3 Motor Legendaris Yamaha yang Jadi Incaran Kolektor

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) resmi didirikan semenjak 6 Juli 1974. Perusahaan ini menjadi agen pemegang merek sepeda motor Yamaha untuk pasar Indonesia. Sepanjang perjalanannya pun banyak motor legendaris yang diluncurkannya.

Kebanyakan motor legendaris Yamaha dilirik konsumen karena tenaganya yang luar biasa. Pada jaman dulu kebanyakan motor Yamaha mengadopsi mesin 2-tak. Sebagai pembeda dengan mesin 4-tak, mesin 2-tak membutuhkan asupan oli samping untuk menunjang kerjanya. Lantas, apa saja motor Yamaha yang melegenda di Indonesia? Ini dia daftarnya.

1/ Yamaha RX-King Cobra

Yamaha RX-King bisa dibilang sebagai motor Yamaha paling legendaris di Indonesia. Meluncur pada 1983, motor ini merupakan generasi pertama Yamaha RX-King, sebelum akhirnya keberadaannya diteruskan oleh Yamaha RX-King Master (1996) lalu Yamaha New RX-King pada 2002.

yamaha-rx-king
Image : www.motorrxking.com

Keistimewaan Yamaha RX-King Cobra tak lain ialah mesinnya yang masih diimpor dari Jepang dengan kode Y1 dan Y2. Jadi tak aneh kalau motor ini menjadi incaran para kolektor sekarang. Spesifikasi mesin itu sendiri memiliki kapasitas 135cc dengan tenaga maksimal 18,2 daya kuda dan torsinya yang mencapai 15,2 Nm pada putaran mesin 8.000 rpm.

2/ Yamaha F1ZR

Motor bebek 2-tak legendaris Yamaha yang satu ini menjadi primadona kawula muda pada era 1990-an karena sejumlah alasan. Yang pertama adalah desainnya yang terlihat sporti, berbeda dengan desain kebanyakan motor bebek pada masa itu.

yamahaf1zr

Selain itu, tentunya juga karena mesin yang bertenga. Yamaha F1ZR sejatinya mulai mengaspal pada 1997, namun koplingnya masih semi otomatis. Barulah pada tahun 2002 Yamaha merilis Yamaha F1ZR anyar dengan kopling yang sepenuhnya manual. Dengan mesin yang bertenaga, motor ini disegani di kacah balap nasional.

3/ Yamaha Alfa Champ

Alfa Champ (1992) - 1
image: www.motorganteng.com

Motor ini bisa dibilang pioner motor “ayam jago” di Indonesia. Yamaha Champ merupakan salah satu varian dari Yamaha Alfa, namun menganut desain yang benar-benar berbeda dibanding lainnya. Mesinnya menggunakan dapur pacu satu silinder 100 cc, 2-tak yang mudah perawatan dan cukup irit. Desain unik dari motor bukan hanya memikat anak muda pada masanya, namun juga kolektor masa kini.

Sejarah Lahirnya Yamaha di Dunia Otomotif

Yamaha menjadi salah satu merek sepeda motor yang paling banyak digunakan di Indonesia, kesuksesan Yamaha ini tidak didapat begitu saja. Ada proses panjang yang harus dilewati untuk bisa memiliki nama besar seperti sekarang. Yamaha selalu mengedepankan berbagai macam inovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Yamaha sendiri mulai dibentuk oleh Torakusu Yamaha yang berkecimpung di dunia musik dan instrumen pada tahun 1887 dengan membuat organ, dan di tahun 1897 Yamaha bisa membuat pabrik sendiri yaitu Nippon Gakki. Keuntungan yang didapatkan Yamaha dari bisnis ini sangat besar dan menjadikannya sebagai produsen alat musik terbesar dan menduduki peringkat nomor satu di dunia.

