Tips Jitu dalam Memilih Kaca Spion Modifikasi

Keberadaan kaca spion pada sebuah motor nggak bisa dianggap sepele. Komponen ini berfungsi membantu kita memonitor kondisi lalu lintas dari arah belakang. Sangat disayangkan apabila ada pengguna motor yang melepas begitu saja kaca spion bawaan pabrik. Berkendara tanpa kaca spion jelas sangat berbahaya. Jadi jangan ditiru ya.

Pemilik motor sah-sah saja jika ingin mengganti kaca spion bawaan pabrik dengan komponen aftermarket. Hal ini bisa dipahami karena spion orisinil kerap dinilai terlalu besar dan bentuknya yang begitu-begitu saja. Namun, semua itu bukan tanpa alasan. Ukuran dan bentuk kaca spion orisinil sudah diperhitungkan guna memberikan visibilitas maksimal ke arah belakang.

Tapi kalau kalian ngotot ingin mengganti kaca spion, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini.

Pilih produk yang sudah teruji

Memilih kaca spion aftermarket itu gampang-gampang susah. Terkadang ada yang modelnya bagus, namun setelah dipasang ternyata bergetar saat dipakai sehingga kita sulit melihat objek yang tercermin. Masalah lainnya, terkadang kaca spion aftermarket yang berukuran kecil nggak bisa memberi pandangan ke belakang secara ideal. Pandangan yang kita peroleh hanya tangan atau bahu kita sendiri. Duh, jadi percuma deh fungsi spionnya.

Untuk mendapatkan kaca spion yang ideal terkadang kita memang harus melewati percobaan berkali-kali. Namun, kalian juga bisa mencari referensi ke berbagai sumber informasi mengenai jenis kaca spion aftermarket yang diminati. Biar nggak nyesal beli.

Jangan salah pilih model

Kebanyakan motor menggunakan kaca spion yang ditempatkan di bagian atas setang. Namun, setiap pabrikan memiliki jenis lubang baut spion yang berbeda-beda. Jadi bila kamu hendak memilih spion aftermarket, maka pastikan kalian membeli produk yang sesuai untuk motor Yamaha.

Selain jenis spion seperti di atas, ada pula yang namanya spion bar end. Untuk yang jenis ini sifatnya lebih universal alias bisa dipakai untuk jenis motor apapun. Spion bar end memang membuat penampilan motor terlihat unik. Hal yang perlu disadari artinya lebar setang bertambah. Jadi kamu perlu menyesuaikan diri ketika mengemudi.

Itu dia beberapa tips yang perlu kamu perhatikan kalau mau memilih spion aftermarket. Tapi sarannya sih, lebih baik gunakan saja spion orisinil pabrikan biar selalu aman berkendara.

Sentuhan Seni Pinstripe Bikin Helm Lebih Personal

Di pasaran kita bisa menemui berbagai jenis helm. Bukan hanya modelnya yang beragam, namun termasuk pada pilihan corak. Mulai dari yang penuh warna, hingga polos bisa kita pilih. Namun, kalau kalian menginginkan sentuhan yang lebih personal maka pinstripe menjadi jawabannya.

Terkadang kita menginginkan sesuatu yang berbeda dari lainnya. Hal ini bisa dilihat sebagai salah satu faktor pendorong modifikasi motor nggak pernah mati. Modifikasi memberikan kita ruang untuk menjadikan motor lebih sesuai karakter diri atau gaya tampilan yang diincar.

Begitu juga halnya dengan helm. Kalian bisa membuat sebuah helm tampil lebih istimewa dengan yang namanya seni pinstripe. Sejatinya, pinstripe sangat lekat dengan dunia motor custom. Tapi bukan berarti kalian yang naik motor standar nggak boleh memakainya. Sah-sah aja kok.

Lalu, apa sih sebenarnya pinstripe? Sederhananya, pinstripe merupakan bagian dari seni lukis dengan mengutamakan elemen lekukan dan garis-garis lurus. Pengerjaannya dilakukan menggunakan tangan dengan bantuan kuas khusus. Hal ini yang menjadikannya berbeda dengan teknik pengecatan air brush.

Bukan cuma helm, dalam dunia otomotif pinstripe bisa diaplikasikan di atas berbagai bidang. Mulai dari bodi motor, bodi mobil, hingga tangki.

