaha 45
3 Valentino Rossi Movistar Yamaha 33
4 Pol Espargaro Monster Yamaha Tech 3 28
5 Dani Pedrosa Repsol Honda 27
6 Hector Barbera Avintia Racing 25
7 Andrea Dovizioso Ducati Team 23
8 Maverick Vinales Team Suzuki Ecstar 23
9 Eugene Laverty Aspar Team MotoGP 21
10 Aleix Espargaro Team Suzuki Ecstar 21
11 Andrea Iannone Ducati Team 16
12 Scott Redding Octo Pramac Yakhnich 16
13 Bradley Smith Monster Yamaha Tech 3 16
14 Stefan Bradl Aprilia Racing Team Gresini 15
15 Alvaro Bautista Aprilia Racing Team Gresini 14
16 Michele Pirro Octo Pramac Yakhnich 12
17 Tito Rabat Estrella Galicia 0,0 Marc VDS 11
18 Jack Miller Estrella Galicia 0,0 Marc VDS 2
19 Yonny Hernandez Avintia Racing 2
20 Loris Baz Avintia Racing 1


Sumber

Rossi Bermasalah dengan Motor Kedua

rossiafp

Termas de Rio Hondo – Kecepatan Valentino Rossi terlihat menurun setelah dia berganti motor dalam balapan MotoGP Argentina. Rossi menyebut motor kedua telah memberinya masalah besar.

Start dari posisi kedua di Autodromo Termas de Rio Hondo, Senin (4/4/2016) dinihari WIB, Rossi terlibat pertarungan sengit dengan Marc Marquez sejak balapan dimulai. Keduanya mampu memisahkan diri dari kerumunan dan saling salip di beberapa kesempatan.

Sampai kemudian pergantian motor mengubah jalannya persaingan tersebut. Seperti diketahui, Race Direction memutuskan pebalap wajib mengganti motor di putaran 9, 10, atau 11 dan memotong durasi balapan menjadi hanya 20 lap –awalnya 25 lap. Keputusan ini diambil sebagai respons dari insiden pecah ban yang dialami Scott Redding di sesi latihan bebas keempat.

Selepas berganti motor, Marquez tetap melaju kencang dan mampu mempertahankan posisi terdepan. Sebaliknya, kecepatan Rossi menurun dan dia makin tertinggal dari Marquez.

Marquez akhirnya tak terganggu sampai garis finis. Sementara Rossi yang kesulitan dengan lajunya malah harus terlibat pertarungan dengan rider Suzuki Ecstar Maverick Vinales, serta duo Ducati, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone.

Namun, menjelang berakhirnya balapan, Rossi mendapatkan keuntungan tak terduga. Vinales mengalami crash, sementara Iannone dan Dovizioso malah bertabrakan. Rossi pun naik dari posisi keempat ke posisi kedua. The Doctor untuk pertama kalinya naik podium pada musim ini setelah cuma finis keempat di Qatar.

“Ini sangat disayangkan karena di paruh pertama balapan saya jauh lebih tangguh. Jadi, saya pikir saya bisa bertarung untuk kemenangan,” tutur Rossi di motorsport.com.

“Untuk beberapa alasan di motor kedua, dengan ban yang baru, saya tidak merasa baik. Saya punya banyak masalah untuk mendapatkan kecepatan yang sama,” imbuhnya.

“Kondisinya sangat buruk dan saya tak pernah bisa mendapatkan ritme, dan pada akhirnya Vinales dan dua pebalap Ducati datang,” katanya.

“Tapi, di tikungan terakhir dua pebalap Ducati keluar dari balapan, jadi 20 poin ini seperti emas untuk kejuaraan,” tutur juara dunia sembilan kali itu.

Menurut Rossi, dia sebenarnya bisa menuntaskan balapan tanpa harus berganti motor. Akan tetapi, karena Race Direction telah mewajibkan adanya pergantian motor demi alasan keamanan, dia pun menerimanya.

“Bagi saya, kami bisa saja menjalani balapan tanpa masalah apapun. Kami bisa melewati 25 lap (dengan satu pasang ban). Namun, karena alasan keamanan, tak masalah kalau harus seperti ini,” ujarnya.

Rossi kini menempati posisi kedua di klasemen MotoGP dengan koleksi 33 poin dari dua seri. Dia tertinggal delapan poin dari Marquez.


Sumber

Motor Yamaha Sudah Siap Tempur

RossiValentino Rossi sempat terjatuh di hari pertama sesi latihan pramusim yang digelar di Qatar. Meski begitu, dia merasa puas karena catatan waktu yang oke dan kondisi motor yang siap tempur.

Belum genap satu lap turun di Sirkuit Losail, Rabu (2/3/2016) kemarin, Rossi sudah terjatuh dari tunggangannya. Tidak ada cedera serius dialami juara dunia sembilan kali itu, yang membuat dia bisa segera melanjutkan sesi dan meraih catatan waktu memuaskan.

“Saya mengawalinya dengan buruk, karena setelah tikungan kesepuluh saya kecelakaan. Saya tidak terlalu cepat, tapi mungkin karena sudut saya terlalu besar sehingga ban belakang meluncur. Tapi untungnya itu cuma seluncuran kecil di kecepatan 70 km/jam. Itu bukan masalah, tapi memulai dengan cara seperti itu tidak fantastis,” ucap Rossi di situs resmi MotoGP.

Setelah terjatuh, Rossi bisa langsung melanjutkan sesi tes tersebut. Catatan waktu terbaik yang dia catatkan sepanjang sesi tersebut adalah satu menit 55,894 detik. Rossi duduk di posisi tiga pada daftar pebalap tercepat.

“Setelah masalah itu kami langsung melanjutkan sesi dan saya cukup puas dengan hari ini karena di sini motor kami terlihat kompetitif. Kami bisa tangguh dan juga cepat dan itu adalah hal yang paling penting, karena ini adalah lintasaan ketiga di mana Yamaha kompetitif (setelah Sepang dan Phillip Island). Kami memulainya dengan setelan dasar, faktanya kami malah tidak melakukan apa-apa,” lanjut Rossi.

Ujicoba pramusim ketiga ini menjadi sangat penting karena menjadi kesempatan terakhir tim dan pebalap untuk mencari setelan terbaik. Apalagi seri pertama musim ini juga akan dilangsungkan di Qatar.

“Saya senang bisa berada bersama pebalap tercepat dan sudah mencepai satu menit 55 detik, sedikit lebih cepat dibanding tes tahun lalu, jadi ini hasil yang bagus. Setelah dua tes pertama kami memilih untuk menggunakan motor yang mirip dengan tahun lalu dan sekarang kami sudah memiliki motor balap yang siap di garasi. Jadi kami sudah siap untuk mode balap,” tuntas dia.


Sumber