Kemudian di tahun 1955, Geichi Kawakami yang menjadi penerus Torakusu Yamaha  ini membuat Yamaha Motor Corp yang menjadi asal mula terciptanya sepeda motor Yamaha saat ini. Yamaha YA-1 merupakan produk andalan dari pabrik ini, sepeda motor pertama buatan Yamaha ini juga sudah mengusung teknologi kick starter dan menjadi sepeda motor pertama yang menggunakan teknologi ini di Jepang.

Sepeda motor Yamaha ini terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun, hingga di tahun 1959 Yamaha berhasil memproduksi motor sport. Permintaan akan sepeda motor Yamaha ini terus meningkat, di tahun 1960 saja Yamaha sudah mengalami enam kali lipat permintaan dari tahun sebelumnya.

Akhirnya di tahun 1962, Yamaha mulai mengekspor produksi sepeda motornya ke Amerika Serikat. Demi memenuhi permintaan pasar, Yamaha membuat pabrik di luar Jepang. Pabrik pertama yang dibangun Yamaha berlokasi di Thailand pada tahun 1966, Yamaha terus melebarkan sayap dan mulai membuat motor trail. Sampai sekarang, Yamaha terus mengalami perkembangan tak hanya di Jepang tetapi juga di Indonesia dan seluruh dunia.

Sub-tank Suspension Yamaha Tawarkan Durabilitas Ekstra

Kalau diperhatikan, sejumlah skutik Yamaha kini menggunakan suspensi belakang yang dilengkapi dengan tabung. Bukan tanpa maksud, penggunaan sub-tank suspension ini dilakukan guna menghadirkan durabilitas maksimal pada setiap skutik Yamaha.

Penggunaan sub-tank suspension ini contohnya bisa dilihat pada salah satu skutik Maxi Yamaha, NMAX 155. Lantas, apa sebenarnya yang menjadi kelebihan sub-tank suspension?

Continue Reading Sub-tank Suspension Yamaha Tawarkan Durabilitas Ekstra

5 Alasan Yamaha Mio S Ban Lebar Cocok Jadi Teman Setiamu

Yamaha Mio S ban lebar hadir sebagai pilihan skutik baru yang cocok buat teman setia berpergian ke mana saja. Bukan tanpa alasan, melainkan karena Mio S dibekali sederet fitur unggulan yang menjadi daya tariknya.

Gak percaya? Yuk, kita bahas satu persatu fitur terdepan skutik baru Yamaha ini.

Continue Reading 5 Alasan Yamaha Mio S Ban Lebar Cocok Jadi Teman Setiamu

Yamaha Lexi Keluarga Baru MAXI

PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, hari ini meluncurkan salah satu lineup keluarga motor terbaru di 2018 ini, Yamaha Lexi. Motor dengan fitur modern dan paling lengkap ini, hadir sebagai pelengkap keluarga MAXI, Yamaha yang telah ada sebelumnya yakni TMAX, XMAX, NMAX dan AEROX 155.

Kehadiran keluarga baru Yamaha ini, dilakukan secara langsung dihadiri pembalap kebanggaan tim Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi & Maverick Vinales. Sengaja datang saat moment peluncuran Yamaha Lexi, keluarga baru MAXI Yamaha di Hotel Four Seasons, Jakarta, belum lama ini.

Sedangkan di Bandung diperkenalkan ke publik di D’Loops Station, Jalan Diponegoro, Bandung, Sabtu, (3/2/18). Hal ini dikatakan Sementara itu, Area Sales Manager YIMM DDS 2 Jawa Barat, Fitriyadi saat perkenalkan produk terbarunya.

Menurut Fitriyadi, berdasarkan data AISI, pasar skuter Indonesia sekitar 4,8 juta unit selama 2017. Pasar ini, tentunya dibagi menjadi 3 (tiga) kategori yakni basic models, mid-range-priced standard models dan premium models. Pasar kelas premium sendiri terus berkembang pesat di Indonesia, dengan pelanggan yang semakin bertambah di segmen ini. Desain dan performa motor ini merupakan factor terpenting dalam menarik minat beli konsumen.