Lalu kalau kita ngomongin pinstripe di Indonesia maka akan bisa lepas dari sosok yang satu ini. Mochamad Syamsul Fahmi atau yang akrab disapa Fahmi Freeflow bisa dibilang adalah sosok yang mempopulerkan pinstripe di Indonesia. Bersama studionya yang berada di Bandung, karya Fahmi banyak ditemui di motor-motor custom.

Kalian bisa memilih berbagai gambar pinstripe untuk helm kalian. Namun, kalian perlu pintar-pintar memilih helm yang bakal digambar. Helm-helm dengan model klasik atau retro lebih cocok untuk diberi sentuhan prinstripe sebagai pemanis.

Kebanyakan pinstripe menggunakan cat enamel yang cukup kuat. Lagi pula kalian nggak perlu terlalu pusing apabila nantinya goresan kuas tersebut pudar atau rusak. Ibarat lukisan, pinstripe pada sebuah helm bisa diperbaiki di kemudian hari.

Gimana? Udah ada ide gambar yang keren untuk helmnya?

Image source : zonabikers.com/smith-concept

Bergaya Bak Petualangan dengan Motor Aliran Custom Scrambler

Dalam dunia motor custom ada banyak genre yang mengisinya. Salah satunya aliran motor custom scrambler. Segala ubahan yang ada di sebuah motor custom jenis ini memungkinkan kalian menjelajahi medan jalan aspal sekaligus non aspal. Selain itu, penampilan motornya juga gahar banget buat dipakai nongkrong.

Tapi sebelum kamu buru-buru meluncur ke bengkel custom untuk melakukan rombakan, sebaiknya ketahui lebih dulu sejarah lahirnya motor scrambler. Scrambler bisa dikatakan sebagai salah satu aliran motor custom tertua.

Jika gaya café racer baru muncul pada tahun 1950-an, rombakan bergaya scrambler sudah ada sejak tahun 1920-an di kawasan Eropa. Lebih tepatnya di Inggris ketika anak-anak motor di sana doyan balapan di medan non aspal. Permukaan jalannya bisa berupa tanah, pasir, bahkan hingga lumpur.

Hal tersebut menciptakan tantangan tersendiri sehingga tak jarang seorang rider harus berjuang (scrambling) agar berhasil melewati lintasan. Dari situ istilah “scrambler” muncul sebagai motor yang dipakai berjibaku mencapai garis finish lebih dulu.

Ciri khas motor custom scrambler

Pada masa-masa awal kemunculannya, motor scrambler tak ubahnya adalah motor sport jalanan yang dimodifikasi sesuai kebutuhan balapan di off road tersebut. Ubahan dasarnya meliputi pelepasan sejumlah komponen bodi motor yang dirasa tak begitu diperlukan. Dilanjut penggunaan ban knobby atau yang biasa kita sebut ban tahu.

Jarak main suspensi dibuat lebih panjang biar nggak gampang mentok. Kemudian setang menggunakan jenis lebar biar kendali lebih mudah di jalanan rusak.

Tak jarang balapan scrambler mengharuskan rider-nya melewati genangan air. Itu sebabnya motor scrambler punya desain kenalpot khusus. Posisi pipa pembuangan gas yang awalnya berada di bawah diangkat hingga mendekati jok. Posisi kenalpotnya mirip dengan yang biasa kita lihat di motor trail.

Sampai sekarang gaya motor scrambler masih banyak diminati. Alasannya karena terlihat keren dan memang menyuguhkan nilai fungsional. Dengan menggunakan basis motor jalanan biasa, motor scrambler bisa diajak main kotor-kotoran, namun juga enak dipakai riding di aspal. Sasis dan mesinnya mendukung. Kombinasi ini agak sulit ditemukan pada motor trail.

Sejumlah pabrikan pun tercatat masih mengeluarkan motor scrambler di era modern. Yamaha memilikinya lewat produk SCR950. Motor tersebut memadukan gaya scrambler retro dengan teknologi mesin terkini. Jantung pacunya menggunakan unit V—Twin berkapasitas 948cc. Pasti gede banget tenanganya!