“Yamaha Lexi ini, direncanakan dan dikembangkan menjadi produk yang trendi di segmen premium. Dengan konsep “High-Value Utility Commuter Model”, Produk ini, menyajikan kepraktisan dengan berbagai fitur modern dengan tampilan yang menarik perhatian pelanggan. Produk ini, dibanderol dibawah 20 jutaan OTR, diwilayah Jawa Barat,” katanya.

Sementara itu, Promotion Manager YIMM DDS 2 Jawa Barat Achmad Dimyati, menjelaskan dengan konsep baru MAXI Yamaha, produk Lexi ini sangat praktis dan elegan. Memiliki 4 (empat) keunggulan utama yakni : Pertama, Kaya akan Fitur Modern dan Praktis. Yamaha Lexi memiliki segudang fitur-fitur modern dan praktis yang membuat pemakainya lebih mudah dan nyaman.

Seperti, LED head light dengan tingkat terang yang disesuaikan kondisi alam, Electric Power Socket terhubung dengan siapapun melalui smartphone tanpa takut kehabisan baterai, Ban tubeless dengan tapak lebar dengan kestabilan berkendara yang maksimum, Bagasi yang luas, Hazard Lamp berfungsi memberikan tanda bagi pengandara lain saat dalam kondisi darurat.

“Khusus untuk Yamaha Lexi-S juga dilengkapi dengan Sub-tank Suspensi, berkendaraan terasa lebih nyaman karena sudah menggunakan suspensi tipe suspensi belakang. Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci (Keyless) membuat kesan mewah dan elegant. Fitur ini membuat berkendara semakin praktis dan aman karena ada fitur Immobilizer dan juga Answer Back System,” ujarnya.

Bodi dan Desain Terbaru Yamaha Lexi ini, lanjutnya, memiliki desain bodi dengan ciri khas tersendiri. Motor ini mewakili identitas MAXI Yamaha, namun lebih praktis untuk digunakan berkendara sehari-hari. Bobotnya jauh lebih ringan, dibandingkan dengan sebelumya, sangat nyaman digunakan untuk aktivitas keseharian.

“Produk ini, dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan sehari-hari konsumen. Dengan ruang pijakan kaki yang lapang sehingga berkendaraan lebih nyaman dan rileks. Hal inilah yang membedaan dari model MAXI sebelumnya. Ditambah jok berdesain mewah dengan ukuran yang lebih panjang membuat jauh lebih nyaman,” Papar Ade.

Selain itu, katanya, mesin baru Yamaha Lexi ini mengusung mesin Blue Core 125cc LC4V. Dibekali pula teknologi Variable Valve Actuation (VVA) yang membuat torsi merata disetiap putaran mesin. Dengan Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Memiliki fitur STOP & START SYSTEM yang membuat mesin STOP / Mati saat berhenti lebih dari 5 detik dan START / Menyala kembali saat tuas gas diputar. Fitur ini mengurangi risiko bahan bakar terbuang percuma saat motor sedang berhenti. Dalam kondisi tertentu akselerasi Yamaha Lexi hamper sama seperti mesin 155 cc.

“Tentunya dengan desain Yamaha Lexi ini, memiliki tampilan yang mewah dan elegan, karena memiliki pilihan warna Matte yang atraktif seperti Matte Red, Matte Grey dan White pada Yamaha Lexi serta Matte Blue, Matte Grey dan Bronze pada Yamaha Lexi-S. Lampu depan grand LED menggunakan digital speedometer modern dan informatif,” pungkas Ade. (Krisbianto).

Mengenal teknologi Variable Valve Actuation dan Smart Motor Generator Yamaha

Variable Valve Actuation (VVA) dan Smart Motor Generator (SMG) adalah teknologi andalan motor terbaru Yamaha. Prinsip kerjanya mirip VTEC di mobil Honda dan VVT-i (Variable Valve Timing with intelligence) di mobil Toyota.

Sistem VVA sudah hadir di produk terbaru Yamaha NMax, R15 dan Aerox 155, sementara SMG baru tersedia di sepedamotor Aerox 155.

Variable Valve Actuation merupakan sistem yang mengatur kerja klep (valve). Fungsinya untuk mengatur bukaan valve yang bertujuan untuk menyesuaikan suplai BBM ke dalam ruang bakar.

“Jadi bahan bakar yang keluar bisa disesuaikan. Saat jalan pelan valve-nya akan terbuka kecil, bahan bakar yang keluar juga sedikit. Sebaliknya pas motor bergerak cepat, akan otomatis membuka lebih besar, semprotan bahan bakar lebih banyak,” kata Slamet, Team Technical produk terbaru Yamaha di Sukabumi.

Besar kemungkinan VVA akan tersimpan pada sepedamotor sport atau bebek sport Yamaha mengingat teknologi ini sangat cerdas untuk meningkatkan performa mesin namun tetap efisien dan ramah lingkungan.

Untuk Smart Motor Generator (SMG). Hadirnya teknologi ini menggantikan fungsi dari motor stater. Jadi kerja motor stater untuk menggerakkan crankshaft pada umumnya mesin motor diganti dengan benda tersebut.

Kerja Smart Motor Generator lebih halus ketimbang motor stater ketika menggerakkan crankshaft. Dan setelah mesin menyala, perangkat ini menjadi generator untuk mengisi baterai. Dengan perangkat ini, motor starter konvensional tidak digunakan lagi.

SMG bersinergi dengan fitur SSS (Stop & Start System). Sistem kerja pada Aerox akan aktif ketika motor bergerak selama 10 menit pertama untuk menghindari penggunaan baterai berlebihan terutama saat terjebak macet dan fitur ini bisa dinonaktifkan ketika tidak dibutuhkan.

“Dengan SMG, maintenance motor juga jadi lebih mudah dan biaya produksinya juga lebih murah,” ucap Slamet.

Apakah Rantai Motor Boleh Dicuci dan Disikat?

Rantai merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor, karena memiliki fungsi menggerakkan roda kendaraan. Hal sederhana yang dapat dilakukan pemilik sepeda motor untuk mencegah karat adalah membersihkan rantai sebelum menggunakan pelumas rantai.

Pemilik kendaraan disarankan menggunakan pelumas rantai seperti chain lube. Hanya saja penggunaannya harus diperhatikan. Sebelum menggunakan pelumas rantai, pemilik kendaraan harus membersihkannya terlebih dahulu dengan lap agar tidak ada kotoran saat menggunakan pelumas rantai,” kata Service Advisor R Series, Adit, saat berbincang dengan VIVA.co.id.

Adit menjelaskan bila rantai tidak dibersihkan terlebih dahulu dapat membuat kotoran pada rantai motor menumpuk, sehingga rantai akan berbunyi dan lebih cepat aus. “Kalau langsung pakai pelumas rantai tanpa dibersihkan dahulu kotoran semakin menumpuk sehingga rantai cepat aus dan biasanya bunyi. Jadi dibersihkan pakai lap saja, baru ditambah dengan pelumas rantai,” ujarnya.

Penggunaan pelumas rantai dinilai Adit merupakan hal yang tepat untuk mengoptimalkan laju kendaraan, terlebih di musim hujan. “Rantai itu harus selalu diperhatikan untuk mendapatkan performa kendaraan secara optimal,” katanya.

Sementara itu, Staf Service Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Ridwan Arifin, menyarankan agar pemilik sepeda motor selalu juga memeriksa kekencangan rantai motor secara berkala. Idealnya tiap 1.000 kilometer. Sebab bila rantai kendur membuat akselerasi tunggangan berkurang.

“Periksa kekencangan rantai atau jarak bebasnya diperiksa. Soal kekencangan masing-masing jenis motor berbeda, sesuai buku panduan saja,” kata Ridwan.