Image Source: onvacations.co

3 Tipe Pengendara Motor Milenial Menurut Studi Psikologi

Ketika berada di jalan raya maka kita dihadapkan pada jutaan pengendara motor lainnya. Dari sekian banyak, sebenarnya hanya ada tiga ketegori umum pengendara motor, terutama yang masih berusia muda. Penasaran kan apa saja tipenya? Yuk, kita bahas lebih lengkap. Sudah jelas setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda di dalam dirinya. Ketika mengendarai motor, mungkin sebagian orang lebih suka riding pelan-pelan sambil menikmati suasana. Di lain sisi ada juga orang yang doyannya kebut-kebutan. Waduh, kalau kamu termasuk tipe yang kedua maka perlu ekstra hari-hati ya.  Karakter seseorang di atas kendaraan roda dua sudah lama menjadi bahan penelitian para ilmuan. Sebagian besar tujuannya untuk memahami kondisi sesungguhnya hingga akhirnya dilakukan upaya meningkatkan aspek keselamatan. Salah satu bahasan ilmiah mengenai hal ini bisa kita jumpai di dalam jurnal Accident Analysis & Prevention. Dalam volume 42, isu 1, terdapat artikel berujudul “Determinants behind young motorcyclists’ risky riding behavior”.

Di bagian kesimpulannya, diungkapkan tiga tipe pengendara motor terutama yang datang dari kalangan anak muda, di antaranya:

1/ Tipe taat aturan

Tipe pengendara yang satu ini patut dijadikan panutan. Karena walau relatif masih berusia muda, namun dalam studi tersebut dijelaskan tipe pengendara taat aturan memiliki ciri khas emosional yang matang. Hal tersebut membuatnya berhati-hati dalam berkendara dengan cara menaati peraturan dan mengendarai motor dengan aman.

2/ Pencari sensasi

Untuk tipe yang kedua, cukup berisiko dalam aktivitas berkendaranya. Mereka adalah kalangan pengguna motor yang suka mencari pengalaman berhubungan dengan kecepatan. Namun demikian, tipe ini masih menyimpan sisi positif dalam dirinya.

Studi ini mencirikan para pencari sensasi memiliki tingkat kepercayaan diri yang bagus. Lebih penting lagi, mereka sangat sadar atau waspada terhadap kondisi lalu lintas di sekitarnya. Jadi mereka nggak melakukan hal yang aneh-aneh, misalnya ngebut di jalanan yang ramai. Hal ini ada baiknya demi keselamatan.

3/ Si nggak sabar

Tipe terakhir adalah contoh buruk yang nggak pantas ditiru sama sekali. Mereka adalah tipe pemotor yang nggak pernah sabar di jalan raya. Parahnya lagi, studi ini melihat adanya indikasi golongan seperti ini nggak memiliki skill bermotor yang memadai. Bahkan, justru sering ragu-ragu mengambil keputusan di jalan raya. Membuat dirinya semakin berisiko mengalami insiden

Studi ini setidaknya melibatkan survei kepada 683 pemotor berusia antara 18 – 28 tahun. Kira-kira, kalian termasuk yang mana nih? Mudah-mudahan bukan kategori ketiga ya.

Simak Perbedaan Flat Visor dan Visor Cembung di Helm

Istilah flat visor kini banyak kita dengar di kalangan penggemar helm atau yang akrab disebut helmet lovers. Namun bagi yang awam mungkin masih bertanya-tanya mengenai kegunaannya. Untuk itu kali ini bakal membahas apa itu flat visor, kelebihannya, dan apa sebenarnya yang membedakan flat visor dengan visor cembung.

Bisa dibilang popularitas flat visor tak lepas dari pengaruh dunia balap. Karena flat visor awalnya hanya menempel di helm-helm yang digunakan para pembalap profesional. Sesuai namanya, flat visor berarti visor helm dengan permukaan yang rata. Hal ini berbeda dengan kebanyakan kaca helm yang digunakan untuk harian dengan bentuk cembungnya.

Mengenai fungsi, sebenarnya nggak ada perbedaan yang signifikan. Keduanya difungsikan untuk menghalangi benda-benda asing mengenai wajah rider ketika berkendara. Sekaligus, sebagai “jendela” penglihatan kita ke jalan raya. Namun, flat visor memiliki keuntungan ekstra karena memungkinan penggunaan tear off dan Pinlock.