Lantas apakah rantai motor boleh dicuci dan disikat? Ternyata rantai boleh dicuci dan disikat hingga diberi sabun. Meski demikian, rantai harus diberikan cairan pelumas rantai kembali. Usia rantai sendiri umumnya dapat digunakan hingga dua tahun. Namun usia bisa saja lebih cepat seiring dengan pemakaian sepeda motor. (one)

Valentino Rossi Pimpin Klasemen, Marc Marquez Makin Respek

Marc Marquez mengaku respek kepada Valentino Rossi yang saat ini memuncaki klasemen sementara MotoGP 2017 meski belum pernah meraih kemenangan dari tiga seri.

“Valentino bukan yang tercepat, tapi dia bisa memimpin klasemen karena paling konsisten. Saya respek kepadanya dan saya harus belajar darinya,” kata Marquez seperti dikutip dari Crash, Senin (24/4/2017).

Rossi selalu naik podium dari tiga seri awal MotoGP 2017. Pebalap Movistar Yamaha itu finis ketiga di Qatar serta naik podium kedua di Argentina dan Austin, Minggu (23/4/2017).

Berkat konsisten naik podium, Valentino Rossi berhak memuncaki klasemen sementara pebalap dengan koleksi 56 poin. The Doctor unggul enam angka atas rekan setimnya Maverick Vinales yang gagal finis di Austin.

_gp_8699_0.big

Sementara itu, setelah gagal naik podium di Qatar dan terjatuh di Argentina, Marquez akhirnya berhasil meraih kemenangan pertama pada musim ini di Austin. Si Bayi Alien pun melesat ke peringkat ketiga klasemen dengan 38 poin atau terpaut 18 angka dengan Rossi.

“Setelah balapan di Argentina, saya sempat mendengar komentar bahwa saya sudah terlempar dari perebutan gelar karena telah tertinggal terlalu jauh. Namun, jangan lupa musim ini masih panjang,” ujar Marquez.

Marc Marquez berpeluang memangkas atau bahkan melewati perolehan poin Valentino Rossi dan Maverick Vinales karena akan menjalani balapan kandang pada seri keempat di Jerez, Spanyol, 7 Mei. Pada balapan MotoGP Spanyol 2016, Marquez finis ketiga di belakang Rossi dan Jorge Lorenzo.

Alasan Pembalap MotoGP Tengokkan Kepala di Tikungan

Bagi penggemar motor sport, berkendara di lintasan balap bisa jadi tantangan tersendiri. Banyaknya komunitas motor sport mengadakan race day membuat teknik berkendara perlu untuk dipelajari.

Salah satunya adalah bagaimana biker dapat sukses menaklukkan beragam tikungan di sirkuit. Ternyata kuncinya adalah pandangan mata.

“Selalu pastikan mata melihat arah yang dituju, dalam hal ini tikungan di depan. Nanti dengan sendirinya motor akan mengarah ke titik yang kita tuju,” ucap Muhammad Yunus, intruktur safety riding MV Agusta Owner Club Indonesia (MMOVI) saat ditemui beberapa waktu lalu.

878

Jika biker hilang konsentrasi dan memandang ke arah yang salah maka arah motor tanpa disadari akan ikut berubah. Latih mata untuk melihat ke titik terjauh lintasan.

Selain itu jangan hanya melirik untuk melihat kondisi lintasan saat berkendara. Jangan karena terus terpaku pandangan ke depan, berkendara jadi melupakan fleksibilitas leher.

Lemaskan bagian leher dan tengokkan kepala untuk melihat kondisi lintasan di depan dengan baik. Fokus berkendara dan arah motor akan tetap pada lintasan.

“Tahu alasannya pebalap MotoGP waktu belok ke arah mana, kepalanya menengok ke arah lebih jauh. Ini karena ia memandang titik selanjutnya motor hendak menuju,” ucap Yunus.

Fokus mata ini juga membuat pengendara sebaiknya tidak pernah melirik penunjuk kecepatan di sepeda motor. Selain alasan keselamatan, biker dilatih untuk tahu kecepatan motornya hanya dengan mendengar suara mesin.

“Alasan lain, kalau kebanyakan lihat speedometer, nyali jadi ciut,” ucap Yunus.