Wah, istilah apa lagi tuh? Tenang, kita bahas satu per satu. Prinsip kerja tear off cukup sederhana. Bisa dibilang sebagai pelindung visor itu sendiri. Bentuknya berupa lapisan kaca film bening yang merekat di permukaan depan helm. Pembalap bisa melepasnya ketika dirasa sudah banyak kotoran yang menempel di visor. Begitu dilepas, cling, visibilitas jadi jernih kembali.

Nah, sekarang giliran kita membahas Pinlock. Komponen yang satu ini nggak ada hubungannya sama sekali dengan sistem penguncian helm atau semacamnya. Banyak orang menyangka demikian karena namanya, Pin(lock) yang bisa saja diartikan sebagai kunci pin. Tapi itu salah, ya, teman-teman. Satu hal lagi yang pelu diketahui bahwa Pinlock merupakan sebuah nama merek.

Lebih tepatnya merek anti-fog atau anti embun untuk visor helm. Bentuknya semacam lapisan bening yang juga ditempelkan pada visor helm. Biasanya, flat visor yang dijual di pasaran teradapat tulisan “Pinlock Ready” yang artinya visor tersbut sudah siap dipasang komponen ini.

Pinlock akan sangat bermanfaat ketika kalian berkendara di daerah dingin. Pada kondisi tersebut biasanya timbul embun di kaca helm. Gampangnya, untuk mengusir embut tersebut kita bisa membuka visor. Namun hal tersebut nggak disarankan karena akan mengganggu pengalaman berkendara kalian.

Sampai di sini sudah jelas bahwa flat visor memiliki lebih banyak keunggulan. Minat? Jangan lupa bahwa harga flat visor bisa dipastikan lebih mahal dibanding visor cembung.

Hindari Sandal saat Berkendara dengan Sepeda Motor

Perlengkapan safety riding memang harus kamu gunakan, karena ini menjadi standar untuk menjaga keamanan serta kenyamanan kamu saat berkendara di jalan raya. Helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu sebagai alas kaki menjadi perlengkapan wajib yang harus kamu pakai. Sayangnya masih banyak orang yang mengabaikan perlengkapan safety riding ini, seperti tidak menggunakan alas kaki yang benar. Tak sedikit dari mereka pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan sepatu dan masih menggunakan sandal sebagai alas kakinya.

Padahal sepatu ini berfungsi untuk melindungi kaki kamu lebih maksimal, sebab kaki menjadi tumpuan untuk menopang sepeda motor saat di jalan raya dan karena itu kaki menjadi organ penting yang rawan cidera. Menggunakan sandal saat berkendara dengan sepeda motor ini sangat tidak disarankan karena sandal tidak bisa melindungi kakimu secara keseluruhan mulai dari tumit sampai ujung jari terlebih saat terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan.

Tetapi di musim hujan seperti sekarang ini, banyak sekali pengendara sepeda motor yang mengganti sepatu mereka dengan sandal saat turun hujan. Walaupun sandal lebih tahan air dibandingkan dengan sepatu, tetapi lebih baik kamu menghindari untuk melakukan hal ini karena kaki kamu rentan terkena kuman saat kaki turun dan terkena genangan air. Sebagai gantinya kamu bisa menggunakan sarung sepatu yang bisa melindungi sepatumu dari air hujan, atau menggunakan sepatu boots berbahan karet.

Sebenarnya sekarang ini tidak ada larangan untuk menggunakan sandal saat berkendara dengan sepeda motor. Tetapi mengingat risiko yang tinggi saat berkendara dengan sepeda motor, rasanya kamu perlu melakukan pencegahan untuk meminimalisir kemungkinan cidera kaki saat terjadi hal yang tidak diinginkan. Jadi, mulai sekarang biasakan untuk menggunakan perlengkapan safety riding saat kamu berkendara di jalan raya agar kamu bisa berkendara dengan lebih nyaman dan juga aman.

Berkacamata? Ini Cara Agar Kamu Tidak Kesulitan Berkendara saat Hujan

Berkendara di jalan raya ini membutuhkan konsentrasi terlebih saat sedang turun hujan, jangan sampai kamu kehilangan fokus karena bisa membahayakan dirimu sendiri dan pengguna jalan lainnya. Air hujan yang turun terkadang bisa menghalangi penglihatanmu, terlebih untuk kamu yang menggunakan kacamata. Tak jarang air hujan menempel di lensa kacamatamu dan menimbulkan embun yang membuat pandanganmu semakin terbatas. Menutup visor helm juga malah menambah buruk jarak pandang karena air banyak yang menempel di bagian visor ini. Nah, berikut ini ada beberapa cara untuk mengatasi kesulitanmu yang berkacamata saat berkendara dalam kondisi hujan:

  • Memakai Cairan Anti Fog

Kamu bisa pakai cairan ini untuk membuat air tidak menempel di visor helm dan visor juga terbebas dari embun, jadi kamu bisa menutup visor helm selama di perjalanan saat kondisi hujan agar pandanganmu bisa menjadi lebih jelas karena kamu tetap bisa menggunakan kacamata dan lensa kacamata juga terlindung oleh visor helm.

  • Siapkan Lap/ Kanebo

Kamu juga bisa menyediakan lap seperti kanebo atau tisu untuk membantu mengelap lensa kacamatamu agar terbebas dari bulir-bulir air yang menempel di lensa kacamata. Tetapi kamu harus memilih lap yang berbahan lembut dan hanya kamu gunakan untuk mengelap lensa kacamatamu agar lensa terhindar dari baret.

  • Hindari Penggunaan Masker

Mungkin kamu terbiasa untuk menggunakan masker saat berkendara dengan sepeda motor, tetapi usahakan untuk tidak menggunakannya ketika kamu menggunakan kacamata dan berkendara saat kondisi sedang hujan. Masker ini bisa menghalangi pandanganmu karena udara yang keluar dari hidungmu saat bernapas itu bisa membuat lensa kacamata berembun.

Sekarang kamu yang menggunakan kacamata tak perlu khawatir lagi untuk berkendara saat kondisi hujan, karena kamu tetap bisa nyaman berkendara dengan melakukan cara-cara di atas.

Helm Full Face untuk Kamu yang Berkacamata

Selain jaket, sarung tangan, dan sepatu, helm juga menjadi salah satu perlengkapan berkendara yang wajib untuk kamu gunakan saat mengendarai sepeda motor di jalan raya. Helm bisa melindungi kepala kamu dari cidera saat terjadinya kecelakaan, makanya kamu wajib menggunakannya walaupun hanya berkendara dalam jarak dekat, tak terkecuali untuk kamu yang memakai kacamata.

Bagi kamu yang menggunakan kacamata memang tak jarang bagian atas telingamu terasa sakit saat memakai helm, tetapi kamu harus tetap menggunakan helm karena ini menjadi salah satu standar keamanan untuk berkendara. Lalu helm apa yang sebaiknya dipakai untuk kamu yang berkacamata? Sebenarnya helm full face menjadi pilihan terbaik untuk digunakan biker yang tidak berkacamata ataupun untuk kamu yang berkacamata. Helm full face bisa melindungi kepala kamu lebih maksimal dibandingkan dengan jenis helm lainnya, tetapi bagaimana caranya biar kamu yang berkacamata juga tetap merasa nyaman saat memakai helm full face ini?

Pertama yang harus kamu perhatikan adalah ukuran helm yang pas, pilihlah ukuran helm yang sesuai dengan lingkar kepalamu. Jangan ragu untuk mencoba langsung helm yang akan kamu beli, karena biasanya merek yang berbeda juga memiliki ukuran yang berbeda pula. Selain itu sesuaikan ukuran busa di dalam helm atau pad, pastikan kamu nyaman memakai helmnya walau menggunakan kacamata.

Sebaiknya hindari memilih helm double visor karena fitur ini bisa menghalangi kacamatamu, kecuali helm yang ingin kamu beli memiliki visor ganda yang ada di bagian luar sehingga kamu tetap bisa menggunakan kacamata tanpa takut terganjal visor. Jangan lupa juga untuk memilih kacamata yang memiliki frame lentur agar  kacamatamu tidak mudah patah saat digunakan dan kamu juga merasa lebih nyaman.

Cara Hadapi Angin Kencang saat Berkendara dengan Sepeda Motor

Saat musim hujan seperti ini, bukan hanya air hujan dan genangan yang harus kamu pikirkan tetapi juga angin kencang yang sering terjadi pada saat hujan deras. Angin kencang bisa membuat kamu kehilangan keseimbangan, terlebih saat kamu berada di jembatan layang. Tapi kamu tak perlu panik kalau ada di situasi seperti ini, berikut ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi angin kencang saat berkendara dengan sepeda motor:

  • Perhatikan Arah Angin

Saat kamu merasakan angin kencang, sebaiknya perhatikan arah datangnya angin. Kamu juga bisa melihat arah datangnya angin dari pepohonan, setelah itu atur kecepatan laju sepeda motormu agar kamu tidak terjatuh karena dorongan angin kencang.

  • Lihat Kecepatan Angin

Setelah kamu tahu dari mana arah datangnya angin kencang, kamu bisa melihat kecepatan anginnya. Kalau sekiranya kamu masih bisa menahan angin dengan mengurangi kecepatan sepeda motormu, maka kamu bisa melanjutkan perjalanan. Tetapi kalau kamu melihat kecepatan angin sangat tinggi, sebaiknya kamu segera menepi dan mencari tempat yang aman.

  • Cari Tempat Berlindung

Saat kamu memilih untuk menepi, usahakan mencari tempat berlindung yang aman. Jangan berlindung di bawah pohon karena rentan tumbang, carilah bangunan permanen yang kuat untuk menahan tekanan angin kencang. Usahakan untuk berlindung sampai angin kencang benar-benar hilang dan kondisi cuaca sudah kembali aman.

Saat ada angin kencang, usahakan untuk meminimalisir kegiatan di luar ruangan karena sangat berbahaya. Kalau kamu masih berada di dalam ruangan dan melihat hujan turun dibarengi dengan tiupan angin yang kencang, sebaiknya kamu tetap menunggu sampai angin kencang benar-benar hilang agar tidak memicu terjadinya hal-hal yang tidak kamu inginkan

Panduan Memilih Jas Hujan Terbaik untuk Pengguna Sepeda Motor

Sepeda motor menjadi alat transportasi andalan karena bisa membantu kamu sampai ke tempat tujuan lebih cepat walau dalam kondisi jalanan macet. Tetapi saat memasuki musim penghujan, semua pengendara sepeda motor harus lebih waspada karena jalanan menjadi lebih licin dan tak jarang menimbulkan banyak genangan. Selain itu, kamu juga wajib menggunakan jas hujan untuk melindungi tubuh dan pakaian yang kamu pakai agar tidak basah terkena air hujan.

Memilih jas hujan ini juga tidak bisa sembarangan, jangan sampai kamu salah memilih jas hujan yang akhirnya akan merugikan diri kamu sendiri. Nah, berikut ini ada beberapa panduan yang bisa kamu gunakan untuk memilih jas hujan terbaik saat berkendara di musim hujan:

  • Bahan

Pertama kamu harus memperhatikan bahan yang digunakan untuk membuat jas hujan. Ada beberapa bahan yang biasa digunakan untuk membuat jas hujan, seperti bahan taslan, karet, dan plastik. Kesemua bahan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi pilihlah jas hujan yang sesuai dengan kebutuhanmu.

  • Model

Jas hujan yang banyak dijual sekarang ini ada dua jenis, yang pertama jas hujan one piece atau kelelawar dan yang kedua adalah jas hujan two piece atau setelan. Jas hujan one piece ini sangat tidak disarankan untuk kamu gunakan saat berkendara karena jas hujan kelelawar ini akan menjuntai ke belakang atau ke samping yang sangat berbahaya untuk keselamatan. Sebaiknya kamu memilih jas hujan two piece yang lebih aman serta nyaman untuk digunakan karena jas hujan ini akan lebih maksimal melindung tubuh dari air hujan.

  • Warna

Air hujan yang turun dari langit akan mengganggu jarak pandangmu, terlebih saat hujan yang turun sangat lebat. Untuk itu, demi keamanan berkendara di jalan raya sebaiknya kamu pilih jas hujan dengan warna terang. Warna terang ini bisa membuat kamu lebih terlihat oleh pengendara lain, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan.

Pilihlah jas hujan yang sesuai dengan ukuran tubuhmu, jas hujan yang kekecilan atau kebesaran akan membuat kamu tidak nyaman saat menggunakanannya.